Membentuk Nurani Warga Negara Bertanggungjawab (2)

indonesia

DALAM Tradisi Gereja Katolik, menjadi warga negara yang bertanggungjawab merupakan sebuah keutamaan dan keterlibatan dalam kehidupan politik merupakan sebuah kewajiban moral. Sebagai umat Katolik, kita harus selalu dipimpin oleh keyakinan moral kita daripada kelekatan kita atau kepentingan partai ataupun kelompok sempit.

Dalam kehidupan politik sekarang ini, umat Katolik Indonesia, sebagai kelompok minoritas di tengah mayoritas umat muslim, mungkin merasa diri terasing dan kurang merasa berarti, dan bahkan mungkin merasakan bahwa calon presidan yang diusung partai tidak ada yang dapat mengakomodasi cita-cita dan harapan kita sebagai umat Katolik, terutama dalam perjuangan menjaga kemartabatan manusia.

Namun, umat Katolik yang terlibat dalam kehidupan politik, yang bekerja sebagai pegawai negeri dan pelayan rakyat perlu bersikap dan bertindak selaras dengan prinsip moral ajaran Gereja dan semakin terlibat lebih dalam dalam tampuk pemerintahan, bekerja melalui partai dan mengomunikasikan keprihatinan kita kepada pejabat yang terpilih. Jangan sampai ada yang golput dalam rangka menyuarakan kepentingan mereka bila hal itu terkait dengan kepentingan hidup mereka dan kesejahteraan rakyat banyak.

Sebuah etika kehidupan yang konsisten haruslah menjadi pedoman bagi setiap umat Katolik yang terlibat dalam kehidupan politik. Mereka tidak dapat meredusir etika Katolik pada satu atau dua isu, atau memperlakukan semua isu sebagai hal yang secara moral sama, atau malahan sebaliknya meredusir ajaran moral Katolik pada satu atau dua isu.

Komitmen ajaran moral Katolik melingkupi usaha kita menjaga setiap kehidupan dan hak-hak asasi manusia, dari pembuahan sampai kematian secara natural, dan dalam kewajiban fundamental kita untuk menghormati dan menghargai kemartabatan dan keluhuran manusia sebagai anak-anak Allah.

Pemilih Katolik hendaknya memakai ajaran moral Gereja untuk meneliti kehidupan dan posisi para calon presiden dengan mempertimbangkan kinerja, filosofi dan integritas para calon presiden. Adalah penting bagi setiap umat Katolik untuk melihat semua itu mengatasi partai politik, menganalisis secara kritis berbagai macam retorika capres selama masa kampanye, dan memilih pemimpin mereka berdasarkan prinsip-prinsip Kristiani, bukan berdasarkan keterikatan pada partai ataupun kepentingan diri.

Adapun tema-tema tentang bagaimana ajaran moral dan sosial Gereja Katolik, bisa dipertimbangkan sebagai kriteria pemilihan calon presiden bisa dilihat dalam lembaran untuk menilai rekam jejak calon presiden, yang dilengkapi dengan 4 kriteria kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. (Lihat lembar simulasi). Secara singkat, prinsip-prinsip ini dapat dipahami sebagai berikut:

Prinsip untuk menjaga hak hidup dan kemartabatan manusia sebagai pribadi. Hidup manusia itu suci. Serangan secara langsung pada manusia yang tidak berdosa tidak pernah secara mora dapat dibenarkan. Umat Katolik melindungi kehidupan sejak pembuahan, anti-aborsi, euthanasia, dan menolak embrio manusia untuk uji coba laboratorium.

Kejahatan secara intrinsik terkait hal ini harus dilawan. Ajaran ini juga mengajak umat Katolik untuk menolak genosida, penyiksaan, perang yang tidak adil, penggunaan hukuman mati. Umat Katolik diharapkan mencari cara-cara perdamaian, membantu mengentaskan kemiskinan, menolak sukuisme, dan keadaan-keadaan lain yang merendahkan kemartabatan manusia.

Umat Katolik terpanggil untuk membangun kehidupan keluarga, komunitas dan berpartisipasi dalam kehidupan publik. Kehidupan keluarga, yang mendasarkan diri pada pernikahan pria dan wanita, merupakan unit fundamental sebuah masyarakat. Keluarga sebagai tempat meneruskan keturunan, pendidikan anak tidak dapat diabaikan atau dihilangkan.

Mendukung kekokohan keluarga harus menjadi prioritas bagi kebijakan sosial dan ekonomi. Bagaimana masyarakat kita diorganisasi akan memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan individu dan masyarakat. Setiap kelompok dan komunitas dalam masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam mempromosikan kesejahteraan individu dan kebaikan bersama.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: