Live Life To The Fullest

Ayat bacaan: Yohanes 10:10
==========================
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

live life to the fullest, live life to the max, bikin hidup lebih hidup, pintu menuju keselamatan, gembala  yang baik, jalan dan kebenaran dan hidup, Yesus

Ada iklan minuman keras yang pernah saya lihat di salah satu channel siaran luar negeri yang berbunyi “live life to the fullest”, ada pula iklan lain yang berbunyi “live life to the max”. Di dalam negeri, ada juga yang hampir sama bunyinya, “bikin hidup lebih hidup.” Ya, begitu banyak iklan menawarkan sesuatu yang bisa membuat hidup ini lebih maksimal, atau sekedar membuat hidup lebih terasa hidup. Tidak perduli apa yang mereka tawarkan, baik untuk kesehatan atau malah merugikan, iklan adalah tetap iklan yang mencari motto untuk menggugah dan membuat orang tertarik pada produk mereka. Kenapa bawa-bawa hidup? Jelas mereka menyadari bahwa sesungguhnya orang butuh alasan dan tujuan untuk hidup. Tanpa hal tersebut, hidup hanya akan berupa rutinitas yang tidak berharga, sesuatu yang tidak berarti bahkan sia-sia. Betapa banyaknya orang yang memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya, karena mereka kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Atau kalau kita melihat pendukung fanatik kesebelasan sepak bola saja, kita akan melihat betapa kesebelasan kesayangan mereka sungguh sesuatu yang sangat berarti bagi kehidupan mereka, dan menjadi alasan dan tujuan hidup mereka. Ketika tim kesayangan mereka kalah, mereka pun bisa mengamuk dan melakukan kebodohan-kebodohan terhadap pendukung tim lawan atau tempat-tempat disekitaran stadiun, seperti kerusuhan, penghancuran dan penyerangan. Pada suatu ketika di kota saya, tim kesayangan kota ini kalah oleh musuh bebuyutannya, dan yang terjadi adalah, para pendukung keliling kota men-sweeping mobil-mobil yang nomor pelatnya sama dengan tim lawan. Hanya satu kali kalah, mereka mengamuk seolah-olah hidup mereka berakhir.

Betapa tinggi tingkat kebutuhan manusia akan sebuah alasan yang kuat untuk hidup. Sayangnya banyak yang mendasari arti hidupnya hanya dalam batasan sempit yang sifatnya hanya duniawi alias sementara saja. Padahal lihat apa yang dijanjikan Yesus pada kita. Ayat bacaan hari ini dengan tegas mencatat apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri sebagai tujuan kedatangannya. “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Banyak orang yang menafsirkan ayat ini sebagai sebuah janji akan kelimpahan materi atau finansial, tapi itu sangatlah sempit karena apa yang dijanjikan Yesus sebenarnya jauh lebih dari itu. Dia menjanjikan kita sebuah hidup. Bukan hanya hidup, tapi juga hidup yang berkelimpahan, hidup dimana kita bisa mengalami pengalaman dan kepenuhan, hidup yang dimerdekakan, lepas dari kuk dan segala dosa yang mengikat kita, hidup yang penuh arti, nilai dan penuh sukacita, hidup yang dipenuhi segala kehendak Allah yang indah bagi kita. Itulah hidup yang dijanjikan Yesus lewat kedatanganNya. Jadi terlalu sempit jika kita hanya memandang kelimpahan hanya sebatas materi saja.

Kita lihat sendiri disekitar kita, banyak orang kaya tapi tidak bahagia, ada yang punya jabatan penting tapi hidupnya hampa, banyak pula yang sudah memiliki segala keinginan duniawi, tapi mereka tidak punya sukacita. Memiliki harta, tahta dan segala keinginan daging tak terbatas, tapi tidak memiliki kehidupan dalam makna sebenarnya. Sebuah bentuk kehidupan yang benar-benar penuh makna, jelas tujuannya hingga kepada kehidupan kekal, penuh damai dan sukacita, dimana ada rencana Allah yang indah didalamnya. Semua itu sudah dijanjikan oleh Kristus, Gembala Yang Baik, Gembala yang siap memberikan nyawa bagi domba-dombaNya. (Yohanes 10:11). Ini sebuah gambaran kontras mengenai perbedaan Yesus dengan gembala-gembala Israel yang mementingkan diri mereka sendiri. Mari kita lihat apa yang tertulis dalam kitab Yehezkiel. “Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.” (Yehezkiel 34:2b-4). Bukankah banyak “gembala-gembala” yang seperti ini dalam dunia? Tapi Tuhan Yesus memberikan diriNya sendiri bagi kita. Dia sungguh Gembala yang baik. Perhatikan bahwa Yesus telah mengatakan semuanya dengan tegas dan pasti. Selain gembala, Yesus pun menegaskan bahwa Dia adalah pintu menuju keselamatan, dan dijanjikan sebuah akses untuk memasuki padang rumput. “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9). Selanjutnya mari kita lihat penegasan lain. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Yesus tidak berkata “mudah-mudahan kamu bisa datang pada Bapa jika melalui Aku”, Dia juga tidak berkata “jika masuk melalui Aku, mudah-mudahan kamu bisa selamat”. Tidak. Apa yang Dia janjikan semuanya merupakan sebuah kepastian yang tegas. Hanya dalam Dia lah kita semua bisa memiliki hidup yang benar-benar hidup.

Adalah hak pribadi masing-masing orang untuk memiliki idolanya sendiri, saya tidak dalam kapasitas untuk menyatakan itu salah, tapi yang ingin saya sampaikan adalah, ada yang lebih baik dari mereka semua, dan itu adalah Kristus sendiri. Dia adalah gembala yang baik, pintu menuju keselamatan, juga jalan dan kebenaran dan hidup, yang menjanjikan kita untuk memiliki sebuah hidup dengan segala kelimpahan. Di dalam Dia lah kita bisa menemukan arti dan makna kehidupan sesungguhnya, demikian pula tujuan hidup kita pun akan terlihat dengan jelas. Now let’s love life, let’s enjoy life, let’s celebrate life, and let’s live life to the fullest!

Miliki hidup yang maksimal lewat iman akan Kristus

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply