SEBAGAIMANA kita ketahui bersama, bulan Mei menjadi bulan Maria. Praktik ini sudah berabad-abad dijalankan dalam tradisi Gereja Katolik. Ada alasan inkulturatif, ada pula alasan spiritual yang melatari tradisi ini.

Bulan Mei di belahan Eropa Utara menjadi salah satu rangkaian musim semi (21 Maret-Juni).

Bulan Mei ditandai oleh mekarnya bunga-bunga dengan harum-wangi semerbak, gambaran tentang kehidupan baru yang bersemi dan mekar! Bunda Maria adalah bunda kehidupan yang baru karena mengandung dan melahirkan Yesus Kristus. Bunda Maria menjadi Hawa yang baru, bunda semua kehidupan.

Pengalaman iman Paus Pius VII (1800-1823), penegasan Paus Pius IX (1846-1878) tentang Maria Immaculata dan peneguhan Paus Paulus VI (1963-1978) memberikan kerangka yang baik untuk memahami bulan Mei sebagai Bulan Maria.

Kebon Dalem Maria 2

Devosi besar kepada Bunda Maria diperlihatkan oleh umat katolik Gereja Paroki St. Fransiskus Xaverius Kebon Dalem, Semarang dalam perayaan ibadat, ekaristi dan adorasi di Gua Maria Pastoran Kebon Dalem. (Romo Aloysius Budi Purnomo)

Jauh hari sebelum itu, St. Peter Julian Eymard (1811-1868) sudah menerima pesan dan di kemudian hari tanggal 13 Mei ditetapkan sebagai Peringatan St. Maria Bunda Sakramen Mahakudus oleh Kongregasi Iman Vatikan, tahun 1921.

Menyambut bulan Mei sebagai Bulan Maria, kami –Paroki St. Fransiskus Xaverius Kebon Dalem Semarang– kemarin sore-malam (pukul 18.00-19.30) mengadakan Perayaan Ekaristi di Goa Maria Pastoran. Perayaan Ekaristi juga dilanjutkan dengan Adorasi Ekaristi, Prosesi Sakramen Mahakudus dari Goa Maria menuju Kapel Adorasi Ekaristi Abadi St. Maria Bunda Sakramen Mahakudus dan upacara cahaya.

Berikut kami sertakan dokumentasi foto yang ada. Semoga bermanfaat dalam rangka formatio iman umat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.