Melakukan Hal Nyata Bagi Bangsa (3)

(sambungan)2. Berdoa syafaat bagi kota, bangsa dan negaraSetelah ‘mengusahakan kesejahteraan kota’, selanjutnya ayat Yeremia 29:7 mengatakan “…dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN…”. Doa syafaat untuk bangsa dan negara merupakan keharusan bagi…

(sambungan)

2. Berdoa syafaat bagi kota, bangsa dan negara

Setelah ‘mengusahakan kesejahteraan kota’, selanjutnya ayat Yeremia 29:7 mengatakan “…dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN…”. Doa syafaat untuk bangsa dan negara merupakan keharusan bagi setiap orang percaya. Sayangnya sedikit yang menyadari pentingnya hal ini dan lebih cenderung mengarahkan doa hanya dengan berpusat kepada keinginan-keinginan (wishlist) diri sendiri saja. Mengacu kepada ayat dalam Yeremia ini, mengusahakan kesejahteraan kota dan berdoa bagi kota (dan bangsa) merupakan kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan keduanya sama pentingnya. Untuk contoh kecil saja yang menggambarkan kepedulian orang percaya akan pentingnya berdoa bagi kota, bangsa dan negara ini, perhatikan berapa banyak jemaat yang masih bertahan dan berapa yang lebih memilih pulang duluan karena takut terjebak macet saat ibadah raya ditutup dengan doa bagi kota, bangsa, negara beserta para pemimpinnya? Itu bisa menunjukkan sebesar apa kepeduliaan dari orang percaya akan nasib kota, bangsa dan negaranya.

Mari kita lihat apa yang pernah dilakukan Daniel sekian ribu tahun yang lampau. Pada saat itu Daniel menyadari betapa bangsanya telah jatuh ke dalam begitu banyak kesalahan. Daniel mungkin bisa saja memilih diam mengingat dia bukanlah termasuk salah satu dari orang-orang dari bangsanya pada saat itu yang berbuat kejahatan di mata Tuhan. Tapi lihatlah bahwa Daniel memilih untuk melakukan sesuatu lewat doa. Dia mengambil waktu untuk berdoa bukan difokuskan untuk dirinya sendiri tetapi untuk bangsanya. Bacalah seluruh isi doa Daniel yang tertulis dalam Daniel 9:1-19 maka kita bisa melihat seperti apa bentuk doa yang ia tujukan bagi bangsanya.

Dalam surat untuk Timotius, Paulus mengatakan demikian: “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” (1 Timotius 2:1-2). Mengapa demikian? Karena “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (ay 3-4). Tuhan tidak ingin satupun dari kita untuk binasa, Dia tidak pernah bersenang hati melihat kehancuran sebuah negara dan bangsa, karena Dia adalah Bapa yang penuh kasih. Keselamatan sudah dianugerahkan lewat Kristus untuk semua bangsa, semua golongan, semua ras, tanpa terkecuali. Tapi bagi yang sudah selamat, sudahkah kita meluangkan waktu untuk mendoakan bangsa kita sendiri? Kuasa doa itu sesungguhnya amat besar, apalagi jika dilakukan oleh orang yang benar. “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b).

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply