Lurus Di Antara Yang Bengkok

Ayat bacaan: Filipi 2:15
==================
“supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia”

lurus diantara yang bengkok, ditengah-tengah angkatan yang bengkok, menjadi terang dunia

Betapa sulitnya hidup lurus ditengah generasi bengkok. Kemerosotan moral makin menjadi-jadi, kesempatan-kesempatan untuk berbuat dosa seolah-olah terhampar bebas di depan mata, dimana-mana. Dalam sebuah kesempatan saya pernah mendengar orang berbicara mengenai korupsi. Katanya, jika tidak ikut korupsi, jabatannya bisa dicopot karena membahayakan rekan-rekan dan atasannya yang melakukan korupsi. “harus mengikuti arus..” katanya. Terkadang hati nurani kita cukup tajam untuk melarang kita melakukan dosa demi dosa, namun seringkali kita kalah dan hanyut dalam arus kesesatan, bukan karena kemauan kita, tapi karena pengaruh lingkungan, atau keterpaksaan untuk mengikuti arus. Manusia kemudian bertoleransi dengan dosa. Mula-mula sedikit, namun dosa itu akan menyebar dan tanpa sadar kita sudah tenggelam dalam gelimang dosa, tidak lagi tahu bagaimana untuk keluar dari kubangan dosa itu.

Ada sebuah cuplikan menarik dari buku “No More Mr Nice Guy” karangan Steve Brown. Disana ia menulis sebuah paradoks ironis yang ia rasakan. Begini katanya: “Ketika saya terlalu takut untuk menyebabkan konflik bagi Kristus, ketika saya memilih untuk bersembunyi di pojok dan menghindari konflik dan masalah, ketika saya memilih untuk mengambil jalan yang mudah, dan ketika saya memilih untuk mengizinkan iman saya menjadi tumpul, saya menemukan bahwa tingkat kecemasan saya meningkat.” Begitu derasnya arus penyesatan dari angkatan yang bengkok di dunia yang sama-sama kita tempati, begitu intensnya desakan untuk terseret pada kebiasaan dunia, sehingga kita seringkali beranggapan sama seperti Brown: Bahwa untuk tetap lurus dalam dunia yang penuh dengan angkatan bengkok akan membuat tingkat kecemasan kita meningkat. Komitmen tetap mau hidup lurus tanpa kompromi bisa membuat kita akan tersisih, tersingkir, dibuang oleh dunia.. ada konsekuensi-konsekuensi yang membuat kita akan khawatir seperti rasa disisihkan, diturunkan jabatan, bahkan dipecat jika tidak mau mengikut arus. “ah.. sok alim!”, “bodoh!” dan sebagainya, itu akan menjadi tudingan langsung kepada kita jika kita tidak mau ikut-ikutan bengkok.

Bagaimana cara kita untuk mengatasi itu? Tidak ada cara lain selain menggantungkan hidup kita sepenuhnya pada Tuhan. Filipi 2 mulai ayat ke 12 mengajarkan cara itu dengan jelas. “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.” (ay 12) Ini sebuah pesan penting bagi kita semua yang hidup ditengah-tengah dunia yang bengkok. Kita hanya perlu untuk terus taat pada Tuhan, dan Tuhan akan bekerja dalam hidup kita, menjaga dan melindungi kita. Dan itu tertulis dalam ayat lanjutannya:“karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (ay 13). Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir untuk tetap hidup lurus. Sekali lagi, karena Tuhan sendiri lah yang akan bekerja atas kita. Dari itu kita tidak perlu hidup khawatir, penuh pertanyaan, bersungut-sungut atau berbantah-bantahan (ay 14). Kita perlu terus memegang komitmen tanpa kompromi untuk tetap hidup lurus di tengah generasi yang bengkok hatinya (crooked and wicked generation), sehingga kita cahaya Yesus, Terang Dunia, bisa memancar melalui kita. (ay 15). Steve Brown pun menyadari hal tersebut bahkan mendapat buktinya. Ia akhirnya menyimpulkan demikian: “Apa yang menurut saya akan mengurangi kekhawatiran dan kecemasan saya malah justru menjadi sebaliknya. Namun… ketika saya bertahan, Allah berdiri bersama saya.” Ya, Allah akan selalu berdiri tegak disamping anak-anakNya yang selalu mengerjakan keselamatan dengan rasa takut akan Tuhan!

Dari kisah Sodom kita melihat Tuhan tidak akan menimpakan hukumanNya atas sebuah bangsa jika ada sedikit orang benar tinggal di dalamnya. Iman dari sedikit orang benar mampu menyelamatkan seluruh bangsa. (Kejadian 18:20-33). Tuhan harus memusnahkan Sodom karena di sana sudah tidak ada lagi orang benar. Kita yang tetap hidup lurus bisa menyelamatkan bangsa dan negara kita. Tuhan akan melihat keteguhan iman kita dan ketaatan kita kepadaNya. Jadilah orang-orang lurus ditengah generasi bengkok, dan percayalah: Tuhan sendiri yang akan bekerja atas kita.

Ditengah angkatan bengkok, tetaplah hidup lurus, Tuhan akan mencukupkan segalanya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply