Menabrak Tembok

Ayat bacaan: Yesaya 59:1-2
==========================
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

menabrak tembok, dosa menghalangi hubungan kita dengan Tuhan

Belakangan ini hujan turun setiap hari di kota saya. Hujan tersebut menimbulkan kabut dan mengaburkan kaca mobil saya, sehingga saya sulit melihat dengan jelas terutama untuk melihat ke belakang. Tadi malam ketika saya pulang kerja, seperti biasa saya hendak memarkirkan mobil dengan cara mundur ke dalam garasi. Sesuatu yang rutin saya lakukan, seharusnya tidak ada masalah untuk itu. Tapi kabut yang menutupi kaca mobil bagian belakang ternyata membuat saya sulit melihat, dan saya pun menabrak tembok rumah saya. Untunglah cuma bemper yang pecah, lampu mobil saya tidak sampai terkena dan pecah. Saya pun diingatkan tentang apa yang terjadi jika kita tidak bisa melihat dengan jelas ketika melangkah.

Ada orang yang menganggap Tuhan tidak mendengar doa mereka, tidak menjawab permintaan mereka dan sebagainya. Memang terkadang masalah waktu kita dengan waktunya Tuhan itu berbeda, dan apa yang dibuat Tuhan itu adalah segala sesuatu yang indah pada waktunya. (Pengkotbah 3:11). Namun ada satu hal yang juga harus kita waspadai, dan kita pastikan tidak sedang berkuasa atas diri kita, yaitu: dosa. Kita harus memastikan benar bahwa tidak ada kejahatan dalam diri kita, tidak ada dosa yang kita sembunyikan lagi dalam diri kita. Dosa itu bisa merintangi hubungan antara kita dengan Tuhan, sehingga Dia tidak mendengar dan menjawab doa-doa kita.

Jangan sembunyikan dosa-dosa anda, karena biar bagaimana pun Tuhan mengetahuinya dan hal tersebut bisa menjadi penghalang bagi kita untuk menerima berkat dan keselamatan dari Tuhan. Salomo berkata: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi. Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.” (Amsal 28:13-14).Kita harus segera membereskan dosa-dosa kita, mengakuinya dan bertobat. Tuhan Yesus mengingatkan hal yang sama pula. Mari kita lihat Yohanes 5 mengenai kisah Yesus ketika mengunjungi kolam yang disebut Betesda dan menyembuhkan orang yang sudah tiga puluh delapan tahun menderita penyakit. Setelah orang itu disembuhkan, Yesus berpesan padanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” (Yohanes 5:14). Dosa, baik besar atau kecil haruslah segera diselesaikan, diakui sehingga tidak menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan.

Seperti halnya kejadian menabrak tembok yang menimpa saya di awal renungan hari ini, dosa yang ada dalam diri kita bisa menghalangi pandangan kita, sehingga kita menjadi sulit melihat sesuai firman Tuhan dan akhirnya menjadi celaka. Saya sudah kenal betul posisi rumah saya, tapi masih juga bisa mengalami kecelakaan dengan menabrak tembok, seperti itu pula kita, yang mungkin sudah mengenal Tuhan, mengenal pribadiNya, namun dosa bisa menghalangi dan menjauhkan kita dariNya dan akhirnya mengalami celaka. Jangan beri toleransi pada dosa sekecil apapun, karena baik besar atau kecil tetaplah dosa yang bisa menjadi penghalang. “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.” (Galatia 5:9). Karena itu, ingatlah selalu pesan Yesus: “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.”(Matius 12:35) Singkirkan kabut yang menghalangi kita dengan Tuhan, sehingga kita jangan sampai “menabrak tembok” dan bisa selamat dalam perjalanan hidup kita.

Agar selamat dalam menempuh hidup, kita harus menyingkirkan kabut dosa yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply