Makin Kuat (1)

Ayat bacaan: Mazmur 84:8=====================”Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”Sebuah bola yang digelindingkan pada bidang datar suatu ketika akan menjadi lambat lalu berhenti, meski tidak bertumbukan dengan benda …

Ayat bacaan: Mazmur 84:8
=====================
“Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”

Sebuah bola yang digelindingkan pada bidang datar suatu ketika akan menjadi lambat lalu berhenti, meski tidak bertumbukan dengan benda lain. Licin kesatnya permukaan tentu akan menentukan cepat lambatnya bola tersebut berhenti, tetapi biar bagaimanapun tentu bola itu akan berhenti pada suatu saat. Hukum alam memang seperti itu, demikian pula manusia. Saat muda kita masih kuat, tapi kemudian akan mengalami penurunan tenaga dan daya tahan seiring bertambahnya usia. Selain kekuatan dan daya tahan tubuh, ingatan, penglihatan dan sebagainya pun akan terus berkurang. Usia manusia dan daya tahan malah sekarang lebih lemah karena adanya polusi, stres, kesibukan tinggi dan lain-lain. Dari kuat, kemudian menjadi lemah dan tidak lagi bisa apa-apa. Apabila kita terus mempergunakan energi atau tenaga kita dalam mengerjakan sesuatu, pada suatu saat tenaga kita juga melemah akibat kelelahan dan kemudian kita tidak lagi punya tenaga untuk meneruskannya. Maka sangatlah menarik apabila hari ini saya mengangkat sebuah ayat yang sepertinya berlawanan dengan kondisi alami ini. Demikian bunyi ayatnya: “Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.” (Mazmur 84:8).

Mereka berjalan makin lama bukan makin lemah, tapi makin kuat. Kepada siapa ayat ini berlaku? Dalam ayat sebelumnya Pemazmur mengatakan: “Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!” (ay 6). Itu berarti ayat ini berlaku bagi orang yang mengandalkan kekuatan di dalam Tuhan, yang hatinya selalu mengarah ke Gunung Sion. Dalam bahasa Inggrisnya disebutkan: “Blessed (happy, fortunate, to be envied) is the man whose strength is in You, in whose heart are the highways to Zion.” Bukan hanya semakin kuat, increasing in victorious power, from strength to strength, tetapi Tuhan pun melimpahi dengan berkat. “Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” (ay 7). Ayat ini sangat menarik karena ternyata Tuhan sanggup menjanjikan sesuatu yang melawan hukum alam seperti yang kita ketahui.

Adakah contoh dalam Alkitab yang bisa kita jadikan contoh? Tentu ada, misalnya Kaleb. Kaleb mulai disebutkan sebagai satu dari selusin pengintai yang dikirim oleh Musa untuk mengintai situasi Kanaan seperti yang tercantum dalam Bilangan 13. Diantara kedua belas orang itu, 10 orang pesimis, tetapi dua lagi ternyata memilih untuk bersikap optimis karena percaya pada Tuhan. Kedua orang itu adalah Kaleb dan Yosua. Mereka percaya bahwa kekuatan Tuhan ada di atas kekuatan apapun yang ada di muka bumi ini. Jika ia meletakkan kekuatannya di dalam Tuhan, dan apa yang ia hadapi sesuai janji Tuhan, maka tidak ada kata untuk gagal. Ia tidak perlu menyerah pada faktor usia, dimana kekuatannya seharusnya sudah merosot jauh dari masa mudanya. Kaleb percaya akan hal itu.

Mari kita melompat ke depan untuk melihat Kaleb hampir setengah abad kemudian. Saat itu Kaleb sudah tua, tepatnya berusia 85 tahun. Di usia itulah pada akhirnya ia menerima janji Tuhan. Kaleb adalah satu dari dua orang terakhir dari angkatan 45 tahun yang lalu yang berhasil masuk ke tanah Kanaan. Ini tepat seperti janji Tuhan sebelumnya: “kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN…Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.” (Ulangan 1:36,38).

Selanjutnya, bacalah apa yang dikatakan Kaleb berikut ini: “Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:11). Kaleb kira-kira berkata: “Meski aku sudah sangat lanjut usia, siapa bilang aku lemah? Aku masih sama kuatnya seperti 45 tahun yang lalu. Aku masih siap berperang dengan kekuatan yang sama seperti dahulu.” Bagaimana itu bisa terjadi? Pada Kaleb janji Tuhan yang mengatasi keadaan normal terjadi. Pada diri Kaleb ada mukjizat Tuhan. Ini bisa ia alami karena dia merupakan orang yang selalu meletakkan kekuatannya dan dirinya secara keseluruhan di dalam Tuhan.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply