Meeting di Rimini: Sejarah Indah RS Maggiore Milan

meeting-rimini-cesana-ca-grandaSETELAH katedral, maka Ca’ Granda atau Rumah Sakit Maggiore adalah  salah satu rumah sakit pertama di dunia yang dibangun tahun 1456 oleh Duke Francesco Sforza dari Milan. Ini merupakan karya awam terbesar di kota metropolitan Italia ini. Seperti halnya katedral, RS ini tetap berdiri hanya “berkat amal kasih dari rakyat Milan”. Sejarah menarik dan indah […]

meeting-rimini-cesana-ca-granda

SETELAH katedral, maka Ca’ Granda atau Rumah Sakit Maggiore adalah  salah satu rumah sakit pertama di dunia yang dibangun tahun 1456 oleh Duke Francesco Sforza dari Milan. Ini merupakan karya awam terbesar di kota metropolitan Italia ini.

Seperti halnya katedral, RS ini tetap berdiri hanya “berkat amal kasih dari rakyat Milan”.

Sejarah menarik dan indah dari RS ini muncul di forum Meeting for the Friendship Amongst People di Rimini oleh Giancarlo Cesana, Francesca Vaglienti dan Alberto Bertazzi. Sebuah karya besar kaum awam dan Gereja Katolik Milan. “Arsitekturnya menawan, unggul karena dibangun pada abad ke-15 dengan struktur bangunan yang pada saat ini menjadi impian kita,” demikian kata Cesana, Ketua Yayasan Ca’ Granda.

RS Maggiore menanamkan akarnya di dalam tradisi kristiani n dan telah menjadi pusat penelitian dan rumah perawatan orang sakit yang unggul hanya karena amal kasih.

RS untuk rakyat miskin
Rumah Sakit Maggiore dibangun bagi rakyat miskin, bagi mereka yang tak mampu membayar. Namun kinerjanya begitu efisien dan baik sehingga rakyat kaya-raya juga berdatangan ke sana dengan membayar.

Courtyard RS_Maggiore_1670_1690

Halaman luas RS Maggiore tahun 1670

ospedale-maggiore-ca

Ospedale RS Maggiore di Milan, Italia.

Pada tahun 1470, Ca’ Granda sudah punya apotek untuk kepentingan para pasiennya dan membuat obat-obatan untuk berbagai jenis penyakit, Para dokter sudah terampil melakukan otopsi untuk memahami dan menyembuhkan penyakit-penyakit baru.

Yang utama adalah para pasien dimandikan, diberi pakaian bersih, dibaringkan di tempat tidur tunggal dengan kasur dari bulu angsa. Untuk setiap dua tempat tidur dibangun pula satu kamar mandi yang saat ini jarang terjadi. Setiap tempat tidur memiliki kanopi untuk menjaga keamanan dan privasi dari para pasien.

Amal kasih yang luhur
Alberto Bertazzi, dosen Universitas Studi Milan menceritakan begini. Kemajuan pengobatan saat itu berkat fakta bahwa karya amal kasih jauh lebih besar daripada fungsi perawatan para pasien. Memberi pakaian, memandikan dan memberikan para pasien hidup yang layak sudah merupakan karya amal kasih yang luhur, suatu revolusi. Beberapa pasien tidak pernah diperlakukan demikian selama hidup mereka.

maggioremilano

RS Maggiore di Milan sekarang ini

“Mari kita pikirkan bahwa di antara mereka yang meringankan penderitaan para pasien ada orang-orang kudus seperti Santo Camillo De Lellis. Pada dasarnya, RS ini merupakan rumah besar bagi seluruh penduduk kota Milan, yang dibangun oleh rakyat dan dan perawatan medis juga dijamin 80 persen dari penduduk,” kata Bertazzi.

Jasa Roberto Forgigoni
Saat ini, Ca’ Granda adalah sebuah yayasan yang ditujukan kepada perawatan dan penelitian. Cesana, ketua yayasan, mengingatkan perjuangan selama beberapa tahun terakhir ini untuk menyelamatkan asset RS Sakit yang nyaris hilang karena birokrasi negara dan mafia ‘ndrangheta, dan menempatkan-nya sebagai pelayanan bagi seluruh masyarakat.

maggiore

RS Maggiore di Milan tampak dari sisi depan.

“Saya memegang peran ini juga berkat Roberto Formigoni (Gubernur Lombardia 1995-2013) dan berkat jasa-jasanya pula kami berhasil melakukan semuanya. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa keunggulan juga dalam hal kesehatan tidak muncul begitu saja, melainkan adalah buah-buah dari kerja keras,” kata Cesana.

Salah satu contohnya, ujarnya, adalah Biara Mirasole yang menawan telah kembali berfungsi.

RS Maggiore atau Ca’Granda di Milan tampak dari sisi dalam dengan halaman luas beralaskan rumput hijau yang menawan

“Sejak lima abad tidak pernah lagi digunakan dan hancur berantakan. Kami telah berhasil melakukan pemugaran dan membawa masuk ke dalamnya dengan tetap ke-14 biarawan dari Ordo Kanon Regular Premonstratensian, yang dibentuk oleh Santo Norbertus. Mungkin saja ini suatu kebetulan, tetapi penandatanganan bersejarah di atas kontrak pinjaman penggunaan gratis, telah ditandatangani pada hari peringatan kematian Don Giussani,” terang Cesana.

meeting-rimini-cesana-ca-granda

Pertemuan di Rimini, Italia.

Cesana melanjutkan, “Salah satu contoh lainnya adalah banyaknya properti yang telah kami masukkan ke dalam sebuah yayasan dana ‘social housing’. Karenanya, kami berhasil menggalang dana untuk memugar beberapa bagian dari Rumah Sakit. Pada saat sama, kami juga membantu penduduk Milan dan masyarakat luas. Karya-karya ini merupakan sebuah contoh bagaimana kita dapat menghadapi banyak masalah dengan keunggulan amal kasih. Dan RS Maggiore adalah sebuah simbol hidup dari amal kasih yang luhur.”

Kredit foto: Shirley Hadisandjaja Mandelli, peserta Meeting di Rimini, Italia.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply