“Love” menyelamatkan gadis-gadis muda dari prostitusi di Freetown

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (11)

Berkat cinta dan dedikasi para Imam Misionaris Salesian di Sierra Leone, gadis-gadis muda diselamatkan dari jalan-jalan di Freetown, diberikan perlindungan, pelatihan, dan bantuan medis serta psikologis, dan kemudian dibantu untuk kembali ke masyarakat.

“Love” adalah nama sebuah video, yang dipresentasikan di Roma hari ini, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, 12 April 2018. Video itu mendokumentasikan karya para Misionaris Salesian di Sierra Leone dan proyek mereka untuk menyelamatkan dan membantu para gadis yang dieksploitasi untuk pelacuran atau prostitusi di ibukota Freetown.

Program ini dirancang khusus untuk membantu gadis-gadis muda yang menemukan diri mereka di jalanan dan yang dipaksa atau terpikat ke dalam prostitusi tempat mereka digunakan, dilecehkan dan dicampakkan oleh orang dewasa, di daerah miskin di Congo Water dan Grafton di Sierra Leone, ibukota Freetown.

Sejak pembukaan “Fambul Girl Shelter” Don Bosco, lebih dari 120 anak perempuan telah meninggalkan jalanan dan banyak dari mereka telah bersatu kembali dengan keluarga mereka, kembali ke sekolah atau pelatihan kerja.

Seperti dijelaskan oleh direktur pusat itu, Pastor Jorge Crisafulli, dia memberikan kepada wanita-wanita muda itu bantuan medis dan psikologis yang berorientasi pada reintegrasi sosial, serta akomodasi, makanan, pakaian, pendidikan non-formal, pelatihan kerja, dan terutama … .love!

Pastor Crisafulli mengatakan dia sedang bekerja di jalan-jalan di Freetown seraya berupaya menjangkau anak-anak jalanan yang miskin, ketika dia menyadari ada kebutuhan nyata untuk program khusus bagi gadis-gadis muda karena begitu banyak dari mereka mendapati diri mereka terlibat dalam jaringan prostitusi.

Jadi, jelas imam itu, di tahun 2016 “Shelter Girl” itu didirikan.

“Ketika bekontak dengan mereka kami segera tahu bahwa mereka adalah anak-anak,” kata imam itu.

Pastor Crisafulli menggambarkan mereka sebagai gadis-gadis yang “merasa seperti anak-anak, berpikir seperti anak-anak, berperilaku seperti anak-anak, maka jalan-jalan dan prostitusi jelas bukan untuk mereka.”

Itulah sebabnya, lanjut imam itu, kami membuat tempat perlindungan khusus bagi mereka, rumah yang menyambut mereka dan tempat mereka dapat menemukan bantuan medis dan kemungkinan untuk kembali ke sekolah atau melakukan pelatihan kejuruan dan melanjutkan kehidupan normal.

Secara khusus, kata Pastor Crisafulli, penting bagi mereka untuk mendengar bahwa mereka tidak bersalah atau jelek, dan bahwa ada kemungkinan besar untuk kebaikan dalam hati mereka.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: