BERIKUT ini kami sampaikan paparan sejumlah makna di balik semua ornamen yang terukir dan terdapat di seluruh ‘tubuh’ patung Maria Ratu Pecinta Damai (MRPD).

Makna itu juga ada di tatakan di mana patung setinggi 12 meter dengan berat tiga ton itu berdiri tegak dan kokoh di Gua Maria Anjongan, Mempawah, Keuskupan Agung Pontianak.

Perdamaian

Gagasan untuk membuat patung ini mendapat inspirasinya dari sejarah asal-usul mengapa dulu Gua Maria Pencipta Damai, Anjongan, ini berdiri.

Ide besar di baliknya adalah makna sejarah yang telah menandai perdamaian antara berbagai etnisitas yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Di situ antara lain ada etnis Tionghoa dan Dayak yang keduanya juga merupakan umat Kristiani lokal.

Maria menyatukan semua

Maria digambarkan sebagai ibu yang merangkul dan melindungi semua kelompok etnis. Ia menjadi “Ibu Kita Semua”.

Dan itu pula pesan yang disampaikan kepada orang, ketika Yesus bicara di kayu salib.

Kelompok etnis utama direpresentasikan sebagai anak-anak. Mengapa demikian? Itu  karena anak-anak lahir dalam kepolosoan. Di situ tiada kepura-puraan.

Setiap anak lahir bahagia dan bergaul dengan kelompok bayanya tanpa sekat dan prasangka primordial.

Anak-anak Tionghoa dan Dayak —kedua etnis tersebut– secara bersama-sama dan dalam tindakan bersama melepaskan merpati, karena mereka adalah protagonis utama.

Maria berbusana tradisi Dayak

Maria mengenakan pakaian tradisi adat Dayak. Ini sebagai penanda untuk mengenali bahwa tempat ziarah ini ada di Bumi Kalimantan, Tanahair orang-orang Dayak –penduduk asli Kalimantan.

12 mahkota

Ke-12 bintang itu menghiasai mahkota di atas kepala Maria. Dan penampakan itu sungguh mirip dengan sosok perempuan yang digambarkan oleh Kitab Wahyu.

Bahasa Mandarin berarti kedamaian

Di dada Bunda Maria itu ada tulisan dalam karakter bahasa Mandarin yang berarti kedamaian.

Bunda Maria adalah Bunda Perdamaian, sejak ia melahirkan Sang Raja Damai, Tuhan Yesus Kristus.

Sapu lidi

Maria digambarkan melalui patung itu tengah berdiri di atas sapu lidi. Ini melambangkan peran Maria yang selalu menyatukan dan memperkuat tali ikatan persatuan semua orang.

Sebagai anak-anak Maria, marilah kita selalu bersemangat dan berkeinginan menjadi pembawa damai.

12 merpati

Di sana ada 12 ekor burung merpati. Ke-12 burung merpati itu dikirim ke seluruh dunia untuk menyebarkan Warta Gembira berisi perdamaian.

Hingga bulan Mei 2018, ornamen ini masih dalam proses penyelesaian dan penyempurnaan.

Gua Maria Anjongan Keuskupan Agung Pontianak dalam Gambar (3)

Romo Andreas Kurniawan OP Imam religius Ordo Pengkotbah (Ordo Predicatorum, OP), bertugas di Keuskupan Agung Pontianak sebagai Ekonom KAP.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.