Melihat Kuasa Tuhan di Masa Lalu

Ayat bacaan: Matius 16:8===================”Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!”Tidak terasa sudah lebih seminggu kita memasuki …

Ayat bacaan: Matius 16:8
===================
“Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!”

kuasa Tuhan di masa lalu

Tidak terasa sudah lebih seminggu kita memasuki tahun yang baru. Bagi sebagian orang yang optimis tahun ini tentu menjadi sebuah tantangan baru yang harus diisi dengan sebuah harapan yang baru pula. Namun bagi mereka yang pesimis atau yang mengalami masa-masa sulit di tahun sebelumnya, tentu tahun ini pun membawa kecemasan tersendiri. Banyak orang yang merasa hidupnya begitu-begitu saja. Jika dahulu banyak masalah, sekarang bakal tidak ada bedanya. Tahun lalu sulit, tahun ini apa lagi. Bentuk-bentuk ketakutan seperti itu bisa melemahkan kita dalam menjalani tahun ini dengan baik. Dan itu bisa membuat segalanya malah bertambah buruk. Mumpung ini masih di awal tahun, alangkah baiknya jika kita menguatkan diri kita terlebih dahulu sebelum keburu tumbang di pertengahan tahun nanti. Dan itu bisa kita peroleh dengan mengingat kembali perjalanan kita bersama Tuhan di masa lalu.

Apa yang ingin saya bagikan hari ini adalah sebuah ajakan Tuhan untuk bercermin pada apa yang pernah diperbuat Tuhan di masa lalu. Sudah merupakan kebiasaan atau sifat dasar manusia untuk cepat kuatir, tidak terkecuali para murid Yesus. Padahal apa yang harus mereka takutkan jika Yesus ada tepat disamping mereka? Tapi tetap saja mereka manusia biasa yang bisa cepat merasa cemas. Mereka pernah menyaksikan bagaimana Yesus mampu membuat 5 roti dan 2 ikan menjadi cukup untuk memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak. Tapi mereka masih juga memperbincangkan soal kelupaan mereka membawa roti ketika menyeberangi danau. Itu bisa kita baca dalam perikop pembuka di Matius 16. Ketika itu beginilah reaksi mereka ketika Yesus mengingatkan mereka agar waspada terhadap ragi orang Farisi dan Saduki. “Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.” (Matius 16:7). Belum apa-apa mereka sudah menunjukkan kecemasannya dengan mengaitkan ucapan Yesus dengan kealpaan mereka membawa roti. Maka Yesus pun menegur mereka. “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian?” (ay :8-9). Mari fokus kepada perkataan Yesus “Hai orang-orang yang kurang percaya!” Kalimat ini pun dikatakan Yesus ketika angin ribut melanda perahu yang sedang Dia tumpangi bersama murid-muridNya. Para murid ketakutan melihat angin ribut dan gelombang badai. Dan Yesus menegur dengan kalimat yang sama: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”(Matius 8:26). Berulang kali Yesus mengingatkan, berulang kali pula para murid ketakutan. Ini mencerminkan kita yang hari ini masih sering diliputi ketakutan meski sudah menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Coba bayangkan jika kita ada di pihak Yesus, tidakkah itu mengecewakan dan mengesalkan? Kita mengaku percaya, tetapi iman kita tidak cukup kuat untuk benar-benar percaya secara nyata. Kita mengaku punya Yesus, tapi kita terus saja dibelenggu ketakutan. Murid-murid Yesus seperti itu, kita pun sama. Meski kita sudah berulang kali menyaksikan kebaikan Tuhan melepaskan kita dari berbagai masalah, tetap saja kita takut dan takut lagi dalam menatap hidup.

Memang kita tidak boleh terbelenggu dengan masa lalu dan terus menatap ke depan. Itu benar. Tapi kita harus bisa belajar dari pengalaman-pengalaman di masa lalu. Termasuk pula didalamnya untuk tidak melupakan segala berkat dan mukjizat Tuhan yang sudah pernah Dia lakukan dalam sejarah panjang manusia, bahkan dalam kehidupan kita masing-masing atau orang-orang yang dekat dengan kita. Jika Tuhan mampu melakukan itu di masa lalu, sekarang pun Dia sanggup, di masa depan pun Dia tetap sanggup. Tuhan pasti mengerti tahun-tahun ke depan akan semakin sulit, tapi Dia pun ingin agar kita tahu betul bahwa penyertaanNya mampu mengangkat kita lebih tinggi dari persoalan dan krisis. Tuhan sudah mengatakan bahwa di dalam kelemahan kita justru kuasaNya menjadi sempurna. (2 Korintus 12:9). Dan itu menunjukkan betapa cukupnya karunia Tuhan bagi kita. Ingin bukti? Berbagai kisah dalam Alkitab, seperti kisah bangsa Israel di masa Musa adalah bukti kuat akan kuasa Tuhan. Berbagai kesaksian yang dialami banyak orang hingga hari ini pun bisa menjadi bukti nyata bahwa Tuhan masih terus bekerja hingga kini. Marilah kita belajar dari bukti penyertaan Tuhan di masa lalu agar kita kuat melangkah ke depan tanpa rasa cemas apalagi takut.

Mungkin memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk cepat khawatir, tapi justru karena itulah baik bagi kita untuk mengingatkan diri sendiri tentang segala sesuatu yang pernah dibuat Tuhan di waktu lalu. Kita harus tetap percaya dengan iman yang teguh, terus bersyukur dan memuliakan Tuhan, bertekun dalam doa, rajin membaca, merenungi dan melakukan firman Tuhan, sambil terus melakukan pekerjaan dan tanggung jawab kita dengan sebaik mungkin. Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan satu pun anak-anakNya terlantar. Jika anda merasa khawatir, serahkanlah semuanya pada Tuhan dan pegang janjiNya. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Mari kita isi tahun baru ini dengan keyakinan penuh kepadaNya.

“Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply