Mata Iman

Ayat bacaan: 2 Raja Raja 6:15
=======================
“Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”

mata iman

Punya mata tapi tak bisa melihat. Betapa seringnya manusia mengalami masalah seperti ini. Cobalah mengemudi di jalan raya tanpa mempergunakan mata dengan baik. Meleng sedikit saja resikonya bisa bahaya. Anda bisa menabrak kendaraan lain, terjerembab masuk ke dalam lubang menganga di tengah jalan dan sebagainya. Mata adalah organ tubuh yang sangat penting bagi kita. Jika kita melihat seorang pengemis buta bernama Bartimeus yang bertemu dengan Yesus dalam Markus 10:46-52, kita melihat bahwa meskipun Bartimeus bisa meminta macam-macam ketika berkesempatan bertemu langsung dengan Yesus, lebih dari segalanya ia hanya minta agar matanya dipulihkan. “Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” (ay 51). Tidak saja mata jasmani yang penting, tetapi mata rohani pun jelas harus mampu melihat dengan jelas. Tanpa itu niscaya kita akan kesulitan dalam menjalani hidup dengan benar. Hidup akan terus diliputi ketidakpastian, kecemasan, kekhawatiran dan sebagainya, kita hanya akan penuh dengan ketakutan karena tidak mampu melihat apapun lewat iman kita.

Masalah ketajaman kemampuan mata iman bisa kita lihat secara jelas dalam kisah Elisa yang tertulis pada 2 Raja Raja 6:8-23 mengenai raja Aram yang mengirimkan bala tentaranya untuk mengepung kota dan menangkap Elisa. Singkatnya adalah sebagai berikut. Pada suatu kali raja Aram hendak menangkap Elisa dengan mengutus pasukan besar lengkap dengan kuda dan kereta perang. Untuk menangkap Elisa saja, seluruh kota dikepung oleh bala tentaranya. Pelayan Elisa bernama Gehazi ketika bangun pagi dan keluar merasa kaget melihat tentara pasukan berkuda dengan kereta perang ada di sekeliling kota. Ia pun panik. “Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” (ay 15). Tapi Elisa lalu berkata: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” (ay 16). Lalu Elisa berdoa agar Tuhan membukakan mata Gehazi sehingga ia bisa melihat bagaimana sebenarnya Tuhan telah melindungi mereka dengan pasukan yang jauh lebih besar dari bala tentara Aram itu. Setelah itu tentara Aram pun kemudian disesatkan lewat doa yang dipanjatkan oleh Elisa hingga terlempar ke Samaria, keluar dari Israel. Bacalah lebih lengkapnya dalam kitab 2 Raja Raja tersebut.

Dari kisah ini kita bisa melihat tiga jenis mata iman, yaitu yaitu dari orang Aram, Gehazi sang bujang, dan mata iman Elisa. Kemampuan mata dari Orang Aram menggambarkan tipikal orang bebal, yang buta total, sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di depan mereka. Tipikal orang Aram tidak akan mampu melihat apa yang terjadi di depannya, dibawa menuju kebinasaan pun mereka tidak tahu. (ay 18-20).Lihatlah bagaimana butanya mata mereka sehingga tidak sadar ketika disesatkan oleh Elisa, seperti yang bisa kita baca dalam ayat 18-20. 

Jenis seperti Gehazi bisa melihat apa yang terjadi di depan mata, namun tidak tahu harus berbuat apa dan hanya fokus pada masalah sehingga gampang panik. Bayangkan betapa capainya hidup seperti ini. Hanya mengandalkan logika, kepandaian, sepenuhnya bergantung pada segala sesuatu yang kelihatan di depan mata. Mata rohaninya tidak berfungsi dengan baik, sehingga berbagai keadaan masih begitu gampang membuat panik. Perhatikan perkataannya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” (2 Raja Raja 6:15). Gehazi pun dikisahkan merasa panik ketakutan dan langsun berlari pada Elisa. Jenis mata seperti Gehazi inilah yang dimiliki oleh banyak orang percaya. Mereka seperti halnya Gehazi, hanya bisa melihat apa yang terjadi di depan mata mereka. Mereka percaya Tuhan, tapi saat menghadapi masalah, mereka akan dipenuhi oleh banyak pertanyaan. Mereka hanya berpikir celaka, bingung, diombang-ambingkan keadaan dan hidup penuh keraguan. Jenis Gehazi tentulah jauh lebih baik dari tipe orang-orang Aram yang hendak menangkap mereka. Gehazi menjadi tenang setelah Elisa berdoa untuk meminta Tuhan membuka mata bujangnya. “Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.” (ay 17). Apa yang dilihat Gehazi setelahnya sungguh luar biasa. Ia melihat ada begitu banyak kuda di sekeliling gunung dan kereta berapi (chariots of fire) di sekeliling Elisa.

Tapi tentu mata Elisa jauh lebih baik dari tipe Gehazi. Pribadi Elisa sungguh berbeda. Tipe Elisa adalah mampu melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain. Orang yang memiliki tipikal Elisa mampu melihat Tuhan dan tahu bahwa Tuhan jauh lebih besar dari masalah. “Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”(ay 16). Mata iman Elisa berfungsi dengan baik. Ia tidak panik meski keadaan kasat mata sama sekali tidak kondusif. Ia tahu bahwa Tuhan ada bersamanya dan akan melindunginya, dan mata imannya sanggup melihat hal itu.

Hidup memang tidak akan mungkin tanpa masalah. Masalah akan senantiasa ada dalam perjalanan kehidupan kita. Tapi ingatlah bahwa ada Tuhan yang menyertai kita, dan Tuhan jauh lebih besar dari segala pergumulan yang kita hadapi. Kita harus terus melatih diri kita untuk melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, karena hanya dengan hidup bersama denganNya lah kita akan mampu menghadapi masalah dengan ketenangan. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Jika kita masih berada pada fase seperti Gehazi, berdoalah seperti Elisa, “Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Ini sejalan dengan ayat bacaan kita kemarin dimana Daud berkata “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” (Mazmur 119:18). Roh Kudus siap menyingkapkan segalanya, memberi hikmat bagi kita untuk mengetahui rencana Tuhan dalam hidup kita, memungkinkan kita melihat dengan jelas lewat mata iman dan karenanya kita tidak perlu khawatir dalam menjalani hari depan.

Miliki mata iman yang berfungsi benar seperti Elisa

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: