Melangkah

Ayat bacaan: Yosua 1:3
==================
“Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”

Ada banyak orang yang tidak kunjung maju bukan karena ketidakmampuan mereka melainkan karena mereka takut untuk melangkah. Mereka lebih suka membiarkan diri mereka dicekam berbagai kekhawatiran, terlalu sibuk melihat kemungkinan-kemungkinan buruk ketimbang mulai mencoba mengambil langkah secara perlahan, setapak demi setapak. Ada banyak yang sudah rajin berdoa dan sudah mendengar apa yang Tuhan inginkan untuk mereka perbuat, tetapi mereka tetap tidak berani melangkah. Mereka tetap tidak berbuat apa-apa dan lucunya malah kemudian menyalahkan Tuhan. Mereka berharap pada hasil yang instan. Mereka lebih suka hanya diam menanti berkat yang mereka pikir akan secara langsung dikucurkan tanpa harus mengambil langkah apa-apa. Ini sesungguhnya sebuah pengertian yang keliru, karena meski Tuhan sanggup memberikan dalam bentuk jadi, tapi Tuhan lebih suka memberikan pancing atau kail dan menyediakan ikan di laut. Tanpa kita bergerak memancing, tidak akan ada ikan yang bisa kita dapat. Berkat itu sudah Tuhan sediakan, tapi dapat atau tidak, itu tergantung dari kita sendiri, apakah kita mau mulai melangkah atau tidak.

Saya pribadi lebih suka menjalani proses setahap demi setahap ketimbang menerima sesuatu secara instan. Saya menikmati prosesnya, terlebih ketika melihat bagaimana Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib dalam setiap langkah yang diambil. Benar, tidaklah mudah untuk berani mengambil keputusan dalam membuat sebuah langkah. Seringkali dibutuhkan keberanian, dan seringkali kita hanya bergantung pada logika kita yang terbatas ketimbang mempercayakan Tuhan yang tidak terbatas kuasaNya. Tentu saja itu bukan berarti bahwa kita boleh melangkah tanpa perhitungan. Apa yang selalu saya lakukan adalah berdoa dan meminta petunjuk Tuhan. Dan jika jawaban sudah saya terima, maka saya akan maju dalam iman yang percaya kepada Tuhan, meski mungkin secara logika itu sepertinya terlihat tidak mungkin. Saya percaya satu hal. Jika dulu Tuhan mampu melakukan keajaiban dan mukjizat, hari ini Tuhan pasti juga mampu. Jika hari ini saya bisa melihat bagaimana mukjizat Tuhan turun memberkati pekerjaan yang saya lakukan sesuai kehendakNya dan membuatnya berhasil, saya yakin ke depan nanti pun Tuhan akan tetap menyertai saya. Apa yang perlu saya lakukan adalah terus melangkah. Stay close to God, trust Him fully and keep walking on.

Mari kita lihat kisah awal pengangkatan Yosua sebagai pengganti Musa. Kita mengenal Yosua sebagai hamba Musa yang setia, yang selalu mengikuti Musa kemanapun ia pergi. Sadar atau tidak, Yosua memang sudah dipersiapkan sejak awal untuk kelak menggantikan peran Musa. Ketika Musa meninggal, Yosua pun diangkat Tuhan untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan yang dijanjikan. Saya yakin Yosua tahu pasti bahwa itu akan teramat sangat sulit. Yosua mengikuti Musa begitu lama, sehingga dia pasti sudah kenal betul perangai bangsa Israel yang keras kepala, dan tahu bahwa tugas yang ia emban adalah tugas luar biasa sulit, bahkan bisa dikatakan sebagai mission impossible. Namun Tuhan menguatkan Yosua lewat beberapa pesan sebelum mulai melakukan tugasnya. Mari kita fokuskan perhatian kita pada salah satu ayat yang berbunyi: “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yosua 1:3). Ayat ini berisi ulangan janji Tuhan yang pernah Dia berikan pada Musa yaitu: “Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu.” (Ulangan 11:24).

Sekarang perhatikan perkataan “setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu” yang terdapat pada kedua ayat tersebut. Kalimat ini dengan sangat jelas mengatakan agar kita berani menapak dan kemudian berani melangkah keluar. Sebab jika kita tidak melangkah, maka tidak akan ada tempat lain yang kita injak, dan itu artinya kita hanya akan berhenti di tempat, atau berjalan di tempat, dan dengan demikian, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Dengan kata lain, apa yang kita terima dari Tuhan sesuai dengan jumlah langkah kita. Sedikit melangkah, maka sedikit pula yang kita dapat. Tidak melangkah sama sekali maka hasilnya nihil. Tanpa kemauan dan keberanian melangkah, kita tidak akan bisa mendapat apa-apa dari Tuhan.

Untuk berani melangkah dibutuhkan keberanian, keteguhan hati dan semangat baja, dan yang paling penting diperlukan iman yang mampu membuat kita percaya penuh terhadap rencana Tuhan. Terkadang tidaklah mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman kita. Ada banyak orang yang berhenti pada satu titik, dan kemudian tidak mengalami apa-apa lagi. Padahal ada begitu banyak berkat Tuhan menanti mereka di depan sana. Mereka takut, mereka mungkin trauma, mereka dikalahkan oleh kekhawatiran dan keraguan, pikiran mereka dikuasai ribuan “what if” questions, sehingga mereka gagal mendapatkan janji-janji Tuhan akan berkat. Saya awalnya bukanlah tipe orang yang berani mengambil resiko. Saya lahir dengan sifat dasar cenderung takut melakukan hal baru dan takut keluar dari zona nyaman. Tapi saya percaya ada Roh Kudus yang menyertai saya setelah lahir baru, dan menjadikan saya sebagai ciptaan baru seperti yang disebutkan dalam 2 Korintus 5:17. Jika ada Roh Allah menyertai, adakah alasan bagi saya untuk takut? Tidak. Kita tidak perlu ragu dan takut karena kita tidak akan dibiarkanNya sendirian! Tuhan akan selalu menyertai kita! Kepada Yosua pun Tuhan mengingatkan hal itu. “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (Yosua 1:9). Atas segala janji yang diberikan Tuhan, dan atas keyakinan kita bahwa Tuhan itu setia dan tidak akan pernah ingkar janji, apa yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk melangkah. Go and take a step. Dan dalam prosesnya, tetaplah dekat dengan Tuhan. Stick with God and trust Him fully! Keraguan, kekhawatiran, kecemasan dan hal negatif lain boleh saja muncul, namun kalahkanlah semua itu dalam nama Yesus. Tidak ada tempat bagi semua itu dalam ciptaan baru. Daud punya kepercayaan seperti ini: “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56:12). Dan itulah yang perlu kita lakukan. Ada banyak berkat Tuhan menunggu di depan sana, sesuai janji-janjiNya, namun semua itu tidak akan bisa kita peroleh jika kita tidak berani melangkah. Mulailah melangkah sesuai apa yang diperintahkan Tuhan, dan terimalah berkat-berkat dalam setiap langkah itu.

Jangan takut melangkah karena Tuhan selalu ada menyertai kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply