Mempertahankan Mahkota

Ayat bacaan: Wahyu 3:11
=====================
“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.”

mahkota

Banyak orang menganggap alangkah sulitnya untuk memulai sesuatu. Tapi bagi yang sudah memulai akan segera merasakan bahwa mempertahankan adalah lebih sulit dari memulai, apalagi untuk terus mengalami peningkatan. Jika anda meraih gelar juara misalnya, tantangan ke depannya adalah untuk menjaga agar mahkota itu tidak berpindah tangan. Seorang pelatih sepak bola akan segera berpikir strategi apa yang akan ia lakukan ke depan agar timnya bisa tetap menjadi juara. Mengapa lebih sulit? Ia berkata bahwa pada saat itu orang akan mulai membaca strateginya dan jika ia tidak melakukan sesuatu maka lawan akan mudah menjatuhkan timnya. Oleh karena itu walaupun seseorang sudah menjadi pemenang, itu tidak pernah bisa dijadikan alasan untuk berpuas diri dan kemudian berpangku tangan. Mahkota tetap bisa berpindah tangan, dan itu sangat tergantung dari seberapa besar komitmen kita untuk terus mempertahankan mahkota itu agar tetap berada dalam genggaman kita.

Dalam perjalanan hidup kita pun harus mempertahankan mahkota keselamatan hingga sampai ke garis akhir. Jemaat Filadelfia mendapatkan pesan seperti itu. Mereka dinasihatkan agar tetap hidup dalam ketaatan, jangan berubah, selalu berusaha serius untuk mempertahankan apa yang telah mereka peroleh agar mahkota kehidupan yang dijanjikan tetap berlaku bagi mereka. Pesan itu berbunyi seperti ini: “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” (Wahyu 3:11). Tidak saja untuk jemaat Filadelfia pada masa itu, pesan penting ini juga tentu berlaku bagi kita semua. Hari-hari yang kita hadapi sungguh sulit. Ada begitu banyak godaan, rintangan dan halangan selama kita hidup baik yang nyata-nyata maupun yang terselubung. Jika tidak hati-hati, setiap saat kita bisa terpeleset dan terjerumus jatuh ke dalam jebakan iblis. Dan akibatnya mahkota kehidupan pun akan lepas dari kita.

Dalam Ibrani kita sudah diingatkan agar tetap dengan teliti melihat segala sesuatu agar jangan sampai hanyut terbawa arus. “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.” (Ibrani 2:1).  Ibrani 2:1-4 memberikan pesan bagi kita agar kita jeli melihat jalan kita ke depan. Sepanjang Alkitab kita melihat bagaimana firman-firman Tuhan disampaikan baik lewat perantaraan malaikat, para nabi dan langsung oleh Kristus sendiri. Bahkan Tuhan sendiri telah menguatkan kesaksian-kesaksian yang telah tertulis itu lewat berbagai tanda dan mukjizat. Dalam begitu banyak kesempatan Tuhan telah menyatakan kuasaNya, juga membagi-bagikan berbagai pemberian termasuk tentunya keselamatan kekal dari Roh Allah sesuai kehendak Tuhan sendiri. Karena itulah jika semua itu sudah diberikan kepada kita, dan menjadi peringatan bagi kita, “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai” (ay 3).

Menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi adalah sebuah langkah awal yang besar. Tapi kita tidak boleh berhenti sampai pada titik ini saja. Apa yang selanjutnya penting adalah mempertahankan apa yang telah kita awali agar kita mampu melewati ujian, cobaan atau godaan hingga sampai ke garis akhir Ada firman-firman Tuhan yang telah diberikan kepada kita untuk menguatkan kita dalam melalui perjalanan hidup kita. Semua itu jelas akan memperkuat kita agar tetap tegar dalam menghadapi ujian demi ujian yang akan terus datang. Lulus atau tidak, itu semua tergantung dari komitmen kita, karena Tuhan telah memberikan kekuatan lewat firman-firmanNya yang meneguhkan, bahkan telah menganugerahkan kita dengan Roh Kudus sebagai Penolong yang akan selalu menyertai kita untuk selama-lamanya (Yohanes 14:16), dan akan selalu siap membimbing kita dalam setiap langkah. Betapa ironis apabila apa yang telah kita mulai dengan baik akhirnya harus sia-sia akibat keteledoran kita sendiri. Oleh karena itu, tetaplah bertahan dalam berbagai ujian. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12). Marilah tetap bertekun dalam doa dan tetaplah isi diri kita dengan firman-firman Tuhan. Jangan keraskan hati ketika menerima suaraNya, agar kita senantiasa memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan keselamatan yang telah kita peroleh lewat menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Penulis Ibrani mengingatkan demikian: “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” (Ibrani 3:7-11). Mari kita tetap serius dalam menjaga diri kita, agar jangan sampai murka Allah jatuh kepada kita dan mahkota kehidupan berlalu dari kita. “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.” (ay 14).

Memulai dengan benar itu baik, selanjutnya adalah mempertahankan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. ibrani 2 1-4
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: