Lost and Found

Ayat bacaan: Lukas 15:24
=====================
“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali..”

lost and found

Divisi Lost and Found di bandara dahulu tidak pernah menarik perhatian saya, sampai pada suatu kali saya terpaksa berurusan dengannya. Pada suatu kali saya secara tidak sengaja melupakan sebuah koper karena terburu-buru berpindah pesawat. Setelah saya sampai di tempat tujuan, saya pun sadar bahwa satu koper tertinggal di bandara di kota sebelumnya. Maka saya pun pergi menuju bagian lost and found yang mengurus masalah kehilangan. Puji Tuhan pada waktu itu koper saya akhirnya ditemukan dan bisa segera saya ambil keesokan harinya. Kita sering tidak menyadari pentingnya sebuah barang sebelum pada suatu kali kita kehilangan benda itu. Kita sering terlena dan lupa menjaga sesuatu selagi masih ada, tapi kemudian menyesal setelah kita kehilangan. Manusia mungkin demikian, tapi tidak dengan Tuhan.

Pada suatu kali dalam Lukas 15 kita melihat bahwa Yesus sering didatangi oleh orang-orang yang tertolak di masyarakat, yang dianggap penuh dosa, untuk mendengarkanNya. “Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.” (Lukas 15:1). Para pemuka agama pada saat itu, orang-orang Farisi dan ahli Taurat menunjukkan ketidaksenangan mereka atas apa yang mereka lihat. Mereka pun menyindir Yesus. “Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” (ay 2). Setelah itu, kita melihat bagaimana jawaban Yesus. Tiga perumpamaan yang sudah sangat kita kenal pun hadir dari Yesus sendiri. “Perumpamaan tentang domba yang hilang” (ay 4-7), “Perumpamaan tentang dirham yang hilang” (ay 8-10) dan “Perumpamaan tentang anak yang hilang” (ay 11-32). Semua ini menggambarkan bagaimana rasanya kehilangan sesuatu, bagaimana bermaknanya usaha untuk mencari dan betapa penuh sukacitanya ketika apa yang hilang telah ditemukan kembali. Dari ketiga cerita ini kita bisa melihat cerminan pribadi Tuhan menanggapi jiwa-jiwa yang hilang dan bagaimana Tuhan bersukacita atas setiap jiwa yang telah ditemukan kembali. Yesus menggambarkannya dengan sangat indah. Dari ketiga perumpamaan ini kita bisa melihat betapa berharganya jiwa setiap orang berdosa, orang-orang terhilang dan tersesat di mata Tuhan. Begitu berharga, hingga ketika satu saja jiwa yang bertobat sekalipun, malaikat-malaikat Allah akan menyambut dengan gegap gempita. “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (ay 10).Dan dalam perumpamaan anak yang hilang, lihatlah mengapa sang ayah begitu bersukacita menyambut anaknya yang kembali. “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali..” “Because this my son was dead and is alive again; he was lost and is found!” (ay 24).

Satu jiwa bertobat, itu sudah merupakan kebahagiaan besar bagi Tuhan, karena Dia mengasihi setiap ciptaanNya dengan sepenuhnya. Tidak ada satupun orang yang Dia inginkan untuk berakhir binasa. Dan Yesus pun hadir ke dunia untuk menjalankan misi itu. Lihatlah apa kata Yesus: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” (Matius 9:12). Dia datang justru untuk kita yang terhilang! Kita yang masih tersesat dan terbelenggu oleh dosa-dosa. Dan Dia menyerahkan segalanya untuk tujuan itu. Dan Yesus pun menyatakan “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (ay 13). Lebih lanjut lagi Yesus pun menegaskan: “..sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.” (Yohanes 12:47).

Bukan untuk orang sehat, tapi orang sakit. Bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa. Bukan untuk menghakimi, tetapi justru untuk menyelamatkan. Itulah tujuan kedatangan Kristus ke dunia. Sepenting itulah kita satu demi satu di mata Tuhan. Tidak satupun dari kita yang diciptakan untuk dibinasakan. Tuhan menginginkan semua kita selamat dan kembali kepadaNya. Tuhan menjanjikan semua yang indah dalam kekekalan bagi kita semua. Jika ada di antara anda yang merasa jauh dari Tuhan hari ini, jika ada di antara anda yang merasa tertuduh akibat dosa-dosa yang pernah anda buat di masa lalu, berbaliklah sekarang. Ingatlah bahwa anda sangat berharga di mata Tuhan, dan Dia sedang menantikan anda saat ini.

Tuhan rindu kepada jiwa-jiwa terhilang untuk kembali kepadaNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: