Mati Pelan-Pelan

Ayat bacaan: Amsal 14:27
=====================
“Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.”

takut akan Tuhan, mati pelan-pelan, tipu muslihat iblis

Di kampus tempat saya mengajar ada beberapa polisi yang sering mampir beristirahat. Kemarin mereka bercerita tentang terjadinya sebuah kecelakaan dengan korban seorang pengendara motor. Si pengendara motor menurut cerita mereka ngebut menerobos lampu merah, lalu ditabrak mobil. Polisi itu pun mengeluh. Katanya mereka sudah sering disalahkan masyarakat setiap kali terjadi kecelakaan. Tuduhan-tuduhan seperti polisi tidak cukup serius, kurang peduli dan sebagainya. “Tapi kami sudah memasang rambu-rambu kan? Lampu merah juga ada…kalau merah ya berhenti dong..” katanya. Bagi sebagian orang yang hobi balapan di jalan, mungkin ngebut itu mengasyikkan rasanya. Tapi jika sudah begini ceritanya, ketika nyawa melayang sia-sia, masihkah yang mengasyikkan itu tetap asyik? Iblis biasanya mengintai dan melakukan tipu muslihatnya lewat hal-hal yang rasanya enak dan menyenangkan. Namun di balik itu semua, ada maut mengintai kita. Bagi pemakai narkoba dan obat-obat terlarang, semua itu dipercaya bisa mengobati stres, menghilangkan rasa takut dan rasanya nikmat. Tapi akibatnya tidaklah main-main. Seringkali sesuatu terasa nikmat pada mulanya, namun kita sedang dijebak untuk mati pelan-pelan.

Setelah kemarin kita membaca bahwa sumber kehidupan berasal dari ajaran orang bijak yang mampu menghindarkan kita dari jerat-jerat maut (Amsal 13:14), hari ini marilah kita melihat Amsal Salomo lainnya yang memberitahukan kita mengenai sumber kehidupan lainnya. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” (Amsal 14:27). Selain mendengar nasihat orang-orang yang bijaksana dan dekat dengan Tuhan, tidak kalah pentingnya bagi kita untuk memiliki rasa takut akan Tuhan. Rasa takut akan Tuhan bukanlah bentuk rasa takut negatif seperti takut hantu, takut di tempat gelap, atau bahkan tidak berbuat salah karena takut dihukum, namun takut akan Tuhan mengarah pada rasa takut yang positif. Tidak mau mengecewakan Tuhan karena kita sungguh mengasihiNya dan menghargai semua yang Dia berikan kepada kita dengan penuh rasa syukur. Rasa takut akan Tuhan akan membuat kita menghindari hal-hal yang mungkin terasa nikmat pada awalnya namun bisa menjerat kita ke dalam maut lalu berakhir dalam sebuah kematian kekal. Musa mengingatkan kita untuk tidak terjebak kepada ajakan manusia atau allah-allah lain yang tidak kita kenal, namun hendaklah kita senantiasa mengikuti Dia dan setia dengan sungguh-sungguh. “TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.” (Ulangan 13:4). Mazmur Daud mengajarkan bahwa “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.” (Mazmur 111:10). Daud juga mengatakan demikian: “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.” (112:1). Orang yang takut akan Tuhan akan melihat anak cucunya diberkati dan berkuasa di bumi (ay 2), hidup makmur dan sejahtera untuk selamanya (ay 3), memiliki terang di tengah kegelapan (ay 4), tidak akan goyah (ay 6), bahkan tidak takut menghadapi kesulitan (ay 7). Ini semua merupakan janji Tuhan bagi kita yang takut akan Dia. Tidak heran jika takut akan Tuhan dikatakan sebagai sumber kehidupan yang bisa menjauhkan kita dari jebakan jerat-jerat maut.

Hendaklah kita senantiasa mendengar firman Tuhan, menanamkan dalam hati kita, dan yang lebih penting lagi tidak hanya berhenti sampai membaca dan mengetahui, tapi juga melakukannya secara nyata dalam kehidupan kita. Jadilah pelaku-pelaku firman yang taat atas dasar takut akan Tuhan. Musa berkata demikian: “TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.” (Ulangan 6:24). Jika kita setia melakukan itu semua, maka Tuhan pun akan berkenan kepada kita. “Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.” (ay 25). Ingatlah bahwa iblis tidak akan pernah berhenti untuk mencoba menyesatkan kita lewat segala tipu muslihat, terutama lewat sesuatu yang menyenangkan, nikmat atau lewat kebiasaan-kebiasaan buruk yang sulit kita hentikan, sehingga tanpa sadar kita sebenarnya sedang diarahkan untuk mati pelan-pelan. Ada banyak rambu-rambu kehidupan yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita. Patuhilah itu semua, jangan tergoda untuk melanggarnya, agar kita senantiasa ada dalam keselamatan, terhindar dari segala jerat maut.

Rambu-rambu ada agar kita selamat, patuhilah semua itu agar kita tidak celaka

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply