Manusia dan Keistimewaan Masing-Masing

Ayat bacaan: 1 Korintus 12:6========================”…tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.”Sekian tahun lalu untuk keperluan menyelesaikan kerja praktek, saya memilih melakukannya di sebuah perusahaan obat nyamuk baka…

Ayat bacaan: 1 Korintus 12:6
========================
“…tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.”

Sekian tahun lalu untuk keperluan menyelesaikan kerja praktek, saya memilih melakukannya di sebuah perusahaan obat nyamuk bakar. Ada banyak orang yang bekerja disana dengan flow atau alur proses yang teratur, mulai dari penyediaan bahan baku, pencampuran adonan, kemudian menuju mesin pencetak, pengecekan sampai pengemasan plastik pembungkus dan kotak. Dalam setiap proses ada pekerja dan supervisor dengan tanggung jawabnya masing-masing. Mereka tentu punya keahliannya sendiri. Buruh yang tugasnya membungkus tidak akan terlalu paham dengan proses pencampuran adonan dan pencetakan lingkar, orang pencetakan tidak akan bisa membungkus serapi dan secepat buruh yang bertugas untuk itu, dan seterusnya. Untuk memproduksi satu kotak nyamuk bakar diperlukan sekian orang dengan keahlian sendiri. Satu bagian macet, maka bagian lainnya pun akan terkendala dalam menyelesaikan tugas sesuai standar produksi perhari.

Tidak ada orang yang persis sama di dunia ini, baik dari segi rupa, bentuk, sifat maupun gaya. Kembar sekalipun tetap saja punya perbedaan-perbedaannya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan talenta, kepandaian atau keahlian. Masing-masing orang punya kelebihan dan kelemahannya sendiri, punya bakat-bakat khusus, ketrampilan dan keahlian tertentu. Sepandai-pandainya orang, ia tidak akan bisa melakukan semuanya sendirian. Ia mungkin hebat di salah satu bidang, tapi lemah di bidang lain. Bahkan tokoh-tokoh fiksi seperti superhero yang anda baca di komik maupun nonton di film tidaklah seratus persen sempurna. Mereka juga punya kelebihan dan kelemahan, punya keistimewaan dan kekurangan. Manusia pada hakekatnya diciptakan sebagai mahluk sosial, bukan untuk mengerjakan semuanya sendirian tetapi sudah dibekali kemampuan untuk bisa berinteraksi dengan sesamanya. Sebuah kerjasama yang baik dimana keistimewaan atau kelebihan masing-masing orang terhubung akan menghasilkan sesuatu yang besar.

Tuhan menciptakan manusia dengan keistimewaan masing-masing bukanlah tanpa sebab. Tuhan ingin menciptakan manusia yang punya sifat sosial, mampu berinteraksi, saling bantu, saling peduli, peka terhadap sesama dan bisa bekerjasama untuk menghasilkan sesuatu yang baik, termasuk didalamnya melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan dan kasihNya. Semuanya orang diciptakan secara khusus, handcrafted by God Himself with His signature being stamped on it, lengkap dengan keistimewaan masing-masing.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah bagian dari tubuh Kristus. Tuhan menyediakan karunia  yang berbeda-beda bagi setiap orang. Itu bukanlah dimaksudkan untuk membuat orang ada yang lebih dan ada yang kurang, tetapi sesungguhnya ada kandungan pesan yang sangat mulia di dalamnya, yakni agar kita bisa bekerjasama untuk kepentingan pekerjaan Tuhan. Paulus menyatakannya dalam surat 1 Korintus: “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.” (1 Korintus 12:4-5). Selanjutnya ia berkata “Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” (ay 6). Karunia berbeda-beda diberikan kepada kita, panggilan berbeda-beda, tetapi semua itu tetaplah berasal dari satu Tuhan. All came from the same God who inspires and energizes them all, in all. 

Semua keunikan ciptaan Tuhan menunjukkan eksistensi atau keberadaanNya secara nyata. Kita tidak boleh menutup diri dan merasa sanggup untuk melakukan segalanya sendirian. Untuk hasil terbaik baik dalam profesi, kegiatan/aktivitas maupun pekerjaan Tuhan kita jelas membutuhkan orang lain. Dengan bersinergi dalam kerjasama yang baik maka kita bisa menghasilkan sesuatu yang besar, yang akan bermanfaat bagi banyak orang. Dan ingatlah bahwa tidak akan pernah ada cukup alasan yang bisa membenarkan kita hidup dengan kebencian. Hidup dengan sikap memusuhi, menghakimi atau menghina dan merendahkan saudara-saudara kita sendiri adalah sama artinya dengan menghina karya Tuhan dan melawan keinginan Tuhan. Mengapa? Karena jelas dikatakan bahwa segala perbedaan itu tetaplah berasal dari Tuhan yang sama, dimana semuanya Dia buat secara khusus dengan tanganNya sendiri. Jika pelukis sering membubuhkan tanda tangannya pada lukisannya, tanda tangan Tuhan tertera dalam semua yang Dia ciptakan. Menyadari hal itu, marilah kita menjaga baik-baik segala yang telah Dia percayakan kepada kita, dan marilah singkirkan permusuhan dan kebencian. Bekerjasamalah dengan kerukunan dengan saudara-saudara kita lainnya tanpa melihat latar belakangnya. Berkati semua orang tanpa terkecuali, dan doakan mereka. Dengan demikian kita akan menjadi orang-orang yang menghargai betul kebesaran dan keagungan Tuhan.

Tuhan yang sama mengerjakan segala keistimewaan dan keunikan yang ada pada setiap orang tanpa terkecuali

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply