Mata Tuhan

Ayat bacaan: Amsal 15:3
================
“Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.”

Tikus adalah hewan yang dikenal memiliki kepintaran diatas rata-rata hewan lainnya dan sering dipakai untuk penelitian. Misalnya percobaan untuk mengetahui kecepatan belajar dan daya ingat tikus putih dengan menempatkannya di dalam ‘maze’ atau labirin berliku untuk menemukan jalan keluar. Bagi kita yang ukurannya lebih besar dari tikus putih, kita tentu bisa melihat dan memperhatikan segala gerak-gerik tikus itu dalam mencari jalan. Apakah ia berhenti, bersembunyi, salah jalan, mundur, atau akhirnya berhasil menemukan jalan keluar, semua akan bisa kita lihat dengan jelas. Tikus mungkin tidak tahu bahwa kita memperhatikan dan mempelajarinya, tetapi jelas kita bisa mengetahui tindak-tanduknya tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.

Teknologi yang semakin maju saat ini sangatlah membantu manusia dalam melihat jarak jangkau pandangan yang lebih luas, bahkan dari jarak ribuan kilometer sekalipun. Alat-alat seperti webcam, cctv dan sebagainya bisa membuat kita mampu untuk memantau tanpa terbatas lagi oleh jarak. Kamera satelit bisa menangkap gambar dari berbagai belahan dunia dengan cukup detail. Saat ini kita bahkan sanggup memantau gugus bintang, planet-planet dan benda-benda di gugus angkasa yang jaraknya sangat jauh dari kita. Jarak pandang mata kita mungkin sangat terbatas, namun dengan bantuan teknologi yang terus berkembang seperti itu kita sekarang mampu melihat jauh lebih tinggi ketimbang kemampuan mata kita sendiri.

Mata Tuhan sebenarnya sudah sejak awal mampu berfungsi seperti itu. Dia bisa berada di segala tempat pada waktu yang sama untuk memantau apapun yang kita lakukan. Salomo sudah menyadari hal itu ribuan tahun lalu dan berkata: “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” (Amsal 15:3). Tidak ada satupun tempat di alam semesta ini yang berada di luar jangkauan penglihatan Tuhan. Kita bisa membaca referensi lain mengenai hal ini dalam Mazmur 139 yang bertajuk “Doa di hadapan Allah yang maha tahu.” Dalam bagian Mazmur ini kita bisa melihat bagaimana Tuhan mampu:
– menyelidiki dan mengenal kita. (ay 1)
– mengetahui pikiran kita (ay 2)
– melihat kita bekerja dan beristirahat serta mengetahui apapun yang kita perbuat (ay 3)
– tahu apa yang menjadi isi hati kita sebelum kita mengucapkannya. (ay 4).
– tidak satupun tempat yang tersembunyi dariNya (ay 7-10)
– bahkan di tempat yang tergelap sekalipun Tuhan bisa melihat. (ay 11-12)
Semua ini menunjukkan bagaimana mata Tuhan mampu menjangkau segala sudut terkecil sekalipun dari hidup kita. MataNya ada dimana-mana, di segala tempat, mengawasi baik yang jahat maupun yang baik.

Bagi orang yang baik, orang yang takut akan Tuhan dan melakukan kehendakNya dengan ketaatan dan dengan penuh rasa hormat tentu ini merupakan sebuah kabar yang menggembirakan. Kita tahu sekarang bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia ada bersama kita dalam apapun yang kita lakukan. Tuhan berada bersama kita kemanapun kita pergi, dan itu bisa membuat kita tidak perlu takut menghadapi apapun. Menyadari keberadaan Tuhan dengan kasih setiaNya setiap waktu bersama kita akan membuat kita tahu bahwa semua yang kita lakukan demi kemuliaanNya tidak akan pernah sia-sia, meski tidak ada satupun orang yang melihat. Sebaliknya bagi orang jahat, orang yang terus memilih untuk hidup cemar dalam berbagai dosa, ini jelas merupakan sebuah kabar buruk. Jika ada orang yang selama ini berpikir bahwa bisa selamat jika perbuatan jahatnya tidak diketahui orang lain, dari rangkaian ayat-ayat di atas kita bisa melihat bahwa tidak ada tempat atau kesempatan sedikit pun sebenarnya untuk menyembunyikan diri dari sorot mata Tuhan atau dari jarak pandangNya. Tuhan melihat segalanya dan tahu segalanya. Meski kebohongan, kecurangan atau kejahatan bisa tersimpan rapi dari pengamatan orang, serapi apapun itu, Tuhan akan selalu mampu melihat itu semua dengan nyata dan jelas.

Dalam Ibrani kita temukan ayat yang berbunyi: “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani 4:13). Baik atau jahat, semuanya akan sangat transparan di mata Tuhan. Apapun yang kita lakukan, rencana yang ada di pikiran kita atau perasaan dalam hati kita, ingatlah bahwa Tuhan sedang memandang kita dan akan terus melakukannya. Maka hendaklah kita menjaga sikap, perbuatan, pikiran, perasaan, tingkah laku dan perkataan kita agar seturut kehendakNya. Mari kita buat Tuhan tersenyum bahagia dan bangga melihat bagaimana kita menjalani hidup dengan sebaik-baiknya seperti yang Dia inginkan, dan rasakanlah penyertaan Tuhan dengan kasihNya sepanjang waktu.

Selama Tuhan bersama kita, tidak ada yang perlu kita khawatirkan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: