Masuk Lubang

Masuk-surga-ibarat-melewati-lubang-jarum.jpg

Apa yang bisa terjadi jika pandangan kita terhalang sesuatu dalam melangkah.

Ayat bacaan: Yesaya 59:1-2
==========================
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

Jika anda selalu melalui jalan yang sama setiap hari berkali-kali, anda tentu sudah hafal dengan situasi jalan tersebut. Secara normal anda pasti sudah mengetahui medan atau kondisinya. Kemana harus menghindar jika ada lubang misalnya, itu sudah secara insting anda lakukan tanpa harus dipikir lagi. Seorang teman saya baru saja bercerita bahwa ia harus mengeluarkan biaya yang cukup besar karena harus memperbaiki kaki-kaki mobilnya yang rusak akibat terbanting di lubang. Ia bercerita bahwa itu terjadi pada waktu hujan lebat. Karet wiper mobilnya tidak berfungsi baik karena sudah tua. Ia mengira bahwa itu tidak terlalu masalah karena toh ia hafal jalan menuju rumahnya dari kantor. Ternyata perkiraannya tidak sepenuhnya benar. Dalam kecepatan mobil yang cukup laju ia terperosok ke dalam lubang yang membesar akibat gerusan air hujan. Akibatnya mobilnya pun mengalami kerusakan di bagian bawahnya. Gangguan air hujan yang membasahi kaca mobil membuatnya tidak bisa melihat dengan baik, dan akibatnya ia pun harus tertimpa masalah. Seperti itu pula hidup kita. Lewat ilustrasi ini kita diingatkan tentang apa yang bisa terjadi jika pandangan kita terhalang sesuatu dalam melangkah.

Banyak orang yang kecewa kepada Tuhan karena menganggap Tuhan tidak mendengar doa mereka atau tidak menjawab permintaan mereka di saat mereka sedang tertimpa masalah. Memang terkadang masalah waktu kita dengan waktunya Tuhan itu berbeda. Firman Tuhan berkata “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9). Jarak yang terbentang antara bumi dan langit menunjukkan keterbatasan kita dalam mengetahui rencana Tuhan dalam hidup kita. Waktu yang kita anggap terbaik belum tentu yang terbaik di mata Tuhan. Sementara kita harus sadar bahwa Tuhanlah yang tentu paling tahu mengenai apa yang terbaik bagi manusia ciptaanNya. Dan apa yang dibuat Tuhan itu adalah segala sesuatu yang indah pada waktunya seperti yang tertulis dalam Pengkotbah 3:11. Itu benar. Tetapi ada satu hal yang juga harus kita waspadai, dan kita pastikan tidak sedang berkuasa atas diri kita. Itu adalah DOSA. Dosa yang terus ada dalam diri kita sesungguhnya bisa membuat hubungan kita terhalang dengan Tuhan. Dan jika itu terjadi maka kita bisa terbentur pada banyak masalah, karena dosa menghalangi atau menyekat sambungan antara kita dengan Tuhan. Kita harus memastikan benar bahwa tidak ada kejahatan dalam diri kita, tidak ada dosa yang kita sembunyikan lagi dalam diri kita. Dosa itu bisa merintangi hubungan antara kita dengan Tuhan, sehingga Dia tidak mendengar dan menjawab doa-doa kita. Dalam kitab Yesaya itu jelas tertulis. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2). Tuhan tidak pernah terlalu sibuk atau tidak mampu menyelamatkan kita. Dia tidak pernah tidak peduli atau tuli. Tetapi sesungguhnya jurang pemisah yang memutus hubungan kita bisa timbul dari kejahatan atau dosa-dosa yang masih belum kita bereskan.

Jangan pernah berpikir bahwa kita bisa menyembunyikan dosa-dosa kita, karena biar serapi apapun kita menyimpannya, Tuhan akan selalu mengetahuinya dan hal tersebut bisa menjadi penghalang bagi kita untuk menerima berkat dan keselamatan dari Tuhan. Salomo berkata: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi. Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.” (Amsal 28:13-14).Oleh karena itu kita harus segera membereskan dosa-dosa kita, mengakuinya dan bertobat sungguh-sungguh, lalu bertekad tidak mengulanginya lagi. Tuhan Yesus mengingatkan hal yang sama pula. Mari kita lihat Yohanes 5 mengenai kisah Yesus ketika mengunjungi kolam yang disebut Betesda dan menyembuhkan orang yang sudah tiga puluh delapan tahun menderita penyakit. Setelah orang itu disembuhkan, Yesus berpesan padanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” (Yohanes 5:14). Dosa seperti apapun, baik besar atau kecil haruslah segera diselesaikan, diakui sehingga tidak menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan.

Seperti halnya kejadian mobil terjerumus ke dalam lubang yang dialami oleh teman saya hari ini, dosa yang ada dalam diri kita bisa menghalangi pandangan kita, sehingga kita menjadi sulit melihat sesuai firman Tuhan dan akhirnya menjadi celaka. Ia sudah mengetahui betul kondisi jalan menuju rumah, tetapi ketika pandangannya terhalang maka ia pun mengalami musibah. Seperti itu pula kita, yang mungkin sudah mengenal Tuhan, mengenal pribadiNya, namun dosa bisa menghalangi dan menjauhkan kita dariNya dan akhirnya mencelakakan kita. Jangan beri toleransi pada dosa sekecil apapun, karena baik besar atau kecil tetaplah dosa yang bisa menjadi penghalang. Dalam Galatia dikatakan: “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.” (Galatia 5:9). Karena itu, ingatlah selalu pesan Yesus: “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.”(Matius 12:35) Singkirkan segera dosa-dosa yang menghalangi kita dengan Tuhan, sehingga kita jangan sampai terjerumus masuk lubang melainkan bisa selamat dalam perjalanan hidup kita.

Keterbukaan dalam pertobatan adalah awal pemulihan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

1 Comment

Leave a Reply