Melimpah (2)

(sambungan)

Dari sosok Elia kita bisa belajar pula bahwa doa sebagai sarana bagi kita untuk berhubungan dengan Tuhan mampu membawa turunnya berkat melimpah ini. Selain dijuluki nabi api, Elia juga dikenal sebagai nabi hujan atau the rain maker. Elia hanyalah manusia biasa, sama seperti kita. Tetapi apa yang membedakan adalah kesungguhannya dalam berdoa. Perhatikan apa yang dikatakan Yakobus berikut mengenai Elia. “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.” (Yakobus 5:17-18). Mari kita beri penekanan pada kata “berdoa”, “hujan” dan “buah”. Ada banyak dari kita yang terus menerus bekerja tanpa henti, meletakkan pekerjaan atau karir di atas segalanya sehingga menomorduakan bahkan melupakan berdoa sebagai sebuah kewajiban yang harus kita lakukan. Atau mungkin berdoa, tapi berdoa hanya sebatas konteks kebiasaan, rutinitas, dan bukan berasal dari kerinduan hati terdalam untuk mencari dan bersekutu dengan Tuhan karena mengasihi Tuhan. Maka lewat kisah Elia kita bisa belajar untuk tidak melupakan kesungguhan dalam “berdoa”, agar “hujan” turun dengan lebat dan membuat kita “berbuah”.

Berbuah dengan subur bukan hanya berbicara mengenai berkat-berkat jasmani, tapi juga mengenai berkat-berkat rohani. Berbuah tidak hanya dalam pekerjaan, studi, karir dan jabatan, namun juga dalam hal pelayanan. Apakah pelayanan anda selama ini sudah disertai dengan doa yang sungguh-sungguh? Ingatlah bahwa doa yang berasal dari orang benar, dan dengan yakin diucapkan, akan memiliki kuasa yang sangat besar. “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b). Berdoa dengan sungguh-sungguh yang berasal dari hati akan membuat Tuhan membuka perbendaharaanNya yang melimpah dari Surga untuk menurunkan hujan berkatNya ke atas kita, hujan yang akan membuat bumi termasuk kita di dalamnya sanggup mengeluarkan buah. Selain bekerja, janganlah melupakan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan berkenan melimpahkan hujan dari langit untuk kita.

Selain itu, ingat pula kewajiban kita untuk memberikan persembahan perpuluhan. Apa kata Tuhan akan hal ini? “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10). Pemberian perpuluhan dikatakan akan membukakan tingkap-tingkap langit (windows of heaven, floodgates of heaven, “s” disana berarti bukan hanya satu tapi banyak) dan mencurahkan berkat hingga berkelimpahan. Ini adalah hal serius yang tidak boleh kita lupakan. Faktanya ada banyak orang yang merasa pelit untuk memberi, berhitung untung rugi atau malah beranggapan bahwa perpuluhan adalah sarana untuk menyogok Tuhan untuk mengabulkan permintaannya. Orang-orang ini akan terus berdebat tanpa henti apakah yang harus diserahkan tepat 10% atau tidak. Ada yang mengatakan harus, ada yang tidak, tetapi saya lebih tertarik untuk berpikir seperti ini: seandainya saya memberi dengan penuh sukacita tepat 10% atau bahkan lebih, apakah saya akan kekurangan? Faktanya tidak. Ada begitu banyak kesaksian yang saya dengar secara langsung, dan saya sendiri sudah membuktikannya. Tuhan justru akan membuka floodgates of heaven dan membalas dengan berlipat ganda hingga berkelimpahan kepada orang-orang yang memberi dengan kerelaan hati, atas dasar ketaatan dan kasihnya, dan dengan penuh sukacita.

Elia bukan Tuhan dan bukan pula dewa. Elia adalah hanya manusia biasa yang sama seperti kita, yang punya kelemahan dan keterbatasan. Seperti kita, ia pun mengalami masa-masa ups and downs, pasang surut dalam perjalanan hidupnya. Tiga tahun enam bulan dikatakan bangsa Israel mengalami paceklik akibat kekeringan. Bayangkan apa yang bisa terjadi jika hujan tidak kunjung turun selama itu. Tanah akan gersang akibat kemarau berkepanjangan, dan bukan saja hasil pertanian, tetapi mungkin untuk minum pun orang sudah sulit pada masa itu. Tetapi lihatlah doa Elia mampu menurunkan hujan yang berlimpah ruah sehingga bumi pun kembali mengeluarkan buahnya. Jika lewat Elia hujan bisa turun, maka hujan itu pun mampu turun atas kita sampai kita mengeluarkan buah, baik dalam pekerjaan, studi, kehidupan maupun pelayanan. Ingin memiliki pekerjaan, studi, hidup dan pelayanan yang berbuah? Sertailah kegiatan-kegiatan anda dengan doa yang sungguh-sungguh dan jangan lupa pula bahwa ketaatan akan firmanNya yang diaplikasikan langsung dalam hidup melalui perbuatan nyata memegang peranan yang teramat sangat penting. Tuhan rindu untuk menurunkan hujan dari surga secara berlimpah-limpah saat ini juga atas anak-anakNya. Tetapi semua tergantung keputusan kita akan bagaimana cara kita hidup. Jika ingin mengalami kelimpahan dalam hidup, benahilah segala yang masih kurang mulai sekarang juga.

Hujan berkat melimpah turun atas anak-anakNya yang taat dan rajin berdoa

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply