Logan, the Sky Angel Cowboy

Ayat bacaan: Roma 8:32
===================
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

logan

Sudahkah anda mendengar kisah mengharukan yang memberkati jutaan orang di seluruh penjuru dunia yang dikenal dengan judul “Logan, the Sky Angel Cowboy” yang beredar di youtube sejak beberapa waktu lalu? Kisah itu mengenai seorang bocah berusia 13 tahun bernama Logan yang tinggal di peternakan di Nebraska. Pada suatu hari seekor anak sapi kesayangannya mengalami patah punggung. Anak sapi itu lahir dari induk yang sudah sangat tua, sehingga ia tidak mendapat nutrisi yang cukup dari ibunya. Akibatnya kondisinya lemah, hingga insiden patah tulang punggung itu pun terjadi. Perasaan Logan sangat sedih melihat kondisi anak sapi yang sangat ia sayangi. Anak sapi itu tentu sangat menderita dengan keadaannya, maka Logan pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup si anak sapi itu, dan itu ia lakukan sendiri. Bisa dibayangkan betapa hancurnya perasaan Logan harus mengalami ini semua. Dalam kepedihan dan hancur hatinya ia pun berkata kepada Tuhan, “Mengapa ini harus terjadi, Tuhan? Engkau tahu anak sapi itu begitu istimewa bagiku..” Dan lihatlah ternyata Tuhan menjawabnya! Demikian jawab Tuhan “You know Logan, My Son was special..but He died for a purpose.” Logan pun langsung menyadari bahwa perasaan hancurnya sama dengan apa yang dirasakan Tuhan pula dengan menyerahkan Kristus bagi kita. Logan berkata “it’s kinda the same thing, the calf was close to me, and God’s Son was close to Him.” Percakapan ini terekam dalam sebuah siaran radio dimana Logan menceritakan sendiri pengalamannya, lalu kisah ini pun segera merebak dalam waktu singkat. Ada jutaan orang lalu menangis dan diberkati lewat kisah Logan ini. Anda bisa mendengarnya langsung lewat youtube yang sudah saya sediakan dibawah.

Sebagai manusia kita seringkali lupa akan perasaan Tuhan ketika merasa kehilangan. Kita merasa Tuhan tidak adil dengan mengambil orang yang kita sayangi untuk kembali kepadaNya, kita juga merasa diperlakukan semena-mena ketika kita masuk ke dalam masalah. Lewat kisah Logan kita bisa kembali diingatkan bahwa Tuhan tahu betul bagaimana perasaan kita. Dia tahu bagaimana hancurnya hati kita. Mengapa? Karena Dia sendiri pun mengalaminya. Tuhan merelakan AnakNya yang tunggal, AnakNya yang istimewa, yang sangat Dia kasihi untuk turun ke dunia, bukan dalam wujud seharusnya tetapi justru “..mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:7-8). Pernahkah kita menyadari bagaimana hancurnya perasaan Tuhan mengorbankan AnakNya sendiri demi kita? Tapi itu Dia lakukan, karena kita semua telah gagal mencapai tingkat kesempurnaan yang Dia inginkan dan terus terperangkap dalam dosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 3:23). Kasih yang begitu besar akhirnya mampu menggerakkan Tuhan untuk melakukan sesuatu, apapun harganya, termasuk mengorbankan Kristus, AnakNya sendiri untuk mati demi kita. Itu sebuah pengorbanan yang begitu besar, yang sayangnya seringkali kita lupakan. Cobalah taruh diri kita di posisi Tuhan, apa yang akan kita rasakan jika kita harus mengorbankan anak kita sendiri demi orang lain? Rasanya kita tidak akan sanggup, tapi Tuhan SUDAH melakukannya.

Karena itulah Tuhan tahu betul bagaimana rasanya mengalami perasaan yang hancur. Dia mengerti, Dia peduli. Dia tahu bagaimana perihnya setiap tetes air mata yang kita keluarkan, dan Dia siap untuk memberi kelegaan lewat kasihNya yang lembut. Pada suatu kali Tuhan mengatakan demikian terhadap bangsa Israel yang tengah menderita sebagai bangsa jajahan di tanah Mesir. “Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.” (Keluaran 3:7). Kita bisa melihat bagaimana pedulinya Tuhan dengan rasa belas kasihanNya atas penderitaan kita. “Aku tahu penderitaan mereka.” kata Tuhan. Dan Tuhan tidak berhenti hanya sebatas perasaan saja, tapi Dia pun mau bergerak untuk melakukan sesuatu. Tuhan tidak diam berpangku tangan melihat penderitaan kita, Dia siap berbuat apapun demi kita, termasuk menganugerahkan AnakNya sendiri untuk menebus kita. Jika demikian, mengapa kita harus ragu akan besarnya kasih Tuhan pada kita? Mengapa kita harus terus menyalahkanNya, menuduhNya dan menganggap Dia tidak mau tahu atas penderitaan kita? Dia tahu betul bagaimana rasanya kehilangan, karena Dia sendiri sudah mengalaminya. Maka Paulus pun menyitir hal ini untuk kembali mengingatkan kita. “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). Jika AnakNya saja Dia berikan, mengapa kita harus ragu mengenai hal-hal lainnya? Mengapa kita harus ragu apakah Tuhan peduli atau tidak? Dia sangat mengerti bagaimana rasaNya. Dia turut bersedih bersama kita, dan Dia siap meringankan rasa kehilangan kita.

Kembali ke kisah di atas, Logan menutup sharingnya dengan mengatakan “I just wanted to tell you guys that it’s so important. Just remember when you lose a loved one or a pet, always remember that God gave His Son too.. and He understands. He will always, just run to Him.” Iman yang begitu besar dari Logan, membuatnya bisa jauh lebih bijaksana dari kita yang berusia jauh di atasnya. Logan mengingatkan bahwa pada saat kita merasa kehilangan, ingatlah selalu akan Tuhan yang juga merasakan hal yang sama dengan memberi AnakNya sendiri. Tuhan selalu mengerti, kata Logan. Karenanya datanglah kepadaNya maka Dia akan segera memberi kelegaan. Logan sungguh benar, karena Tuhan memang mengundang kita semua yang tengah berduka untuk datang kepadaNya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Tuhan siap untuk memberi kelegaan, “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” (Mazmur 147:3).

Kita akan lebih mengetahui rasanya sakit jika kita sudah mengalami sendiri, dan demikian pula halnya dengan Tuhan. Tuhan tahu bagaimana terlukanya perasaan kita ketika kehilangan karena Dia sudah mengalaminya juga. Jesus died for a purpose, so did Logan’s calf. Dari apa yang dialaminya ternyata Logan kemudian memberkati jutaan orang di seluruh dunia. Ada banyak orang yang kemudian bertobat dan menyadari betapa jauhnya mereka selama ini dari pengertiaan dan ketaatan akan Tuhan. Semua itu tidaklah sia-sia. Jika ada diantara teman-teman yang baru saja kehilangan seseorang yang sangat anda sayangi, ingatlah pesan Logan ini. Datanglah kepada Tuhan, curahkan perasaan anda kepadaNya dan rasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan dan membalut luka perasaan anda dengan lemah lembut.

He understands how it feels because He has done it Himself

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: