Membawa Yesus

Membawa Yesus
Selamat Hari Minggu saudara-saudara terkasih. Semoga di hari Minggu ini, kita semua berkumpul bersama keluarga dan meluangkan waktu untuk Ekaristi. Hari ini adalah Hari Minggu Biasa pekan XII tahun B.
Sabda Tuhan hari ini mengkisahkan par…

yesus menggendong anak

Membawa Yesus

Selamat Hari Minggu saudara-saudara terkasih. Semoga di hari Minggu ini, kita semua berkumpul bersama keluarga dan meluangkan waktu untuk Ekaristi. Hari ini adalah Hari Minggu Biasa pekan XII tahun B.

Sabda Tuhan hari ini mengkisahkan para murid yang sedang ditempa badai taufan di laut. Saya mau merenungkan sisi para murid yang sedang ditempa badai taufan. Sebab, pengalaman para murid pun juga pengalaman kita sebagai umat beriman.

Badai taufan bisa diartikan sebagai lika-liku kehidupan. Terkadang dinamika hidup ada di posisi atas, tetapi juga ada di posisi bawah. Kita semua berharap dinamika hidup selalu baik-baik saja. Namun siapa yang tahu kehidupan di depan kita.

Saya pernah mengalami situasi kritis bersama keluarga. Waktu itu tahun 2012-2013, keluarga saya mengalami masa kritis keuangan. Situasi seperti itu mempengaruhi panggilan saya sebagai calon imam. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan waktu itu, saya sakit lumpuh total. Saya merasa jatuh dan tertimpa tangga. Saya hanya berserah kepada Tuhan agar keluarga kami mampu melampaui situasi kritis itu. Saya merasa iman kami sedang diuji. Semua pondasi dan bangunan iman yang telah dibangun runtuh seketika. Singkat cerita, tahun 2014 keluarga kami bisa menyelesaikan situasi kritis itu.

Dari pengalaman itu, saya bisa membayangkan pengalaman para murid yang sedang di ambang batas. Para murid mengalami acaman kematian. Namun apa yang dibuat para murid saat itu? Para murid memanggil dan membangunkan Yesus. Para murid membawa Yesus dalam perjalanan mereka. Kata membawa Yesus berarti selalu mengenakan Yesus dalam situasi apapun. Ketika untung kita mampu bersyukur. Ketika mutung kita senantiasa berharap. Ketakutan dan ketidakpercayaan akan kuasa Yesus tentu amat sangat wajar ketika mengalami situasi kritis. Namun di situlah iman kita diuji sungguh. Yesus bangun dari tidur dan menghardik badai taufan hingga diam.

Sikap penyerahan kita kepada Yesus menjadi sikap beriman kita. Ketika kita tidak bisa melampaui situasi kritis, Yesus hadir untuk menyelesaikan. Akhirnya saya bisa merasakan bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian kepada kita yang melebihi kekuatan kita. Iman kita sering ragu dan goyah. Namun kita ingin tetap bertahan dalam kerapuhan dan kegoyahan. Yesus andalan kita. Mari kita semakin berserah total kepada Yesus. Mari kita senantiasa membawa Yesus dalam kehidupan sehari-hari dan hidup beriman. Sehingga kita mampu melampaui situasi kritis dalam nama Tuhan Yesus.

 

Feel free membawa Tuhan Yesus.jtjs yesus menggendong anak tuhan-yesus-2

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply