Melewatkan Kesempatan

Ayat bacaan: Ibrani 2:3
==================
“bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu…”


Sebuah kapal tenggelam di tengah lautan. Penumpang-penumpangnya sibuk menyelamatkan diri dengan menaiki sekoci-sekoci dalam kapal itu. Ada seorang penumpang yang hanya duduk diam di geladak kapal. Orang berteriak mengajaknya untuk menyelamatkan diri, tapi dia menjawab “Tuhan akan menyelamatkan aku.” Sekoci mulai meninggalkan kapal. Dia pun kembali diajak untuk menaiki sekoci. Tapi dia kembali berkata “Tuhan akan menyelamatkan aku.” Beberapa saat kemudian, sebuah helikopter datang mendekat, dan mengulurkan tangganya ke arah orang itu. Tapi ia menolak menaikinya, dan berkata hal yang sama “Tuhan akan menyelamatkan aku.” Yang terjadi adalah, orang itu tenggelam bersama kapal. Ketika menghadap Tuhan, orang itu pun protes. “Tuhan, kenapa aku tidak diselamatkan? kenapa tidak ada mukjizat Mu turun atas aku dan menyelamatkan aku dari kapal?” Tuhan menjawab, “kata siapa? bukankah Aku telah memberikanmu orang-orang yang mengajak naik ke sekoci berkali-kali, dan kemudian ada helikopter?”

Sadar atau tidak, seringkali dalam hidup ini kita melewatkan banyak kesempatan. Apakah itu dalam hal pekerjaan maupun pelayanan, Tuhan selalu membuka kesempatan demi kesempatan. Masalahnya adalah, apakah kita melihat kesempatan itu dan menggunakannya atau tidak? Jika kita melihat kesempatan itu, apakah kita sudah memberi respon positif atau malah menunda? Orang seringkali berpikir terlalu jauh, menyangka bahwa mukjizat dari Tuhan hanyalah sesuatu yang ajaib, supranatural, padahal hal-hal kecil di dalam hidup ini pun bisa merupakan kesempatan yang diberikanNya bagi kita. Hal-hal kecil pun bisa merupakan mukjizat. Begitu pula dalam hal pelayanan. Tuhan selalu memberikan kesempatan pada kita untuk bertemu dengan orang-orang yang belum mengenal Yesus. Tapi apakah kita mau menggunakan kesempatan itu, atau malah mengatakan berbagai macam dalih seperti “ah aku bukan pendeta..itu kan tugas pendeta..” , “aku masih belum sanggup”, “masih terlalu muda”, “kurang paham soal itu” dan lain sebagainya? Jika setiap peluang itu kita lewatkan, pada satu saat kita akan menyesal kenapa kita menyia-nyiakannya. Berkat dan mukjizat dari Tuhan selalu hadir dalam banyak kesempatan. Kita harus jeli dan merespon semua itu, agar jangan sampai semuanya sia-sia.

Jangan pernah melewatkan kesempatan-kesempatan yang telah diberikan Tuhan buat kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment