Live in with Jesus

yesus guruADA pepatah mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Artinya, apa yang dibuat guru, akan ditiru muridnya. Kalau muridnya sukses, guru selalu menonjolkan diri bahwa itu murid saya. Namun kalau muridnya masuk penjara, guru tidak mau mengatakan itu murid saya. Pada hari Minggu Biasa II, Yesus disebut oleh para murid Rabi: Guru. Padahal, Yesus tidak pernah mengatakan dirinya guru. Namun karena ajaran, karya, dan perilaku, para murid memanggil guru. Kata orang Jawa, guru itu digugu lan ditiru. Oleh karena itu, kita bersyukur mempunyai Sang Guru Agung yang selalu memberitahu hal yang benar. Yesus adalah guru yang tidak meninggalkan para murid ketika berbuat salah. Yesus adalah Seorang guru yang datang untuk mengajar orang yang salah menjadi benar. Bukan yang sudah benar. Saya ingin mengajak anda untuk merenungkan kata tinggal. Para murid bertanya kepada Yesus, “dimana Engkau tinggal?”. Para murid ingin live in bersama Yesus. Para murid ingin tinggal bersama Yesus karena: Para murid ingin semakin kenal Yesus. Para murid ingin semakin lebih dekat dengan Yesus. Para murid percaya dan merasa teduh – damai bersama Yesus. Saudara-saudari, kita sebagai pengikut Yesus apakah juga selalu mencari Yesus, Sang Guru Agung saat mengalami situasi menguntungkan dan tidak menguntungkan? Apakah kita ingin tinggal bersama Yesus? Ada banyak cara untuk tinggal bersama Yesus, misal: Ekaristi, doa devosi, adorasi ekaristi. Namun seringkali, kita terlalu lelah dan sibuk dengan kerjaan, sehingga kita sering meninggalkan Yesus dibanding tinggal bersama Yesus. Kredit foto: Ilustrasi

yesus guru

ADA pepatah mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.

Artinya, apa yang dibuat guru, akan ditiru muridnya. Kalau muridnya sukses, guru selalu menonjolkan diri bahwa itu murid saya. Namun kalau muridnya masuk penjara, guru tidak mau mengatakan itu murid saya.

Pada hari Minggu Biasa II, Yesus disebut oleh para murid Rabi: Guru. Padahal, Yesus tidak pernah mengatakan dirinya guru. Namun karena ajaran, karya, dan perilaku, para murid memanggil guru.

Kata orang Jawa, guru itu digugu lan ditiru. Oleh karena itu, kita bersyukur mempunyai Sang Guru Agung yang selalu memberitahu hal yang benar. Yesus adalah guru yang tidak meninggalkan para murid ketika berbuat salah. Yesus adalah Seorang guru yang datang untuk mengajar orang yang salah menjadi benar. Bukan yang sudah benar.

Saya ingin mengajak anda untuk merenungkan kata tinggal. Para murid bertanya kepada Yesus, “dimana Engkau tinggal?”. Para murid ingin live in bersama Yesus.

Para murid ingin tinggal bersama Yesus karena:

  1. Para murid ingin semakin kenal Yesus.
  2. Para murid ingin semakin lebih dekat dengan Yesus.
  3. Para murid percaya dan merasa teduh – damai bersama Yesus.

Saudara-saudari, kita sebagai pengikut Yesus apakah juga selalu mencari Yesus, Sang Guru Agung saat mengalami situasi menguntungkan dan tidak menguntungkan? Apakah kita ingin tinggal bersama Yesus?

Ada banyak cara untuk tinggal bersama Yesus, misal: Ekaristi, doa devosi, adorasi ekaristi. Namun seringkali, kita terlalu lelah dan sibuk dengan kerjaan, sehingga kita sering meninggalkan Yesus dibanding tinggal bersama Yesus.

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply