Matahari dan Secangkir Kopi

Ayat bacaan: Ayub 5:9
=====================
“Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya”

matahari, ciptaan Tuhan

Beberapa waktu yang lalu sebuah acara mengenai pabrik kopi yang sudah berusia sangat tua tampil di televisi. Saya melihat bagaimana citarasa kopi yang begitu spesial itu diproses sejak awal. Ternyata fungsi matahari sangatlah penting. Kopi itu dijemur selama beberapa hari di bawah terik matahari, dan menurut mereka cahaya matahari itu tidak bisa tergantikan dengan oven atau alat pemanas lainnya, karena bisa menjaga keharuman kopi dengan baik. Matahari diciptakan Tuhan sejak awal sekali dan itu bisa kita baca dalam awal kitab Kejadian. Tanpa cahaya matahari kita tidak akan mendapatkan terang. Dunia akan gelap gulita dan kehidupan pun tidak akan berjalan. Tidak ada tanaman yang bisa tumbuh, tidak ada hewan yang bisa bertahan hidup, tidak juga kita manusia. Namun dari waktu ke waktu ternyata kita terus mendapatkan manfaat lain dari matahari yang telah diciptakan Tuhan sejak awal. Orang-orang di jaman purbakala tahu bahwa mereka bisa membuat nyala api dari sinar matahari. Menjemur baju hingga kering, itu perlu sinar matahari. Fungsi matahari terus berkembang seiring perkembangan jaman. Dari waktu ke waktu kita melihat manfaat-manfaat lain dari ciptaan Tuhan yang satu ini. Hari ini kita melihat bagaimana tenaga surya mampu melakukan banyak hal. Mobil pun sebentar lagi tampaknya akan mampu digerakkan oleh tenaga surya. Bahkan sebuah kopi pun akan mampu terjaga citarasanya jika melewati proses dengan dibantu oleh sinar matahari. Entah apa lagi yang akan kita dapat dari manfaat sinar matahari di masa depan. Semua itu adalah misteri yang tidak ada habisnya.

Jika ada di antara anda yang meragukan keberadaan Tuhan saat ini, pandanglah sekeliling anda. Sebab di sekitar anda ada begitu banyak bukti nyata dari keberadaan, kebesaran serta kemuliaan Tuhan. Semua telah Dia ciptakan dengan begitu indah dan penuh manfaat. Tidak satupun ciptaanNya yang dirancang dengan sia-sia, termasuk pula kita di dalamnya, manusia, His masterpiece, yang diciptakan lengkap dengan rencana-rencana yang indah sejak semula. Sayangnya banyak manusia terus mengembangkan teknologi lewat segala yang telah disediakan Tuhan bukan untuk memuliakanNya tetapi malah untuk menyaingi Tuhan atau bertujuan jahat. Teknologi seringkali diciptakan bukannya semakin membuktikan keberadaan Tuhan, bukan untuk menyatakan kasih Tuhan kepada manusia, tetapi justru untuk membuktikan kekuatan sendiri, membuktikan bahwa kita tidak butuh Tuhan dan mempergunakannya untuk kehancuran. Jika kita berada di posisi Tuhan, kita pasti sangat kecewa dan sedih kita melihat itu semua.

Ayub menyadari betapa besarnya Tuhan lewat segala ciptaanNya. Dalam banyak ayat Ayub menyatakan kekagumannya atas semua ini. Ayub mengatakan “Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya.” (Ayub 5:9). The wonders of God’s creation can really make us speechless. Lihatlah bagaimana luar biasanya Tuhan menciptakan seperti yang disebutkan Ayub dalam pasal 37 dan 38, termasuk bagaimana peran Tuhan mengatur alam dengan megahnya. “Tahukah engkau, bagaimana Allah memberi tugas kepadanya, dan menyinarkan cahaya dari awan-Nya?” (Ayub 37:15). Atau lihatlah ayat ini: “Tahukah engkau dari mana datangnya terang, dan di mana sebenarnya sumber kegelapan?” (38:19 BIS) “Siapakah yang menggali saluran bagi hujan deras dan jalan bagi kilat guruh, untuk memberi hujan ke atas tanah di mana tidak ada orang, ke atas padang tandus yang tidak didiami manusia; untuk mengenyangkan gurun dan belantara, dan menumbuhkan pucuk-pucuk rumput muda?” (ay 25-27). Begitu megahnya ciptaan Tuhan di muka bumi ini, mulai dari berbagai warna warni bunga, tanaman dan jutaan jenis hewan dalam berbagai rupanya, hingga petir, gerak awan dan juga matahari dan bulan, semua itu belum dan saya rasa tidak akan pernah mampu terselami oleh manusia sepenuhnya.

Kita akan tercengang jika kita mengamati dengan sungguh-sungguh segala sesuatu yang Dia ciptakan di muka bumi ini. Begitu besarnya kuasa Tuhan, dan begitu besar kasihNya kepada kita, sehingga kita bisa menikmati segalanya dengan anugerah Tuhan yang tidak terbatas ini.Ayub pun menyadari hal itu dan berkata: “tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.” (Ayub 42:3). Atau dalam versi bahasa Inggris berbunyi: “things too wonderful for me.” Bukan hanya Ayub, tetapi Daud pun pernah merenungkan betapa hebatnya Tuhan menciptakan segala yang ada di alam ini dalam Mazmur 104 yang berbicara mengenai “Kebesaran Tuhan dalam segala ciptaanNya.” Daud mengatakan “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” (Mazmur 104:24). Itu hasil perenungan Daud melihat segala keindahan yang hadir di sekelilingnya. Jika kita melihat semua itu, bagaimana reaksi kita? Apakah kita juga bersyukur dan menaikkan pujian kepada Tuhan atau kita hanya menikmati seenaknya tanpa memperhatikan siapa Sosok yang berada dibalik semua itu? Daud mengajak kita untuk memuliakan Tuhan ketika melihat semua perbuatan atau ciptaan Tuhan yang luar biasa ini. “Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!” (ay 31).

Jika anda terbangun hari ini dan melihat cahaya matahari bersinar cerah, atau mungkin hujan turun membasahi bumi menyegarkan semua tanaman dan menyejukkan udara, pujilah Tuhan. Bersyukurlah atas segala perbuatanNya yang ajaib, all the things that are too wonderful for us. Ketika anda minum secangkir kopi yang nikmat, ingatlah bahwa ada banyak pekerjaan dan bukti keberadaan Tuhan di setiap kenikmatan tegukan anda. Meski anda tidak melihatNya dengan kasat mata, tapi keberadaan Tuhan hadir setiap saat dalam hidup anda. Pujilah Dia dan ucapkan syukur sekarang juga. “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” (Mazmur 34:8a).

Ketika kita tertegun melihat keindahan ciptaanNya, itu saat bagi kita untuk memujiNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: