Membantu Anak-anak Mengembangkan Bakat

bakat pengembangan by marketinglandAPA  yang akan Anda lakukan terhadap bakat atau kemampuan yang ada dalam diri anak-anak Anda? Anda biarkan saja bakat-bakat itu bertumbuh secara alamiah? Atau Anda membantu mereka untuk mengembangkan bakat-bakat mereka? Salah satu personel The Dance Company, yaitu Ibrahim Imran alias Baim (38), dengan sabar memangku putrinya, Sarah Abiela Ibrahim atau Abey (4). Keduanya terlihat […]

bakat pengembangan by marketingland

APA  yang akan Anda lakukan terhadap bakat atau kemampuan yang ada dalam diri anak-anak Anda? Anda biarkan saja bakat-bakat itu bertumbuh secara alamiah? Atau Anda membantu mereka untuk mengembangkan bakat-bakat mereka?

Salah satu personel The Dance Company, yaitu Ibrahim Imran alias Baim (38), dengan sabar memangku putrinya, Sarah Abiela Ibrahim atau Abey (4). Keduanya terlihat akrab dengan baju berwarna senada, yaitu kaus hitam, saat memberikan dukungan kepada para gitaris yang akan menggelar konser amal.
Ia berkata, “Iya nih, saya ngak bisa ikut, makanya sekarang datang untuk memberi dukungan kepada para gitaris. Saya ada acara dengan TDC di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sebenarnya sudah minta pemain pengganti ke manajemen, tapi enggak bisa.”

Beberapa kali Baim meminta Abey berpose saat kamera wartawan mengarah ke arah mereka berdua.

Dengan gaya manis, Abey pun berpose seperti model. Suami dari artis Artika Sari Devi ini berkata, “Kayaknya dia meniru emaknya, nih.”

Baim mengakui, dia dan Artika memang tidak mempunyai asisten rumah tangga untuk mengurus anak-anaknya. Jika Baim Bersama Abey, maka Artika mengasuh Dayana Zoelie Ibrahim yang baru berusia 10 bulan di rumah.

Tentang anak-anaknya, Baim berkata, “Saya dan Artika membebaskan anak-anak untuk memilih sendiri apakah menjadi artis atau tidak. Kalau Abey sering ikut-ikutan saya kalau lagi pegang gitar dan nadanya bener pula.”

Sahabat, sering orangtua memaksakan anak-anak mereka untuk mengikuti kehendak mereka. Atau orangtua memaksa anak-anak mengikuti jejak mereka. Tentu saja hal seperti ini menjadi beban bagi perjalanan hidup anak-anak. Anak-anak yang semestinya masih menikmati masa bermain, tetapi harus melakukan hal-hal yang menjadi beban bagi mereka.

Kisah tadi memberi kita inspirasi untuk tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Para orangtua mesti memberi ruang dan waktu bagi anak-anak mereka untuk berkembang dengan lebih baik.

Memaksakan kehendak kepada anak-anak hanya akan merugikan diri anak-anak itu sendiri. Biarlah anak-anak itu bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Untuk itu, orangtua mesti peka terhadap kemampuan atau talenta yang ada dalam diri anak-anak mereka. Talenta-talenta itu mesti ditemukan, agar anak-anak bertumbuh dan berkembang menuju arah yang lebih baik dan benar. Dengan demikian, mereka memiliki tujuan hidup yang lebih pasti.

Nah, setelah menemukan talenta-talenta yang ada dalam diri anak-anak itu, orangtua mesti memberikan motivasi. Orangtua memberi mereka rangsangan-rangsangan, sehingga talenta yang dimilik anak-anak itu berkembang menjadi lebih baik.

Tentu saja hal ini tidak mudah, karena banyak orangtua merasa bingung dengan talenta yang dimiliki anak-anak mereka. Bahkan ada orangtua yang tidak tahu sesungguhnya bakat atau kemampuan seperti apa yang dimiliki anak-anak mereka. Karena itu, para orangtua mesti berjuang keras untuk menemukan dan kemudian mengembangkan talenta yang ada dalam diri mereka. Dengan demikian, anak-anak memiliki tujuan hidup yang lebih baik. Tuhan memberkati.

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Martketingland)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply