Membekali Anak Dengan Firman Tuhan

Ayat bacaan: Amsal 1:10
=====================
“Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut”

Kelompok-kelompok berandalan sepertinya tidak bisa dihapuskan dari negeri ini. Bayangkan, mereka bisa seenaknya konvoi di jalan dan menyabet orang yang tidak tahu apa-apa dengan clurit atau bahkan samurai seperti di film-film yakuza Jepang, menendang orang yang sedang mengendarai motor lalu merebut motornya, merampas tas pengendara lainnya tanpa peduli keselamatan jiwa korban dengan seenaknya. Polisi sepertinya kura-kura dalam perahu saja. Ada yang ditangkap, tapi hanya ‘dibina’ dan dikembalikan kepada orang tuanya. Besok si anak bisa beroperasi lagi. Apakah ada orang besar dibelakang mereka sehingga polisi segan untuk turun tangan? Atau alasan-alasan lainnya yang jauh lebih tinggi ketimbang melindungi dan mengayomi warganegara seperti tugas yang seharusnya? Entahlah. Tapi sekiranya pun dikembalikan kepada orang tua, seharusnya orang tua juga mampu mendidik anaknya. Kalau perlu menegur dan menghukum. Kenyataannya ada banyak anak yang memang dibiarkan sejak kecil. Orang tua tidak peduli kepada siapa anak mereka bergaul dan malah membela anaknya yang bersalah. Suatu kali petasan dilemparkan ke dalam rumah saya dan hampir mengenai kepala istri saya. Ketika saya pergi menjumpai para ibu yang ada di lokasi kejadian, mereka pun semua berdalih tidak melihat dan mengaku anaknya tidak mungkin melakukan. Padahal mereka duduk disana dan anak-anak mereka juga yang tengah bermain petasan. Tidak heran apabila ketika remaja anak-anak ini akan ‘naik kelas’ dalam melakukan kejahatan. Disaat seperti itu, orang tua tidak lagi berani menegur dan tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Perekrutan anggota gang sudah dimulai sejak anak-anak itu masih di sekolah dasar, dan akan itens pada tingkat sekolah menengah pertama. Artinya, anak-anak berusia 12-15 tahun sudah bisa melakukan tindakan biadab yang mengancam keselamatan orang lain. Tidak jarang pula anggota gang muda ini harus melakukan sesuatu yang ‘hebat’ seperti merampas motor orang dan sebagainya agar bisa naik pangkat. Jika bukan pihak berwajib, tentu orang tua yang harusnya punya peran. Apalagi mereka yang melahirkan dan membesarkan, dan anak akan terbentuk sesuai dengan bagaimana orang tua mendidik mereka. Kalau bukan anggota gang, lihat pula anak-anak lainnya yang terjerumus obat-obatan terlarang, seks bebas, aborsi dan sebagainya. Dan itu seringkali juga timbul dari pergaulan yang salah yang tidak diperhatikan oleh orang tuanya.

Para orang tua tentu harus mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari bahaya secara fisik , tapi jangan lupa pula bahwa anak-anak pun harus dipersiapkan dengan baik secara spiritual sedini mungkin. Amsal Salomo berkata “Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut” (Amsal 1:10). Apa yang dipesankan Salomo ini menggambarkan bahwa pengaruh buruk kepada anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang jahat termasuk pengaruh premanisme ternyata sudah ada sejak masa Salomo hidup. “jikalau mereka berkata: “Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena; biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur; kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan; buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian..” (ay 11-14). Bukankah hari ini bentuk kekerasan dan kejahatan yang dilakukan gang-gang preman ini masih sama? Ternyata pesan Salomo masih relevan hingga hari ini. Manusia tidak kunjung berubah menjadi lebih baik. Maka Salomo pun menunjukkan pentingnya orang tua untuk mengingatkan anak-anaknya sejak awal, seperti yang ia lakukan sendiri lewat seruan-seruannya. “Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka, karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.” (ay 15-16).

Tidak ada jalan lain, para orang tua hendaknya rajin menanamkan Firman Tuhan kepada anak-anaknya sejak dini. Alkitab bahkan menyebutkan bahwa itu harus dilakukan sering-sering. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:7). Ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk dicermati, agar sejak awal anak-anak kita akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Tanpa kemampuan membedakan, mereka akan mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan sesat yang bisa membahayakan hidup mereka. Jika kita sudah menanamkannya sejak kecil, mereka pun akan dapat hidup benar hingga masa tuanya kelak. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6).

Dengan sangat jelas firman Tuhan berkata: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16). Demikianlah pentingnya Firman Tuhan bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi anak-anak kita. Pemazmur berkata: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Firman Tuhan itu pelita dan terang bagi Pemazmur, bagi anda dan saya, juga kepada anak-anak kita. Firman Tuhan akan mampu menuntun dan menerangi mereka agar mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mengingatkan anak-anak akan bahaya secara fisik itu penting, tapi menanamkan Firman Tuhan berulang-ulang adalah lebih penting lagi, agar mereka siap secara spiritual untuk hidup di dunia yang keras dan penuh dengan segala penyesatan ini. Kepada kita yang dewasa sudah diingatkan bahwa dosa selalu mengintip di depan pintu untuk masuk menghancurkan kita apabila kita tidak berbuat baik (Kejadian 4:7), hal yang sama berlaku pula bagi anak-anak kita yang masih kecil atau belia. Oleh karenanya, sebagai orang tua persiapkanlah anak-anak anda sejak dini lewat Firman Tuhan. Ajarkanlah berulang-ulang agar mereka tahu yang benar dan yang salah, tidak gampang terpengaruh ajakan jahat serta mampu mengarungi hidup yang berkemenangan penuh berkat seperti yang diinginkan Tuhan sepanjang hidup mereka.

Firman Tuhan itu pelita yang menerangi hidup anak-anak kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: