Manipulasi Citra

Ayat bacaan: Efesus 4:14-15
=====================
“sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”

manipulasi citra, tipuan dunia

Salah satu mata pelajaran yang saya ajarkan adalah desain grafis, salah satunya dengan mempergunakan software pengolah gambar Photoshop. Photoshop mampu melakukan pengeditan gambar dengan luar biasa, sehingga bisa membuat orang percaya pada apa yang mereka lihat, walaupun gambar itu merupakan sebuah rekayasa. Itulah sebabnya salah satu kehandalan software ini terletak pada kemampuannya dalam hal manipulasi citra, baik lewat penggabungan dua gambar atau lebih, pengeditan, dan sebagainya sehingga bisa menipu pandangan orang ketika melihatnya. Semakin anda menguasai Photoshop, hasil manipulasi pun akan semakin rapi. Membuat orang gemuk menjadi kurus, make-up digital, menghilangkan jerawat, kerut-kerut wajah, menghilangkan berbagai bagian-bagian yang tidak diinginkan dan sebagainya bukan lagi hal yang mustahil. Alat bantu seperti ini akhirnya bisa membuat foto-foto yang kita lihat di majalah seolah terlihat begitu sempurna, walaupun kalau dibandingkan dengan foto aslinya bisa jadi jauh berbeda. Bagi orang awam tentu sulit membedakan mana yang asli dan tidak, namun bagi yang sudah menguasai Photoshop tentu punya kemampuan lebih peka dalam mengetahui keaslian sebuah foto ketika mereka melihatnya.

Begitu pula dengan dunia ini. Kita hidup di sebuah dunia yang penuh dengan rupa-rupa tipuan, dan kita sering termakan oleh tipuan-tipuan ini. Iklan-iklan selalu berbicara tentang memiliki kulit yang putih, yang secara tidak langsung mengajarkan bahwa punya kulit gelap itu berarti buruk rupa. Iklan-iklan menunjukkan bahwa cantik adalah orang yang langsing dan tinggi, maka tidak heran jika ada banyak remaja yang depresi dan menjadi minder karena mereka tidak kurus dan kurang tinggi. Padahal jelas bahwa ada begitu banyak hal lain yang jauh lebih penting dibandingkan sebuah penampilan fisik semata, yang ironisnya justru tidak bisa dijadikan faktor mutlak. Gambaran sebuah fisik yang sempurna berbeda dari masa ke masa, dan berbeda pula dari satu bangsa dengan bangsa yang lain. Tapi gencarnya tipuan iklan bisa membuat orang meletakkan dirinya pada hal-hal fisik sesuai dengan apa yang diinginkan si pembuat iklan atau pemilik produk. Cepat atau lambat, manusia akan kehilangan jati dirinya, kehilangan makna hidup dan tidak lagi menyadari bahwa siapapun mereka, siapapun kita, anda dan saya, kita adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, dimana Tuhan punya rencana luar biasa bagi kita masing-masing.

Dunia yang kita diami penuh tipuan dan jebakan. Di setiap sisi kehidupan, iblis terus mencari kelemahan kita dan mencoba memangsa kita. Begitu gencarnya sehingga terkadang kita sulit untuk membedakan mana jalan yang benar, dan mana yang menuju kebinasaan. Hal ini bukan lagi hal baru, karena dalam Amsal jauh-jauh hari sudah tertulis demikian: “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 16:25). Untuk mampu membedakan, kita harus tahu betul apa yang menjadi kehendak Tuhan, dan tidak ada jalan lain selain terus memperlengkapi diri kita dengan firman Tuhan, hidup bertumbuh dan berbuah dalam iman akan Kristus dan terus ada dalam bimbingan Roh Kudus. Dalam surat untuk jemaat Efesus, Paulus menulis bahwa untuk melawan tipu muslihat iblis kita harus terus memperlengkapi diri kita dengan perlengkapan senjata Allah. (Efesus 6:10-20).

Tanpa membekali diri kita dengan firman Tuhan, iman dalam Kristus dan senantiasa berada dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kita akan mudah diombang-ambingkan dengan segala tipuan dunia, lengkap dengan segala bentuk penyesatannya. Kita akan sulit mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, mana yang lurus dan mana yang menuju maut. Begitu banyak ajaran-ajaran yang seolah terlihat baik, namun ternyata sesat. Dan Paulus berkata: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Korintus 11:14). Jika kita memahami firman Tuhan, kita akan tahu mana pengajaran yang sesuai dengan firman Tuhan dan mana yang tidak. Iman dalam Kristus, yang adalah kepala, disertai dengan penyertaan Roh Kudus yang terus membimbing hidup kita akan membuat kita memiliki kepekaan kuat akan sesuatu yang benar dan sesat. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah jangan sampai kita sekali-kali membiarkan diri kita terbuka akan kebohongan, karena salah satu pintu masuk kesesatan adalah karena kita membiarkan diri kita untuk bersedia mendengar kebohongan. (Yehezkiel 13:19). Hendaklah kita selalu membangun hidup dengan kebenaran firman Tuhan sehingga kita tetap terjaga dari tipu muslihat dunia.

Jadikan kebenaran firman Tuhan menjadi nilai hidup utama, bukan apa yang kita lihat dan dengar di dunia ini

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply