Mendoakan Gembala

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 12:5
============================
“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”

mendoakan gembala dan para pemimpin gereja

Pernah suatu kali mobil teman saya mogok di jalan. Ia menghubungi saya untuk membantu menderek mobilnya pulang ke rumah. Saya pun bergegas menuju ke lokasi, dan kemudian mulai mennyambungkan mobilnya dengan mobil saya di kaki-kaki bawah. Saya tidak memperkirakan sama sekali bahwa ukuran mobil saya lebih kecil jika dibandingkan mobil yang akan saya derek. Ternyata rasanya berat sekali menarik sebuah mobil. Tapi dengan perlahan akhirnya saya berhasil menggiring mobil ke rumahnya. Beban yang melebihi kemampuan mobil saya ternyata berdampak buruk. Kaki-kaki mobil saya rusak dan akhirnya harus diservis dengan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. 

Mengapa saya bercerita tentang menderek mobil dalam ilustrasi renungan hari ini? Karena saya malam ini teringat bagaimana beratnya kerja seorang pemimpin rohani atau gembala. Seorang teman pernah berkata, “enaknya jadi gembala..terkenal dan dihormati orang.” Popularitas, terkenal di kalangan jemaat, sepintas terlihat menyenangkan. Namun saya rasa beban tugas mereka jauh lebih besar dari sekedar mendapatkan popularitas tersebut. Lihat saja, berapa banyak jemaat yang harus mereka tuntun? Lima puluh? Seratus? Lima Ratus? Seribu? Itu baru jumlah. Jemaat-jemaat punya masalah yang berbeda-beda, dan mungkin tidak hanya satu. Itu baru tugas mereka dalam menggembalakan jemaat. Bagaimana dengan kehidupan mereka di luar tugas sebagai gembala? Gembala juga punya keluarga yang harus diurus. Istri, anak, orang tua, saudara, semua itu seringkali membutuhkan perhatian dan waktu yang tidak sedikit. Bagaimana dengan pekerjaan mereka? Itu juga tidak ringan. Lihatlah bagaimana sulitnya menjadi gembala. Waktu mereka bisa begitu tersita, sehingga mereka mungkin harus mengorbankan waktu-waktu berkumpul bersama anggota keluarga. Sekuat-kuatnya manusia, ada saat dimana kita menyentuh titik lemah. Kecapaian, sakit, burn out, dan sebagainya. Kelelahan saja bisa membuat orang kehilangan banyak hal. Sulit konsentrasi, kehilangan semangat atau gairah, juga bisa membuat orang jatuh sakit. Sekuat-kuatnya gembala kita, sehebat-hebatnya mereka, mereka tetaplah manusia yang sama seperti kita. Manusia yang terbatas, manusia yang lemah dan rentan. Maka jelas, gembala atau para pengerja dan pemimpin rohani butuh doa, agar mereka menjadi lebih kuat, lebih sabar, lebih tabah, lebih kokoh sehingga jemaat yang mereka tuntun bisa bertumbuh dengan baik.

Kita bisa melihat satu contoh besarnya dan pentingnya kuasa doa yang ditujukan kepada gembala atau pemimpin rohani, yaitu dalam Kisah Para Rasul 12:1-19. Pada waktu itu Herodes mulai bertindak keras terhadap orang percaya.Ia memerintahkan kepada algojo bahwa Yakobus harus dibunuh dengan pedang. Dan Yakobus pun tewas sebagai martir. Demi melihat perilaku jahatnya ternyata disukai orang Yahudi, maka ia pun ketagihan melanjutkan perbuatannya dengan menahan Petrus. Petrus pun ditangkap. Tapi untunglah hari itu jatuh kepada Hari raya Roti Tidak Beragi, sehingga Petrus tidak langsung diadili untuk kemudian dihukum mati. Sebagai gantinya, Petrus dijebloskan kepenjara dan dijaga oleh 4 regu dengan 4 prajurit pada masing-masing regu. Enam belas orang menjaga satu orang. Mengapa? Karena Herodes tidak ingin ada apa-apa terjadi pada Petrus sebelum dia diadili di depan rakyatnya. Apa yang akan terjadi atas diri Petrus sudah jelas. Hukuman mati telah menanti. Sebentar lagi ia akan mengalami nasib yang sama dengan Yakobus.

Tapi lihatlah apa yang terjadi. “Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.” (Kisah Para Rasul 12:5). Jemaat ternyata tidak tinggal diam. Mereka berkumpul dan terus menerus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk Petrus. Dan keajaiban terjadi. “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.” (ay 7). Tuhan mengutus malaikat untuk melepaskan Petrus. Petrus pun segera mengikuti malaikat itu meski masih bingung tentang apa yang sedang terjadi, apakah itu nyata atau cuma mimpi. Baru setelah sampai di luar di tempat yang aman dan malaikat itu meninggalkannya, ia baru sadar mengenai apa yang terjadi. “Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.” (ay 11). Lihatlah betapa hebatnya kuasa doa. Dan ini doa yang dilakukan para jemaat terhadap pemimpin mereka.

Inilah kuasa doa yang sesungguhnya. Ada banyak orang yang mengira bahwa doa yang dijawab hanyalah doa para pemimpin rohani. Doa mereka tidak akan manjur karena mereka hanyalah jemaat biasa. Tapi dari kisah di atas kita tahu itu keliru. Doa jemaat pun dikabulkan Tuhan. Firman Tuhan tidak berkata bahwa hanya doa gembala atau pengerja yang didengarkan, tapi juga orang biasa, dengan syarat orang itu harus benar. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16). Jadi tidak peduli siapapun anda, meski hanya jemaat biasa, selama anda hidup dengan benar, anda tidak perlu ragu dengan kuasa doa yang anda panjatkan kepada Tuhan. Dari kisah di atas, kita bisa melihat betapa instannya Tuhan bekerja lewat doa para jemaat. Tuhan tidak menunggu doa mereka selesai terlebih dahulu untuk melakukan mukjizat, tapi itu terjadi ketika mereka masih terus bertekun berdoa. Dengan jelas hal ini terlihat dari kisah tersebut. “Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia (Petrus) ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.” (ay 12). Luar biasa bukan?

Satu lagi hal yang penting dari kisah ini adalah pentingnya mendoakan para gembala, pengerja dan semua pemimpin di gereja anda. Tugas yang mereka emban sesungguhnya tidaklah mudah. Mereka dengan tekun selalu mendoakan anda para jemaat dan melayani anda dengan sebaik-baiknya di samping kesibukan mengurus keluarga dan bekerja yang harus pula mereka jalankan. Mereka mendoakan anda, sudahkah anda balik mendoakan mereka? Kita sering lupa bahwa kita pun mempunyai tugas untuk mendoakan para pemimpin. Kita hanya mau didoakan tapi tidak mau mendoakan. Dan ini bukanlah apa yang diajarkan Tuhan. Apa yang diajarkan Tuhan adalah saling mendoakan (Yakobus 5:16), termasuk mendoakan para pemimpin. (1 Timotius 2:1-2). Firman Tuhan mengatakan bahwa “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita”. (ay 3). Tidak hanya itu saja, tapi kita pun dituntut untuk taat kepada mereka. Tidak terus menentang dan membangkang, sehingga pekerjaan mereka yang sudah sulit bisa menjadi jauh lebih sulit lagi. Pada akhirnya, kita sendiri juga yang akan rugi. “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibrani 13:17). Ingatlah bahwa para gembala dan pemimpin gereja, para pengerja dan orang-orang yang selalu melayani anda adalah manusia juga sama seperti anda. Sekuat-kuatnya mereka, ada saat-saat dimana mereka lemah. Timbunan pekerjaan dan pelayanan bisa membuat mereka jatuh sakit, kehilangan semangat, kecapaian atau kejenuhan. Di saat-saat seperti ini anda bisa berperan. Doakan dan dukung mereka agar Tuhan selalu menguatkan mereka dan menambah hikmat atas mereka. Alangkah indahnya hubungan dalam gereja yang terdapat saling doa diantara para pemimpin dan jemaatnya. Paulus menyadari pentingnya doa para jemaat bagi pemimpin seperti dia. Lihatlah apa seruannya kepada jemaat di Tesalonika. “Saudara-saudara, doakanlah kami.” (1 Tesalonika 5:25).

Sudahkah anda mendoakan gembala dan para pemimpin gereja anda hari ini? Puji Tuhan jika sudah. Jika belum, ambillah waktu dan mulailah mendoakan mereka. Siapa tahu, mungkin saat ini mereka sangat membutuhkan dukungan doa dari anda semua. Mereka sudah dengan tekun terus mendoakan anda, para jemaat yang dikasihi Tuhan secara rutin. Sekarang giliran kita untuk mendoakan mereka pula, meminta Tuhan memberi kekuatan, perlindungan, kesehatan dan lain-lain agar mereka dapat tetap menjalankan tugas berat mereka dalam keadaan baik, sehat dan penuh sukacita.

Gembala mendoakan jemaat, jemaat mendoakan gembala. Saling mendoakan akan mampu membuat perbedaan nyata

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply