Maaf…

Ayat bacaan: Hosea 6:4
=======================
“Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.”

Kata maaf bagi sebagian orang mungkin sulit diucapkan. Bagi sebagian lagi, mungkin sebaliknya, terlalu mudah. Ada orang yang sangat mudah mengucapkan maaf, tapi tetap mengulangi kesalahan yang sama. Bagi tipe orang seperti ini, mengucapkan maaf itu sangat ringan dan tidak berarti apa2.

Ya, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengampuni tanpa batas. Dan seperti itu pula Tuhan, Allah Bapa kita yang penuh kasih akan selalu membuka tanganNya lebar2 atas pertobatan kita, baik atas dosa besar maupun kecil. Tapi ingat, jika anda hanya membawa kata “maafkan saya” kehadapan Tuhan, itu tidak cukup. Lihat bagaimana Tuhan menolak pertobatan pura2 dari orang2 Israel pada kitab Hosea. Ada orang yang mencoba “berdamai” dengan Tuhan lewat pemberian persembahan besar2an di gereja. Ada yang berpikir bahwa Tuhan akan mengampuni jika mereka memanjatkan pujian dan penyembahan terus menerus. Tidak, Tuhan menyukai kasih setia dan pengenalan akan diriNya lebih dari apapun. Artinya, tanpa adanya perubahan sikap setelah pertobatan, semua akan sia2, hanya seperti kabut pagi dan embun pagi yang hilang dalam sekejap mata.

Sebuah pertobatan haruslah diikuti oleh perubahan sikap dan tingkah laku. Pertobatan yang benar berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dan sungguh2 tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Mari tinggalkan hal2 yang buruk, supaya Tuhan berkenan atas hidup kita.

Pertobatan sungguh2 akan mengembalikan sukacita dan damai sejahtera Tuhan dalam hidup kita.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment