Mendoakan Orang Lain

Ayat bacaan: Kolose 4:12====================”Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan p…

Ayat bacaan: Kolose 4:12
====================
“Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.”

Pentingkah kita mendoakan sesama kita? Apakah doa-doa yang kita panjatkan kepada orang lain bisa membawa perubahan bagi mereka? Saya sudah mendengar banyak cerita mengenai betapa besar kuasa sebuah doa. Salah satunya adalah dari seorang istri yang tidak berhenti mendoakan suaminya yang suka memukul, pemabuk dan berbagai kelakuan buruk lainnya. Ia tidak putus-putus mendoakan, dan pada akhirnya si suami bertobat, bahkan hari ini aktif melayani di gereja. Ini baru satu contoh dari banyak kesaksian lainnya yang menunjukkan kekuatan yang berasal dari doa yang sungguh-sungguh. Sayang banyak orang yang tidak mengetahui kekuatan doa. Tidak mempercayainya, tidak merasa penting, tidak mengetahui besarnya kekuatan disana atau mungkin pula tidak cukup sabar untuk menanti dijawabnya sebuah doa. Tidak sedikit pula yang merasa malas tidak peduli terhadap orang lain sehingga merasa tidak perlu mendoakan. Di sisi lain, jangan lupa pula bahwa tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang dengan tekun terus mendoakan kita. Kita mungkin tahu, mungkin bakal tahu, mungkin juga tidak akan pernah tahu. Tapi bisa saja ada orang-orang yang terus bergumul mendoakan kita terus menerus, sehingga jika kita berada dalam keadaan baik hari ini, didalamnya ada andil dari mereka yang peduli terhadap kita lewat doa-doa yang mereka panjatkan untuk diri kita secara sungguh-sungguh dan terus menerus. Misalnya orang tua, saudara, teman-teman, tetangga atau gembala dimana anda bertumbuh, tim pendoa di gereja, teman-teman persekutuan, dan sebagainya. Bisa saja satu atau beberapa orang di antara mereka secara tekun bergumul dalam doa untuk kita setiap harinya. Ada kalanya dibutuhkan sebuah perjuangan berat diperlukan untuk mendukung sesama orang percaya atau yang belum percaya sekalipun seperti saat melakukannya untuk orang yang keras kepala, keras hati atau yang dosanya ‘kambuhan’. Salah satu perjuangan itu sangatlah baik jika dilakukan lewat doa.

Ada seorang hamba Tuhan bernama Epafras yang berada dalam penjara bersama-sama dengan Paulus. Namanya mungkin tidak sering kita dengar dan tidak seterkenal Paulus, Petrus, Barnabas dan beberapa rasul lainnya. Tetapi apa yang dilakukan Epafras mencerminkan kerinduannya untuk terus memberi dukungan kepada para jemaat lewat doa, dan itu ternyata dianggap penting sehingga disebutkan langsung oleh Paulus dalam salah satu suratnya. “Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.” (Kolose 4:12). Lewat ayat ini kita bisa melihat bahwa Epafras tidak hanya berdoa ala kadarnya, tetapi dikatakan bergumul dalam doa-doanya untuk kebaikan jemaat. Bukan pula hanya sekali-kali bergumul, tapi dikatakan “selalu bergumul”, dan itu ia lakukan untuk jemaat Kolose supaya mereka bisa berdiri teguh seperti orang-orang yang dewasa yang punya keyakinan penuh akan segala yang dikehendaki Allah.

Seperti apa besarnya kuasa doa? Lihat apa yang dikatakan Yesus berikut ini: “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22). Yesus dengan jelas menyatakan bahwa ada kuasa yang sangat dahsyat dibalik doa yang disertai iman penuh. Mungkin Tuhan tidak menjawabnya dengan segera, tetapi ada saatnya nanti dimana kita akan bersukacita saat doa kita mendapat jawaban dariNya. Jangan lupa pula ada prinsip ‘saling’ dalam hubungannya yang harmonis yang berlaku dalam banyak hal dalam kekristenan. Saling mengasihi, saling membantu, saling memberkati, saling mengingatkan, dan tentunya saling mendoakan. Kuasa dibalik doa orang benar dan prinsip ‘saling’, keduanya dirangkum oleh Yakobus dengan kalimat berikut: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16). Saling mendoakanlah, karena doa itu punya kuasa yang dahsyat, menjangkau teritori-teritori yang bahkan secara logika sepertinya tidak mungkin terjangkau atau teratasi.

Kalau terhadap orang yang jahat kepada kita, yang memusuhi atau bahkan menganiaya kita saja kita diwajibkan mengasihi dan mendoakan seperti yang disebutkan Yesus dalam Matius 5:44, apalagi orang-orang terdekat yang kita sayangi. Kita tentu tidak ingin mereka jauh dari sukacita Tuhan bukan? Kalau begitu, kenapa kita tidak mulai mendoakan mereka? Saling mendoakan, itu hal yang wajib untuk kita lakukan. Jangan hanya mementingkan diri sendiri saja, jangan hanya ingin selamat sendiri saja tanpa mempedulikan orang lain. Itu bukanlah sikap dari anak-anak Tuhan yang rindu untuk menghidupi firman Tuhan secara nyata dan benar.

Apakah kita mau bergumul dalam doa pula untuk meminta Tuhan menjaga, menjamah atau menolong orang-orang yang kita kasihi? Hari ini anda mungkin bisa memulainya dengan membuat daftar orang-orang yang ingin anda doakan satu demi satu. Lantas mulailah doakan mereka. Sebuah doa yang dipanjatkan dengan rasa percaya dan dilakukan oleh orang benar akan sanggup membawa dampak besar atau perubahan positif bagi orang lain. Lewat doa kita bisa membawa mereka masuk ke dalam keselamatan. Lewat doa mereka bisa dijamah dan mengalami transformasi-transformasi besar dalam hidupnya. Sebuah doa yang sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia,  bahkan ketika doa kita menuju kepada orang-orang yang anda rasa tidak mungkin bertobat sekalipun. Karena doa dari orang benar itu sangatlah besar kuasanya.

Doa yang dipanjatkan sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply