Matahari Terbit di Sikunir, Dieng

sunrise“Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” (Mat 4, 16) BEBERAPA  kali saya mendapatkan tawaran untuk pergi ke Sikunir, Dieng. Namun belum satu tawaran pun saya iyakan dan lakukan. Teman-teman yang sudah pernah ke Sikunir sungguh terkesan dengan situasi […]

sunrise

“Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” (Mat 4, 16)

BEBERAPA  kali saya mendapatkan tawaran untuk pergi ke Sikunir, Dieng. Namun belum satu tawaran pun saya iyakan dan lakukan.

Teman-teman yang sudah pernah ke Sikunir sungguh terkesan dengan situasi alam yang mereka lihat dan rasakan. Mereka bisa merasakan dinginnya udara pagi dan bisa menyaksikan beberapa gunung yang ada di Jawa Tengah, kabut yang mengelilinginya, telaga yang mirip kecebong, dsb.

Konon, yang terutama paling menarik bagi banyak orang adalah suasana matahari terbitnya, yang disebut ‘golden sunrise.’ Terbitnya matahari merupakan peristiwa yang indah dan menarik bagi banyak orang, terutama para juru pengambil gambar. Tidak bosan-bosannya mereka mengabadikan terbitnya matahari dari berbagai tempat.

Menikmati terbitnya matahari juga berarti menyaksikan pudar dan hilangnya kegelapan. Terbitnya matahari membawa terang. Terang yang memberi kehangatan, yang menghalau suasana dingin, yang memungkinkan manusia melaksanakan berbagai macam tugas, pekerjaan dan kegiatan lain.

Tuhan tidak hanya memberikan terang yang berasal dari matahari, yang merupakan benda di alam semesta. Tuhan juga memberikan ‘Terang Sejati’, yakni Putra-Nya yang tunggal.

‘Terang Sejati’ ini telah hadir di tengah banyak bangsa yang hidup dalam kegelapan hidup, akibat dosa; dosa yang mendatangkan maut atau kematian.

‘Sang Terang Sejati’ inilah yang akan membebaskan manusia dari kegelapan hidup dan kematian akibat dosa; yang akan membawa kembali manusia kepada Allah, Pencipta. Dalam hal atau pengalaman apa, kehadiran ‘Sang Terang Sejati’ itu mengusir kegelapan dalam hidupku?

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply