Membangun Indonesia yang Bermartabat

indonesia3

SETELAH kita melaksanakan pemilihan calon legislatif yang lancar dan aman, kita boleh mengapresiasi keterampilan emosional masyarakat yang meningkat kepeduliannya untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan wakil rakyat ini. Walaupun demikian, menurut saya, hasil yang kita dapatkan masih belum menggembirakan.  Angka keterwakilan perempuan semakin merosot dari harapan, setidaknya 30 persen dari jumlah seluruh anggota legislatif.

Sesungguhnya keterwakilan 30 persen perempuan adalah cermin dari keadilan demokrasi. Dengan ini, seharusnya kita bisa menciptakan keputusan-keputusan yang sungguh mempedulikan kepentingan laki-laki dan perempuan secara setara. Kita perlu menjadikan kenyataan ini sebagai agenda serius yang harus kita tindaklanjuti bersama ke arah kesepahaman dan kesepakatan yang lebih tegas di waktu mendatang. Semua pihak terkait harus bersedia duduk bersama dengan legowo mempersilakan keterwakilan 30 persen perempuan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengangkat suara rakyat yang sebenarnya. Tentu saja, perempuan yang memiliki kompetensi dan kepedulian penuh terhadap keadaan masyarakatlah yang pantas duduk di kursi legislatif. Semoga kelak, tidak ada lagi caleg-caleg stress yang mengganggu kenyamanan kita mengikuti berita-berita media massa setelah pelaksanaan pemilu lima tahun mendatang. Artinya, calon wakil rakyat yang akan maju adalah pribadi matang yang mengerti segala risiko yang akan dihadapi dalam keputusannya melangkah ke ajang pemilihan wakil rakyat.

Saat ini kita tentu sedang bersiap untuk melangkah ke tahap pemilihan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang ketujuh. Tentu harapan agar pelaksanaan pemilu ini dapat dilaksanakan dengan aman, lancar, dan semakin banyak lagi partisipasi rakyat, adalah keinginan kita bersama. Siapa calon-calon presiden dan wakil presiden kita sudah ditetapkan. Tentu  kita telah banyak mendengar dan membaca informasi tentang kedua pasangan calon beserta partai pendukung yang bisa kita proyeksikan, ke mana Indonesia akan dibawa. Visi dan misi sudah jelas baik dan ideal isinya. Akan tetapi sesungguhnya perjalanan panjang pengalaman dan sejarah para calon pemimpin bangsalah yang harus menjadi perhatian kita dalam menentukan pilihan kita kelak. Karakter dan perilaku merupakan cermin dasar yang paling jujur yang akan mempengaruhi gerak langkah dan keputusan yang akan diambil dalam membawa bangsa dan negara ini. Profil rakyat Indonesia yang heterogen/bhinneka adalah sebuah fakta yang harus kita akui dan sadari sejak negara ini memproklamasikan kedaulatannya. Indonesia yang bhineka dengan dasar Pancasila adalah kartu mati yang harus kita perkuat dan tingkatkan kualitasnya di segala dimensi kehidupan ini. Bersama membangun Indonesia adalah gambaran dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Tidak ada diskriminasi. Semua warga negara berhak ikut ambil bagian di lini masing-masing dengan tujuan mulia, atas dasar cita-cita kesejahteraan bersama. Harus diakui, bahwa menuju kearah kesejahteraan bersama masih membutuhkan waktu dan kerja keras yang tidak instan.

Saya mencatat permasalahan masyarakat yang serius harus kita tangani bersama. Mulai dari tindak korupsi, pembangunan mental dan karakter bangsa yang harus dibentuk dengan konsep Indonesia, peniadaan segala bentuk kekerasan, ketidakadilan dan diskriminasi, perbaikan infrastruktur yang harus dirasakan oleh seluruh wilayah di Indonesia, dan segala upaya yang harus dilakukan untuk menciptakan rakyat Indonesia yang sehat dan sejahtera. Catatan global yang bisa menjadi lebih luas dan lebar jika kita meneliti satu demi satu permasalahan yang harus kita selesaikan bersama.

Berpijak pada seribu satu macam persoalan negeri, kita harus memilih presiden dan wakilnya yang memiliki hati dan kasih kepada rakyat. Pribadi jujur dan rendah hati, yang mau bekerja keras, peduli pada perbaikan nasib rakyat, serta lingkungan alam raya Indonesia. Pemimpin yang kita cari adalah sosok yang bisa menjadi teladan bagi keluarga Indonesia, sehingga sanggup menciptakan semangat kerja, semangat positif, semangat juang, semangat kebersamaan, sehingga akan terbangun ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat yang memberi rasa nyaman. Keluarga yang visioner dan memiliki konsep terencana menjadi dasar berpijak untuk menciptakan masyarakat yang kuat. Sebab dari sebuah keluarga yang baik akan tumbuh pribadi-pribadi bangsa yang baik pula. Pembangunan mental dan spiritual yang baik datang dari sebuah keluarga yang menghargai keunikan setiap pribadi anggota keluarganya. Di keluargalah dibangun kasih sayang, keadilan, kepedulian, kebersamaan, dan empati pada orang lain.   Akhirnya, kita lah warga negara yang harus menyempurnakan konsep besar pemimpin bangsa sesuai dengan potensi, kemampuan dan kendala yang diubah menjadi peluang besar yang membanggakan. Sekaranglah waktunya untuk bersama-sama melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

Membangun Indonesia yang bermartabat, akan mampu  menciptakan pribadi bangsa yang tangguh, pandai, dan memiliki hati serta kasih. Indonesia yang bermartabat adalah negeri yang memiliki konsep lingkungan hidup dengan tata kelola alam raya yang berimbang. Jika setiap pencapaian langkah besar pembangunan bangsa dan negara dengan target menuju Indonesia yang bermartabat bisa dilaksanakan, kita akan melihat sorot mata anak-anak Indonesia yang optimis, para perempuan yang bahagia menjalankan semua peran yang dipilihnya dengan kemerdekaan hatinya, serta para laki-laki ksatria yang nyaman berkarya di mana pun dengan kualitas optimal. Mereka akan bangga berkarya di bidangnya masing-masing. Menjadi petani yang maju, nelayan yang tangguh, ilmuwan yang bertanggung jawab, pengusaha yang kuat, atau pun pamong praja yang bekerja demi masyarakat luas. Adakah Anda sudah memantapkan hati, siapa calon presiden dan wakil presiden yang mampu membangun Indonesia yang bermartabat?

Hildegard Della Pradipta, penulis adalah Presidium Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Pusat dan Dewan Pengurus pada Pusat Pemberdayaan Perempuan dalam Politik, serta Pembina Taman Bacaan Masyarakat Jendela Dunia.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: