Mendiang Justinus Kardinal Darmajuwono: “Jadi Uskup, Rasanya Terpenjara”

Kardinal-Darmojuwono-dan-Paus-2JUDULNYA keajaibanMu menguatkan harapan: In Te Confido. Terpilihnya seorang uskup menjadi kebahagiaan bagi semua umat beriman, namun belum tentu bagi yang terpilih. “Rasanya seperti dipenjara,” demikian kata mendiang Romo Darmoyuwono, ketika beliau ditunjuk Vatikan menjadi Uskup Keuskupan Agung Semarang untuk mengisi pos yang ditinggalkan Mgr. Albertus Soegijapranata yang telah dipanggil Tuhan di kedamaian abadi. Kesadaran […]

Kardinal-Darmojuwono-dan-Paus-2

JUDULNYA keajaibanMu menguatkan harapan: In Te Confido. Terpilihnya seorang uskup menjadi kebahagiaan bagi semua umat beriman, namun belum tentu bagi yang terpilih.

“Rasanya seperti dipenjara,” demikian kata mendiang Romo Darmoyuwono, ketika beliau ditunjuk Vatikan menjadi Uskup Keuskupan Agung Semarang untuk mengisi pos yang ditinggalkan Mgr. Albertus Soegijapranata yang telah dipanggil Tuhan di kedamaian abadi.

Kesadaran akan beratnya tugas perutusan ini beliau mengandalkan Allah yang menuntunnya. In Te Confido (Aku Percaya dalam Tuhan, 2Tes 3:4). Walau kecil dan lemah, Allah memilihnya hadir di tengah umat untuk menguatkan dan meneguhkan, berbagi membangun Gereja sejati menuju kepenuhan abadi. Baca juga: “In Te Confido”, Film Kisah Alm. Kardinal Justinus Darmajuwono Tayang Perdana 24 Oktober 2014

Kepercayaan pada Allah ini sungguh mendaging dalam hidupnya. Ia pun percaya kepada umat yang mau bersama-sama dengannya untuk membangun Gereja. “Tidak ada yang tidak berguna,” kata-kata beliau, ketika menghadapi mereka yang ragu untuk terlibat.

Keterlibatan orang apa pun bentuknya juga pasti berguna. “Sithik ora ditampik, akeh saya pekoleh,” kata beliau, setiap kali mencermati sumbang sih orang.

“Yen ra tau kumpul bakal ucul, yen kumpul kudu wani cucul,” katanya lagi,

Penghargaan atas martabat manusia bukan sekedar basa-basi.

Sejak masih menjadi imam ia telah membela tentara Republik dari ancaman belanda (1947), peduli pada mereka yang miskin, dan juga menyelamatkan banyak orang yang menjadi korban ketidakadilan politik. Ia pun akrab dengan siapa pun termasuk pengemis yang sering berada di Keuskupan dan juga mereka yang beragama lain. Baca juga: “In Te Confido”, Film tentang Kardinal Justinus Darmojuwono Pr (2)

Ia percaya pada kebaikan dan kebaikan akan lebih mempesona daripada kejahatan. “Luwih gampang ngundang semut nganggo sasendok madu tinimbang sagelas cuka,” demikian kata Sang Kardinal pertama Indonesia ini.

Kepribadian yang luar biasa ini layak untuk ditmba kembali. Film In Te Confido menyuguhkan sebagian sikap dan kata-kata beliau yang sungguh hidup dan berbicara. Pesan-pesan berbicara alm. Bapak Kardinal Darmoyuwono diolah dan ditata secara logis agar membantu daya ingat akan kasih Tuhan dan pendorong kehidupan menggereja pada masa kini.

Kredit foto: Santo Paus Johannes Paulus II dan Kardinal Justinus Kardinal Darmojuwono Pr (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply