Mari Membantu Keuskupan Agats di Papua: Makin Beriman, Bersaudara, Berbelarasa (2)

< ![endif]-->

MAKIN Beriman, Makin Bersaudara dan Makin Berbelarasa.

Inilah tema besar Masa Prapaska Tahun 2013 di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).  Singkat kata, KAJ ingin menggelorakan semangat missioner dalam pengertian semangat berbagi kasih kepada sesama sebagai perwujudan iman.  Dengan itu diharapkan akan semakin menumbuhkan perasaan makin bersaudara dengan sesama karena tindakan-tindakan berbagi kasih.

Tindakan berbagi kasih muncul karena di hati kita ada semangat dan jiwa kasih. Dalam bahasa modern yang kian diakrabi telinga umat katolik Indonesia sekarang ini adalah semangat berbelarasa (compassionate). Umat katolik Indonesia diajak Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo untuk semakin berbelarasa, justru karena di hati kita ada compassion; ada perasaan empati sekaligus simpati yang mendulang emosi untuk berbagi kasih dengan mereka yang menderita dan ketinggalan “kereta” meniti hidup sejahtera.

Seiring dengan kelompok-kelompok awam katolik di KAJ lainnya, kali ini Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) yang berpusat di Jakarta akan melakukan karya kasih kemanusiaan ketiga kalinya di Keuskupan Agats di Papua.  Menurut dr. Irene Setiadi –Ketua KBKK–, pelayanan kasih kemanusiaan ke Keuskupan Agats ini dilakukan karena –kata dia—“Kita semua terdorong untuk berbuat baik, melakukan kegiatan bakti kasih untuk sesama kita bangsa Indonesia di ujung timur yang tak pernah kelihatan, namun hidup dalam kondisi serba kekurangan”.

_MG_3031 bina iman anak di Sagare

“Kehidupan keseharian di pelosok-pelosok pedalaman di hutan Agats serba kekurangan. Tidak ada listrik, air bersih, jangkauan komunikasi terbatas dan bahkan tidak ada sama sekali. Ibarat roda berputar 360 derajad selalu bergerak tanpa berhenti, maka kehidupan di Agats mirip-mirip dunia yang berhenti berputar 100-200 tahun ke belakang,” tuturnya menjawab Sesawi.Net belum lama ini.

KBKK pernah melakukan dua kali misi kasih kemanusiaan ke Keuskupan Agats sebanyak dua kali. Pertama terjadi pada bulan Oktober 2011; kedua terjadi pada bulan Mei 2013; dan misi ketiga kalinya akan dilakukan mulai tanggal 5 Desember 2013.

KBKK adalah kelompok gabungan awam katolik, imam religius-rohaniwan, imam diosesan, kaum profesional yang punya semangat berbagi kasih untuk sesama tanpa melihat sekat-sekat perbedaan. KBKK dirintis sejak tahun 2000 dan resmi berdiri tanggal 15 Februari 2001.

Sejak berdiri hingga sekarang, KBKK sudah melakukan berbagai lawatan perjalanan bakti kasih hampir ke seluruh Keuskupan di Indonesia. “Tinggal  tiga keuskupan yang belum sempat kami datangi yakni Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Lampung,” terang dr. Irene Setiadi, alumnus SMA Ursula Jakarta tahun 1974 yang mengambil studi kedokteran umum di Berlin, Jerman.

Tahun 2013, KBKK sudah merencanakan akan melakukan perjalanan ke tiga keuskupan yang belum ‘terjamah’ itu.

Karya kasih KBKK untuk Keuskupan Agats

Menjawab keprihatinan besar dan mendulang semangat kasih sesuai  tema besar Masa Prapaska KAJ Tahun 2013 untuk “Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbelarasa” itu, KBKK akan segera melakukan karya nyata membangun Keuskupan Agats di Papua.

Langkah nyata KBKK yang juga merupakan terobosan baru itu adalah membuka karya sosial di bidang pendidikan dan layanan kesehatan di pedalaman Keuskupan Agats.

Suster Sylvia KFS dalam rapat bersama Penatua Paroki Atsj AgatsMenurut dr. Irene Setiadi dan Uskup Diosis Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM kepada Sesawi.Net di Agats bulan Mei 2013 lalu, karya sosial KBKK di bidang pendidikan dan layanan kesehatan itu akan diakukan oleh dua suster biarawati dari Konggregasi Suster-suster Fransiskanes Sambas (KFS).

“Resminya, kedua suster biarawati KFS dari Sambas di  Kalimantan Barat itu akan berkarya di Paroki Atsj yang berjarak  waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan naik speedboat berkekuatan 85 PK dari Ibukota Agats. Kedua suster KFS itu akan mulai bekerja di sana per tanggal 15 Desember 2013,” tutur Uskup Diosis Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM kepada Sesawi.Net di pedalaman Sagare, jauh di luar Ibukota Agats Mei 2013 lalu. (Bersambung)

Photo credit:

  • Speedboat berkekuatan 85 PK milik Keuskupan Agats berpenumpang Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM (bertopi), Suster Provinsial KFS Sr. Sylvia KFS, Hendra Kosasih (KBKK Jakarta), dan motoris Marsel. Speedboat Keuskupan Agats melaju cepat di jalur aliran sungai dari arah Sagare-Atsj-Agats di pertengahan Mei 2013 (Mathias Hariyadi)
  • Acara Bina Iman anak-anak bersama Sr. Korina Ngoi OSU, dr. Irene Setiadi (Ketua KBKK), Lily (KBKK Jakarta) usai misa mingguan di pedalaman Sagare, sekitar 6 jam perjalanan dengan speeedboat dari “ibukota” Agats (Mathias Hariyadi)
  • Suster Sylvia KFS –pemimpin umum Konggregasi Suster-suster Fransiskanes Sambas– tengah mengikuti acara tatap muka dan diskusi bersama dengan para penatua Gereja Paroki Santo Paulus Atsj, Keuskupan Agats. Bapak Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM (tidak tampak) dan Lily  dan dr. Irene Setiadi (KBKK Jakarta) menyimak serius pembicaraan ini. Hasil diskusi ini berujung pada keputusan bersama yakni kerjasama tiga pihak Keuskupan Agats, KBKK, dan Provinsialat Suster KFS untuk pelayaan pastoral berupa pendidikan berasrama dan layanan kesehatan di Atsj mulai 15 Desember 2013.

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: