Membawa Sesama kepada Yesus

7 Juli - RmA 2Selasa, 7 Juli 2015 Pekan Biasa XIV Kej 32:22-32; Mzm 17:1-3,6-8b,15; Mat 9:32-38 “Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.” MARI belajar dari orang yang membawa orang yang bisu dan kerasukan setan itu kepada Yesus seperti diwartakan dalam Injil hari ini. Bisa jadi ia keluarganya atau temannya atau kerabatnya. Satu hal penting bagiku adalah, siapa pun mereka itu, mereka memiliki maksud baik membantu orang yang mengalami tekanan yang kronis atau penyakit mental dan badan yang tak tersembuhkan. Mereka membawa orang bisu yang kerasukan setan kepada Yesus dengan harapan bahwa Yesus akan membebaskan dia. Tanpa diragukan, mereka berbelas kasih kepada orang itu yang mengalami derita ganda, sudah bisu kerasukan setan pula. Ia tak hanya tak bisa berbicara tetapi juga sangat terganggu secara mental dan spiritual. Saya bayangkan, bahwa ia putus asa dan tak berpengharapan lagi. Namun Yesus membebaskan dia seketika dari roh jahat dan memulihkan kemampuannya untuk berbicara pada saat yang sama. Yesus menganugerahkan kepadanya mukjizat berlipat yang membuat orang banyak yang melihatnya takjub hingga mereka bilang, “Yang begini ini belum pernah terjadi di Israel!” Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mendekati dan menyembah Yesus Kristus dengan iman yang penuh pengharapan. Kita mengandalkan Dia bahwa Ia dapat membebaskan kita dari apa pun yang kita derita. Kita membawa pula setiap orang yang membutuhkan doa kita di hadirat-Nya apa pun penyakit yang ada, pikiran maupun badan, beban hidup dan dosa yang melumpuhkan, serta ketakutan-ketakutan yang melukai dan tak terkendali. Tuhan Yesus Kristus, Engkau dapat memberikan mukjizat berlipat kepada siapa pun yang mengandalkan Dikau. ENgkau membawa hidup baru dan kebebasan bagi kami. Anugerahkanlah kebebasan kepada semua yang datang pada-Mu dan mengandalkan Dikau. Semoga kami membawa kabar baik ramat keselamatan dan belas kasih-Mu kepada  siapa saja di sekitar kami yang membutuhkan kasih penyembuhan dan pengampunan-Mu kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

7 Juli - RmA 2

Selasa, 7 Juli 2015
Pekan Biasa XIV
Kej 32:22-32; Mzm 17:1-3,6-8b,15; Mat 9:32-38

“Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.”

MARI belajar dari orang yang membawa orang yang bisu dan kerasukan setan itu kepada Yesus seperti diwartakan dalam Injil hari ini. Bisa jadi ia keluarganya atau temannya atau kerabatnya.

Satu hal penting bagiku adalah, siapa pun mereka itu, mereka memiliki maksud baik membantu orang yang mengalami tekanan yang kronis atau penyakit mental dan badan yang tak tersembuhkan.

Mereka membawa orang bisu yang kerasukan setan kepada Yesus dengan harapan bahwa Yesus akan membebaskan dia. Tanpa diragukan, mereka berbelas kasih kepada orang itu yang mengalami derita ganda, sudah bisu kerasukan setan pula. Ia tak hanya tak bisa berbicara tetapi juga sangat terganggu secara mental dan spiritual.

Saya bayangkan, bahwa ia putus asa dan tak berpengharapan lagi. Namun Yesus membebaskan dia seketika dari roh jahat dan memulihkan kemampuannya untuk berbicara pada saat yang sama. Yesus menganugerahkan kepadanya mukjizat berlipat yang membuat orang banyak yang melihatnya takjub hingga mereka bilang, “Yang begini ini belum pernah terjadi di Israel!”

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mendekati dan menyembah Yesus Kristus dengan iman yang penuh pengharapan. Kita mengandalkan Dia bahwa Ia dapat membebaskan kita dari apa pun yang kita derita. Kita membawa pula setiap orang yang membutuhkan doa kita di hadirat-Nya apa pun penyakit yang ada, pikiran maupun badan, beban hidup dan dosa yang melumpuhkan, serta ketakutan-ketakutan yang melukai dan tak terkendali.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau dapat memberikan mukjizat berlipat kepada siapa pun yang mengandalkan Dikau. ENgkau membawa hidup baru dan kebebasan bagi kami. Anugerahkanlah kebebasan kepada semua yang datang pada-Mu dan mengandalkan Dikau. Semoga kami membawa kabar baik ramat keselamatan dan belas kasih-Mu kepada  siapa saja di sekitar kami yang membutuhkan kasih penyembuhan dan pengampunan-Mu kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply