Melangkah Dengan Iman

Ayat bacaan: Matius 14:31
======================
“Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

melangkah dengan iman, berjalan di atas air

Sering berdoa ternyata tidak selalu menghasilkan pertumbuhan iman. Ada banyak orang yang melakukan doa hanya sebatas seremonial atau rutinitas semata. Mereka berdoa bukan karena kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan, mendengar kata-kata Tuhan, bersatu dalam hadiratNya, namun karena itu sudah menjadi sebuah kebiasaan tanpa makna. Ketika masalah menerpa mereka, mereka tetap tidak yakin bahwa Tuhan mampu melepaskan mereka. “ah, masa sih saya bisa mengalami mukjizat.. siapa saya, nggak bakalan deh..” kata-kata itu pernah saya dengar dari seorang teman yang dilahirkan dalam keluarga Kristen dan masih Kristen hingga kini. Sering berdoa, namun ketika sesuatu terjadi malah ragu dan tidak percaya. Ada seorang teman yang pernah mendapat penglihatan. Ia menceritakannya pada teman-teman gerejanya, namun ia malah ditertawakan. Hari ini ia menjadi orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa di kotanya. Ia bekerja penuh untuk Tuhan bersama istrinya dan berkata betapa hidupnya dipelihara Tuhan dengan amat sangat baik. Berdoa itu baik, namun jika tidak disertai dengan iman, malah dipenuhi kebimbangan atau ketidakpercayaan akan kuasa Tuhan akan membawa kita kepada kesia-siaan, bahkan kejatuhan.

Hari ini saya hendak mengangkat kisah dari Injil Matius 14:22-32. Pada sebuah subuh Yesus menghampiri murid-muridnya yang sudah berada di tengah laut dengan berjalan di atas air. (ay 25). Terkejutlah murid-muridNya melihat Yesus berdiri dan berjalan di atas air. Reaksi mereka bukannya kagum melihat kuasa Yesus, namun malah terkejut dan berteriak-teriak ketakutan, mengira yang datang itu hantu. (ay 26). Meskipun mereka sudah mengikuti Yesus dan melihat mukjizat-mukjizat dengan mata mereka sendiri, namun ternyata iman yang masih lemah membuat murid-murid Yesus masih gampang diombang-ambingkan ketakutan. Reaksi pertama mereka yang malah takut dan menyangka yang datang itu hantu menunjukkan betapa lemahnya keyakinan mereka. Yesus pun menjawab: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (ay 27). Mendengar itu, mereka masih juga belum percaya. Maka Petrus berkata: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” (ay 28). Yesus pun menyuruhnya datang. Petrus turun dari perahu dan mulai melangkah, berjalan di atas air menuju Yesus. (ay 29). Setelah beberapa saat berjalan di atas air, rupanya angin kencang yang menerpa Petrus mulai membuatnya takut. Dan ketika ia mulai takut, Petrus pun mulai tenggelam. Maka berteriaklah Petrus minta tolong kepada Yesus. (ay 30). Yesus kemudian menolong dan menegur Petrus. “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (ay 31).

Kebimbangan seringkali menghampiri kita, dan itu seringkali menghambat pekerjaan Tuhan berlaku atas kita. Yesus mengajarkan, ketika kita meminta, memintalah dengan iman. Maka dari itu, kita perlu melangkah dengan iman. Percayalah akan kuasa Tuhan yang memungkinkan sesuatu yang mustahil sekalipun untuk terjadi. “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24). Memang ketika logika kita bekerja, sulit rasanya percaya bahwa sesuatu yang diluar logika bisa terjadi, karena itu kita haruslah percaya dengan iman. Penulis Ibrani mengatakan bahwa “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1). Hal-hal luar biasa bisa terjadi ketika kita mengimani apa yang kita doakan. Kebimbangan hanyalah akan menghambat sesuatu yang besar berlaku atas diri kita. Demikian kata Yesus: “Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.” (Matius 21:21). Apa yang dikatakan Yesus pada Petrus dan murid-murid lainnya pada kisah berjalan di atas air setelah Petrus jatuh (“Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?“) mengambarkan diri kita yang seringkali diliputi keraguan ketika menghadapi masalah. Mungkin pada awalnya kita percaya, namun ketika angin mulai bertiup kencang, kita bisa menjadi bimbang, ragu, khawatir, cemas atau takut, dan akibatnya kita bisa tenggelam. Hal ini juga dijelaskan oleh Yakobus. “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” (Yakobus 1:6). Dan ia melanjutkan: “Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.” (ay 7).

Abraham, Bapa orang beriman mengalami berbagai situasi yang jauh dari jangkauan logika manusia. Namun ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, melainkan malah diperkuat dalam imannya dan tetap memuliakan Allah. (Roma 4:20). Demikian pula kita harus selalu melatih diri kita agar memiliki iman yang teguh dan kokoh untuk menerima janji-janji Tuhan. Yakinkan diri anda bahwa tidak ada satu pun yang mustahil bagi Tuhan. Dia sanggup, bahkan lebih dari sanggup melakukan segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi diri kita. Berserulah kepada Tuhan dalam setiap permasalahan anda, teruslah tekun berdoa dalam nama Yesus, jangan lupa mengucap syukur, dan lakukan semuanya dengan iman yang baik. Berdoalah karena kerinduan yang dalam akan Tuhan, bukan karena sebatas seremonial atau rutinitas belaka. Dan percayalah! Seperti gunung yang dapat dilemparkan ke laut dengan iman yang kecil sekalipun, demikian pula dengan masalah-masalah kita. Agar tidak tercebur dan tenggelam, melangkahlah selalu dengan iman.

Percayalah maka engkau akan menerima

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply