Memikul Kuk Bersama Yesus

16 Juli - RmA 2

Kamis, 16 Juli 2015
Kel 3:13-20; Mzm 105:1,5,8-9,24-27; Mat 11:28-30

Yesus Kristus bersabda, “Pikullah kuk yang Kupasang… sebab enaklah kuk yang Kupasang…”

APAKAH yang dimaksudkan Yesus dengan sabda ini? Pada zaman Yesus, orang-orang Yahudi menggunakan gambaran kuk untuk mengungkapkan penyerahan kepada Allah. Maka dengan mengundang kita untuk memikul kuk yang dipasang-Nya, Yesus mengajak kita untuk berserah kepada Allah sebagaimana Ia sendiri sudah melakukannya.

Yesus Kristus mengundang kita untuk memikul kuk bersama-Nya. Artinya, kita diundang untuk mempersatukan hidup kita dengan hidup-Nya, kehendak kita dengan kehendak-Nya, dan hati kita dengan hati-Nya. Kita bersatu dengan Dia dalam relasi kasih, iman dan ketaatan.

Yesus juga menawarkan kepada kita pertolongan-Nya yang penuh kasih. Ia memikul beban-beban (bersama) kita. Bersama-Nya, tak beban yang terlalu berat untuk dipikul sebab beban itu diberikan dan dipanggul dalam cinta.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita datang kepada Yesus Kristus. Kita tak hanya menyembah Dia tetapi juga memikul kuk kehidupan kita bersama-Nya. Ia akan memikul beban-beban hidup kita dan memberi kita kekuatan-Nya untuk menempuh jalan kasih-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, (dalam Adorasi Ekaristi Abadi) Engkau menawarkan kepada kami istirahat yang penuh sukacita dalam kehadiran-Mu. Kami akan menempuh jalan-Mu setiap hari. Semoga kami menempuh jalan kasih dan rahmat-Mu dan mengalami pembebasan dari daya kuasa dosa. Semoga kami selalu mengandalkan kasih-Mu dan berserah kepada kehendak-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: