Mari Berbuat Baik

berbuat baik by concierge“Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita.” (Tit 3, 5-6) SEORANG dosen terlibat aktif dalam banyak kegiatan mengajar, baik di tempat kerjanya […]

berbuat baik by concierge

“Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita.” (Tit 3, 5-6)

SEORANG dosen terlibat aktif dalam banyak kegiatan mengajar, baik di tempat kerjanya yang tetap maupun di perguruan tinggi lain sebagai dosen tamu atau dosen luar biasa. Pengabdian masyarakat dilakukan dalam banyak bidang lain, yakni memberikan pelatihan dalam bidang jurnalistik, manajemen, spiritual kepada banyak kelompok di berbagai kota.

Dosen lain bertanya, “Apa yang membuat anda bersemangat melayani banyak kelompok orang di banyak kota?” Dosen itu menjawab dengan bercanda, “Biar kelak mendapatkan banyak karangan bunga.”

Perbuatan baik tidak hanya dilakukan oleh seorang dosen, tetapi bisa dilakukan setiap orang. Sejak kecil, setiap orang telah diajari, dilatih dan dibiasakan untuk berbuat baik bagi sesama. Perbuatan baik tidak hanya terbatas dalam bidang pengajaran, pelatihan, pembinaan atau pendidikan, tetapi juga dalam banyak bidang sosial, ekonomi, keagamaan dan bidang lain.

Orang melakukan perbuatan baik dengan berbagai alasan dan latar belakang. Perbuatan baik dilakukan karena merupakan kebiasaan yang sudah melekat dalam diri sesrorang. Orang lain berbuat baik karena rasa iba, kasihan dan solider terhadap sesama yang miskin atau menderita. Yang lain berbuat baik demi sebuah nama baik, popularitas atau sekedar pencitraan, yang dimuat dalam berbagai media masa.

Perbuatan baik mendatangkan sukacita dan kegembiraan bagi yang berduka; meringankan dan melegakan bagi yang berbeban berat; memberikan harapan bagi yang berada dalam kegelapan dan keputusasaan; berkat dan rahmat bagi orang percaya. Perbuatan baik selalu diingat; orang baik pun selalu dikenang oleh banyak orang.

Namun demikian, perbuatan baik bukanlah alasan bagi para murid untuk diselamatkan. Para murid diselamatkan bukan karena jasa-jasanya yang telah dilakukan atau penghargaan dan pujian yang telah diterima. Mereka diselamatkan karena persatuannya dengan Yesus Kristus. Para murid mampu bersatu dengan-Nya karena mereka dimampukan oleh Roh Kudus.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply