Memuji Tuhan Di Dini Dan Sepanjang Hari

7 Juli - RmA 3

BIARLAH yang lain masih tidur dalam Lelap
pukul tiga sepuluh menit
alarm yang kupasang
sudah berdering
pagi ini

aku pun Bangun
sebelum lima menit Kemudian
lonceng Pertapaan berdentang
menembus Keheningan dini hari
dan di antara Seruanseruan sahurSahur
di kejauan Masjid kampungKampung

mengapa Bangun sedini itu
bukan Karena jawabnya
tetapi Untuk bersiap diri dan Hati
mengikuti Ibadat Bacaan
bersama para Pertapa
sesuai jadwal setengah empat Pagi

maka kubasuhlah wajahku
dengan air yang Dingin
dan kuberkumur bergosok gigi
lalu berpantas diri
mengenakan baju Kolarku
kuraih jas Hangatku
lalu melangkah menuju kapel Pertapaan

beberapa Pertapa sudah berdoa pribadi
kubersimpuh Pula berserah diri
di hadirat Ilahi yang Rahim dan Tersuci

dan Ibadat Bacaan pun dimulailah
dikumandangkanlah Madah
didaraskanlah Mazmurmazmur
dengan alunan nadanada yang Anggun
bersama rerumputan yang Berembun
membuat Jiwa terayunayun
membubung Melangit tinggi
menggapai Tuhan Yang Mahasuci

sekitar empat puluh lima menit
rangkaian bunga doa Ibadat Bacaan
berkumandang dalam Madah dan Pujian
dengan enam Mazmurmazmur
dan bacaanbacaan Rohani
dari Kitab Samuel Pertama
dan komentar Mazmur 32
yang ditulis oleh Santo Agustinus

kugenapilah hingga pukul setengah Lima
dalam Hening dan Doa
agar pas Satu jam memandang Tuhan
dalam Doa dan Keheningan

bersyukurlah atas para Pertapa
yang menghiasi hariHari kehidupan
dengan Hening dan Doa dan Karya
dan membawa kita
ke hadirat Allah Sang Pencipta
memuji Tuhan di dini hari
dan terus Sepanjang hari
hingga malam Completorium

dan mungkin kau pun
sudah Tidur lagi Lelap

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply