Mahasiswa Indonesia Promosikan Bahasa Indonesia di Guilin, Tiongkok

Guilin3PERSATUAN Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Cabang Guilin di Propinsi Guanxi, lagi-lagi mempopulerkan Bahasa Indonesia di Tiongkok. Untuk ke-5 Kalinya acara tahunan ini telah terselenggara dan kini sudah menjadi agenda tahunan PPIT Cabang Guilin. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana acara Pelatihan Bahasa Indonesia selalu berlangsung selama tiga hari, tapi kali ini hanya diadakan sehari saja yakni […]

Guilin3

PERSATUAN Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Cabang Guilin di Propinsi Guanxi, lagi-lagi mempopulerkan Bahasa Indonesia di Tiongkok. Untuk ke-5 Kalinya acara tahunan ini telah terselenggara dan kini sudah menjadi agenda tahunan PPIT Cabang Guilin.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana acara Pelatihan Bahasa Indonesia selalu berlangsung selama tiga hari, tapi kali ini hanya diadakan sehari saja yakni tanggal i 23 November 2014. Setidaknya acara pelatihan bahasa Indonesia ini membantu pemerintah dalam meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan.

Acara ini dibuka oleh Bapak Anak Agung Gde Alit Santika, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou. Ia secara khusus berkunjung untuk menghadiri acara pelatihan bahasa Indonesia. Ia juga menyampaikan harapan agar warga asing dapat berkunjung ke Indonesia dan apalagi dalam waktu dekat diberlakukan bebas visa untuk kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Tiongkok.

Pada tahun ini, PPIT Cabang Guilin mengadakan pelatihan bahasa Indonesia bertema “Yogyakarta”. Ini berlangsund dengan dua tingkat pengajaran kelas pemula dan kelas menengah.

Untuk tingkat pemula diajarkan kosa kata dan pelafalan; sementara untuk tingkat kelas menengah diajarkan sejarah dan asal usul Candi Prambanan. Selain itu, setiap peserta didampingi mentor mahasiswa Indonesia untuk membantu mempermudah pengajaran.

guilin1

Promosi Indonesia melalui bahasa Indonesia di Guilin, Guanxi, Tiongkok

guilin5

Terkenang ‘tanahair’ aslinya yakni Indonesia yang sudah mereka tinggalkan hampir 50 tahun lalu.

“Menyinggung jumlah peserta yang membludak tahun ini sejumlah kurang lebih 100 mahasiswa asing berasal dari berbagai negara seperti Tiongkok, Thailand, Kamboja, Uzbeskistan , Amerika , Italia, Inggris dan negara-negara lainnya, maka semakin nyata adanya banyak peminat untuk mengenal bahasa dan budaya Indonesia” ungkap Andy, pengajar pada pelatihan bahasa Indonesia dan guru Jurusan Bahasa Indonesia di Guangxi Normal University.

Mengenang kembali Indonesia

“Banyak Paman dan Bibi (Ayi ShuShu) yang dahulu pernah tinggal di Indonesia setiap tahunnya setia menghadiri pelatihan bahasa Indonesia yang diadakan oleh PPIT Cabang Guilin. Mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan bahasa Indonesia dengan gaya bahasa Indonesia yang masih lancer,” ungkapnya.

Kecintaan mereka terhadap Indonesia terlihat jelas dari raut wajah mereka yang begitu gembira. “Saya jadi ingat kampung halaman saya di Lombok yang sudah sekitar 50 tahun yang lalu saya tinggalkan,” ungkap salah satu bibi ketika ditanya oleh pengajar kesan ketika mengikuti pelatihan bahasa Indonesia.

Guilin3

Empat mahasiswi Indonesia di Guilin belajar menjadi duta budaya Indonesia di Propinsi Guanxi, Tiongkok.

guilin2

Warga asing belajar bahasa Indonesia di Guilin, Tiongkok

guilin4

Para mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Guilin, Provinsi Guanxi, Tiongkok bersama-sama mempromosikan pariwisata Indonesia melalui pengajaran bahasa Indonesia.

“Tujuan diadakan pelatihan bahasa Indonesia ini adalah untuk mempromosikan bahasa Indonesia ke warga internasional di Guilin. Ini agar mereka tahu bahasa Indonesia itu adalah bahasa kita sendiri, bukan bahasa Inggris. Juga agar mereka bisa mengenal Indonesia lebih jauh lagi dan lebih mendalam. Bukan hanya tentang Bali saja yang mereka ketahui. Mereka bisa tahu Bali, tapi tidak tahu Indonesia itu apa. Tentu juga agar mereka tertarik datang ke Indonesia setelah melakukan pelatihan bahasa Indonesi,” tegas Kenny Barne, Ketua PPIT Cabang Guilin.

“Harapan kedepannya warga asing tertarik datang ke Indonesia. Yang terpenting mereka sudah tahu dasarnya seperti mengucapkan salam. Jadi, kita dapat mempromosikan Indonesia dalam bidang bahasa, budaya dan juga pariwisata,” ungkapnya.

“Harapan untuk pelatihan bahasa selanjutnya diadakan tidak hanya di satu tempat saja, tapi di banyak tempat. Itu agar banyak warga asing berminat belajar bahasa Indonesia,” ungkap David, ketua acara pelatihan bahasa Indonesia dan Koordinator Pendidikan PPIT Cabang Guilin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply