“Maggie”, Perjuangan Ayah Sejati Melawan Virus Zombie

Wade Setia Menemani MaggieAYAH adalah figur yang keberadaannya sangat penting selain sosok ibu dalam sebuah keluarga. Umumnya sosok ayah digambarkan sebagai tulang punggung perekonomian keluarga atau seorang pribadi yang bertugas melindungi keluarganya dari segala ancaman marabahaya. Ayah adalah sosok hebat yang menjadi harapan sekaligus tumpuan bagi anggota keluarga lainnya. Sehingga tidak berlebihan kiranya bila sosok yang satu ini karakternya kerap dieksplorasi melalui film,drama, lagu, novel, puisi dan lain sebagainya. Dalam film Maggie (2015), sosok ayah diwakili oleh aktor gaek dan legendaris Arnold Schwarzenegger yang berperan sebagai Wade. Di film bergenre horor ini, kita akan menemukan sosok Arnold Schwarzenegger yang berbeda dari peran yang sering dimainkannya dalam banyak film action terkenal, sebut saja dua film terakhirnya Terminator Genisys (2015) dan The Expendables 3 (2014). Teror virus Zombie Tentu kita pernah menyaksikan aksi Milla Jovovich (Alice) yang berperan sangat garang melawan kumpulan zombie yang menyerangnya. Aksi tersebut bisa kita saksikan dalam film Resident Evil yang muncul pertama kali tahun 2002, yang dilanjutkan dengan beberapa sekuelnya yang dikabarkan selalu sukses mendulang jumlah penonton yang banyak di seluruh dunia. Entah mengapa kisah yang berkaitan dengan makhluk bernama “zombie” ini selalu menarik untuk diangkat ke layar lebar. Dan Resident Evil telah membuktikannya, hingga di sekuel ke-5 Resident Evil: Retribution (2012) tetap diminati oleh penonton. Kesuksesan film-film tersebut kemudian menginspirasi kehadiran film World War Z (2013) yang dibintangi Brad Pitt yang diadaptasi dari novel karya Max Brooks (2006), dan lagi-lagi bercerita tentang zombie. Film Maggie menawarkan kisah zombie yang sangat berbeda sekali dibanding film-film sebelumnya. Di film ini kita justru akan menyaksikan bagaimana seorang anak bernama Maggie (Abigail Breslin) yang terjangkit virus mematikan, selama rentang waktu 6 minggu berubah berlahan-lahan menjadi sosok zombie yang mengerikan. Maggie jauh dari aksi para zombie yang biasanya menyerang manusia yang masih hidup secara brutal. Di sini kita akan lebih banyak menyaksikan bagaimana Wade yang dengan penuh kasih sayang merawat Maggie. Bahkan, rasa kasih sayang yang total itu ditunjukkan dengan cara memberi ijin kepada Maggie untuk tetap tinggal di rumah. Sesuatu yang tidak lumrah terjadi untuk menghadapi sosok zombie yang sewaktu-waktu bisa menggigit dan menginfeksi orang-orang hidup di sekitarnya. Sarat pesan moral Cerita Maggie memang disetting gelap sesuai dengan genre yang diusungnya. Meski begitu, film drama kehidupan ini hendak mengajak para orang tua untuk memberikan cinta kasih kepada anak-anak mereka secara total dan tanpa syarat. Maggie menawarkan nilai plus yang bisa dijadikan sarana bercermin bagi mereka yang rindu menjadi seorang ayah sejati. Peran-peran yang dimainkan oleh Arnold Schwarzenegger selama ini cenderung lekat dengan sosok jagoan atau pahlawan yang minim dialog di sepanjang cerita. Dan ekspresi aktor laga ini kebanyakan diwakili oleh sepak terjangnya yang tidak pernah terlepas dari adegan perkelahian atau baku tembak yang seru dan menegangkan. Dalam Maggie, Arnold Schwarzenegger justru memerankan tokoh ayah yang sangat humanis. Dengan penuh perhatian dan tanpa rasa was-was berlebihan, ia merawat dan mendampingi putrinya yang jelas-jelas telah terjangkit virus zombie mematikan. Maggie benar-benar mengeksplorasi segala cara yang dilakukan oleh Wade sebelum putrinya benar-benar berubah menjadi zombie. Konflik batin dan emosional yang dipaparkan disepanjang jalan cerita, seolah-olah hendak mengajak kita semua (khususnya para orang tua) untuk lebih peduli dan mencintai anak-anak yang dipercayakan Tuhan. Menjadi orang tua memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Jika situasi dan kondisi yang dialami ideal, mungkin peran orang tua akan sangat mudah untuk dijalankan. Namun, bila situasi kondisi berubah total 180 derajat, bahkan 360 derajat, pasti sebagian diantara orang tua akan berhenti sejenak untuk mengatur ulang strategi sekaligus mencari solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi. Dan melalui Maggie ini kita dapat menyaksikan bagaimana sosok Wade berusaha menjadi “ayah sejati” bagi putrinya. Film produksi WS Films berdurasi 93 menit ini juga dibintangi: Joely Richardson, Laura Cayouette, J.D. Evermore, Denise Williamson, Raeden Greer, Aiden Flowers, Dana Gourrier, Taylor Murphy, Wayne Pére, Amy Brassette, Ashley Nicole Hudson, Bryce Romero dan John L. Armijo, dengan penulis naskah John Scott 3 dan sutradara Henry Hobson.

Wade Setia Menemani Maggie

AYAH adalah figur yang keberadaannya sangat penting selain sosok ibu dalam sebuah keluarga. Umumnya sosok ayah digambarkan sebagai tulang punggung perekonomian keluarga atau seorang pribadi yang bertugas melindungi keluarganya dari segala ancaman marabahaya. Ayah adalah sosok hebat yang menjadi harapan sekaligus tumpuan bagi anggota keluarga lainnya. Sehingga tidak berlebihan kiranya bila sosok yang satu ini karakternya kerap dieksplorasi melalui film,drama, lagu, novel, puisi dan lain sebagainya.

Dalam film Maggie (2015), sosok ayah diwakili oleh aktor gaek dan legendaris Arnold Schwarzenegger yang berperan sebagai Wade. Di film bergenre horor ini, kita akan menemukan sosok Arnold Schwarzenegger yang berbeda dari peran yang sering dimainkannya dalam banyak film action terkenal, sebut saja dua film terakhirnya Terminator Genisys (2015) dan The Expendables 3 (2014).

Teror virus Zombie
Tentu kita pernah menyaksikan aksi Milla Jovovich (Alice) yang berperan sangat garang melawan kumpulan zombie yang menyerangnya. Aksi tersebut bisa kita saksikan dalam film Resident Evil yang muncul pertama kali tahun 2002, yang dilanjutkan dengan beberapa sekuelnya yang dikabarkan selalu sukses mendulang jumlah penonton yang banyak di seluruh dunia.

Entah mengapa kisah yang berkaitan dengan makhluk bernama “zombie” ini selalu menarik untuk diangkat ke layar lebar. Dan Resident Evil telah membuktikannya, hingga di sekuel ke-5 Resident Evil: Retribution (2012) tetap diminati oleh penonton. Kesuksesan film-film tersebut kemudian menginspirasi kehadiran film World War Z (2013) yang dibintangi Brad Pitt yang diadaptasi dari novel karya Max Brooks (2006), dan lagi-lagi bercerita tentang zombie.

Film Maggie menawarkan kisah zombie yang sangat berbeda sekali dibanding film-film sebelumnya. Di film ini kita justru akan menyaksikan bagaimana seorang anak bernama Maggie (Abigail Breslin) yang terjangkit virus mematikan, selama rentang waktu 6 minggu berubah berlahan-lahan menjadi sosok zombie yang mengerikan.

Wade Memeluk Maggie dengan Penuh Kasih Sayang

Maggie jauh dari aksi para zombie yang biasanya menyerang manusia yang masih hidup secara brutal. Di sini kita akan lebih banyak menyaksikan bagaimana Wade yang dengan penuh kasih sayang merawat Maggie. Bahkan, rasa kasih sayang yang total itu ditunjukkan dengan cara memberi ijin kepada Maggie untuk tetap tinggal di rumah. Sesuatu yang tidak lumrah terjadi untuk menghadapi sosok zombie yang sewaktu-waktu bisa menggigit dan menginfeksi orang-orang hidup di sekitarnya.

Sarat pesan moral

Cerita Maggie memang disetting gelap sesuai dengan genre yang diusungnya. Meski begitu, film drama kehidupan ini hendak mengajak para orang tua untuk memberikan cinta kasih kepada anak-anak mereka secara total dan tanpa syarat. Maggie menawarkan nilai plus yang bisa dijadikan sarana bercermin bagi mereka yang rindu menjadi seorang ayah sejati.

Peran-peran yang dimainkan oleh Arnold Schwarzenegger selama ini cenderung lekat dengan sosok jagoan atau pahlawan yang minim dialog di sepanjang cerita. Dan ekspresi aktor laga ini kebanyakan diwakili oleh sepak terjangnya yang tidak pernah terlepas dari adegan perkelahian atau baku tembak yang seru dan menegangkan.

Dalam Maggie, Arnold Schwarzenegger justru memerankan tokoh ayah yang sangat humanis. Dengan penuh perhatian dan tanpa rasa was-was berlebihan, ia merawat dan mendampingi putrinya yang jelas-jelas telah terjangkit virus zombie mematikan.

Maggie benar-benar mengeksplorasi segala cara yang dilakukan oleh Wade sebelum putrinya benar-benar berubah menjadi zombie. Konflik batin dan emosional yang dipaparkan disepanjang jalan cerita, seolah-olah hendak mengajak kita semua (khususnya para orang tua) untuk lebih peduli dan mencintai anak-anak yang dipercayakan Tuhan.

Menjadi orang tua memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Jika situasi dan kondisi yang dialami ideal, mungkin peran orang tua akan sangat mudah untuk dijalankan. Namun, bila situasi kondisi berubah total 180 derajat, bahkan 360 derajat, pasti sebagian diantara orang tua akan berhenti sejenak untuk mengatur ulang strategi sekaligus mencari solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi. Dan melalui Maggie ini kita dapat menyaksikan bagaimana sosok Wade berusaha menjadi “ayah sejati” bagi putrinya.

Film produksi WS Films berdurasi 93 menit ini juga dibintangi: Joely Richardson, Laura Cayouette, J.D. Evermore, Denise Williamson, Raeden Greer, Aiden Flowers, Dana Gourrier, Taylor Murphy, Wayne Pére, Amy Brassette, Ashley Nicole Hudson, Bryce Romero dan John L. Armijo, dengan penulis naskah John Scott 3 dan sutradara Henry Hobson.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply