Mati Mendadak Saat dan Usai Olahraga, Kenapa?

INILAH sederet nama para romo yang meninggal dunia saat dan usai berolahraga. Mari kita sebut satu per satu.

Romo Ignatius Sumarya SJ meninggal dunia saat berolahraga: ikut lomba lari Jakarta Marathon 2013. Romo Alfons Sebatu Pr –imam praja diosesan Keuskupan Bogor yang ahli psikologi dan penerawangan batin— juga meninggal secara mendadak tak lama setelah bermain basket.

Berikutnya, Romo Tarsis Tambunan OFMCap yang berkarya di Pulau Nias, Sumatra Utara, juga meninggal mendadak di kamarnya. Padahal usianya masih relatif muda: 40 tahun.

Karena saya bukan dokter, maka saya kepikiran saja: bisa jadi para romo ini meninggal karena serangan jantung.

Menurut pemahaman ‘awam’ saya, serangan jantung yang berakibat pada kematian mendadak bisa terjadi pada semua orang saat tengah berolahraga. Karena hakekatnya, semua olahraga bisa mencungulkan risiko bahaya kematikan, manakala pelakunya tidak siap secara fisik dan mental.

Olahraga lari marathon termasuk olahraga keras, karena mempunyai gerakan-gerakan eksplosif yang bisa cepat menaikkan denyut nadi. Sesuaikan dosis olahraga dengan dosis dan umur kita. Karena olahraga bisa menimbulkan masalah jika dilakukan tidak sesuai dosis, jenis olahraga dan umur.

Bila kita mengabaikan bisa berakibat fatal, yaitu kematian.olahraga futsal

Sesuaikan umur
Ketika orang masih berusia 20-25 tahun atau sampai maksimal 30 tahun, tubuh masih bisa melakukan kompensasi terhadap kegiatan olahraga yang berat. Tapi ketika usia seseorang sudah di atas 30 tahun maka orang perlu mengetahui dosis dan jenis olahraga yang aman sesuai usianya.

Saat berolahraga, detak jantung, tekanan darah sistolik (atas), dan cardiac output (jumlah darah yang dipompa per denyut jantung) semua mengalami peningkatan. Aliran darah ke jantung, otot, dan kulit juga meningkat. Akibatnya, metabolisme tubuh menjadi lebih aktif memproduksi CO2 (karbondioksida/oksida asam) dan H+ (ion proton) pada otot.

Akhirnya orang akan bernapas lebih cepat dan lebih dalam untuk memasok oksigen lebih banyak karena metabolisme yang meningkat ini. Tapi olahraga berat itu membuat metabolisme tubuh tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasokan oksigen tapi menggunakan proses biokimia.

Proses biokimia ini menghasilkan asam laktat yang kemudian memasuki aliran darah. Penumpukan asam laktat ini akan membuat tubuh merasa capek saat olahraga. Kadar oksigen juga menurun akibat penumpukan karbondioksida dalam darah. Jika oksigen turun maka sel-sel tubuh akan mati.

Ada miliaran darah mati saat orang berolahraga, karena saat olahraga tubuh orang akan menjadi asam, Ph akan menjadi sekitar 6,7-6,8. Padahal tubuh itu harus dalam kondisi basa yaitu Ph 7.  Ada ancaman kematian jika Ph tubuh saat olahraga akibat kecapekan mencapai Ph 6,3. Inilah yang menyebabkan terjadi kram otot dan kram jantung yang membuat banyak orang terkena serangan jantung setelah berolahraga.

Tubuh perlu waktu sekitar 30 menit untuk menetralkan asam ini dengan cara istirahat. Maka itu jika tubuh sudah ngos-ngosan sebaiknya istirahat dulu, jangan dipaksakan berlari terus ini untuk recovery.

olahraga basket

Dosis olahraga yang aman

Dosis olah raga yang aman adalah mengukur Denyut Nadi Maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan DNM = 220 – Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70 persen DNM.

Contohnya orang yang berusia 40 tahun maka DNM saat ia berolahraga adalah 220 – 40 = 180. Kemudian angka 180 dikalikan dengan 60 persen untuk batas ringan dan 70 persen untuk batas atas yang hasilnya 108-126 per menit.

Dengan mengetahui denyut nadi tersebut, maka orang yang berusia 40 tahun harus berhenti sejenak dari olahraganya ketika denyut nadinya sudah melampaui 126 per menit. Jika masih dipaksakan yang terjadi adalah kram jantung yang membuat serangan jantung.

Untuk menghitung denyut jantung bisa dengan cara menghitung nadi di dekat tangan atau yang lebih praktis memakai jam yang ada detak jantungnya.

Sekali lagi perlu diperhatikan kondisi denyut jantung saat berolahraga jangan sampai melebihi batas maksimal yang bisa membahayakan jantung.

Satu hal lagi, saat istirahat minumlah air dengan suhu 15-16 derajat atau minuman manis dengan kadar gula 2,5-5 persen. Minuman yang terlalu dingin akan sulit dicerna tubuh karena suhu tubuh setelah olahraga sedang dalam kondisi panas.


PS:
Disarikan dari berbagai sumber

Photo credit: Olahraga basket dan futsal di kalangan pelajar (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: