Mencari Rasul untuk Pembasuhan Kaki

kamisputih20112

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh 13, 14-15)

SEORANG romo bercerita bahwa dalam tahun pendidikan ini, rasul-rasul yang akan dibasuh kakinya berasal dari kelompok para guru. Dua belas guru sudah dipilih dan dilatih untuk tugas ini pada hari Kamis Putih.

Romo lain bercerita bahwa rasul yang akan dibasuh kakinya adalah perwakilan para siswa yang berprestasi.

Romo lain lagi bercerita bahwa sebuah stasi di wilayahnya kesulitan mendapatkan dua belas laki-laki yang akan berperan sebagai rasul, sehingga mereka mencari kekurangannya di stasi tetangga. Dua belas orang diberi tugas sebagai rasul. Mereka diminta memakai baju putih dan celana gelap. Mereka akan ikut perarakan, duduk di depan dan akan dibasuh kakinya.

Pembasuhan kaki para rasul merupakan kekhasan dari upacara Kamis Putih. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan kembali peristiwa yang telah terjadi sekian ribu tahun yang lalu, saat Yesus membasuh kaki para rasulnya dalam perjamuan malam terakhir.

Membasuh kaki rupanya menjadi kebiasaan masyarakat pada jaman itu, sebelum mereka memasuki tempat pesta atau perjamuan. Mereka biasanya membasuh kaki mereka sendiri. Hanya orang-orang yang terkemuka, terpandang atau terhormat yang dibasuh kakinya oleh para hamba atau pelayan.

Maka pembasuhan kaki juga mengungkapkan rasa hormat dan penghargaan atas para tamu yang datang. Kalau demikian, apa arti pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus?

Para rasul adalah orang yang dekat dengan Yesus. Mereka selalu menyertai-Nya setiap hari dan kemana saja Yesus berkarya. Kalau Yesus membasuh kaki mereka, itu mengungkapkan bahwa Yesus sungguh menghargai dan menghormati orang-orang yang selama ini dekat dengan kehidupan-Nya. Yesus sungguh mengasihi mereka sampai pada kesudahannya, tidak tanggung-tanggung atau setengah-setengah.

Sejauh mana saya juga menghargai, menghormati serta mengasihi orang-orang yang dekat dengan diriku, baik dalam keluarga, komunitas dan tempat kerja?

Teman-teman, selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply