Lie to Me

0
90

Ayat bacaan: Amsal 6:16,19
=====================
“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya…seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan…”

lie to me

Salah satu film seri yang sangat saya gemari adalah “Lie to Me”. Film seri ini menceritakan sebuah grup ahli yang sangat pintar membaca wajah dan bahasa tubuh untuk bisa mendapati kebohongan. Pemimpinnya Dr Cal Lightman adalah pakar yang sangat berpengalaman dalam urusan mendeteksi kebohongan. Ia bisa dengan cepat mengetahui kebohongan sekecil apapun lewat sedikit kerutan di mata, perubahan letak alis, lengkungan bibir atau perubahan ukuran pupil mata. Gerakan tangan dan tubuh juga menjadi bahasa isyarat tersendiri baginya untuk menilai apakah orang yang ia selidiki sudah berkata jujur atau masih menyimpan sesuatu. Dari film seri ini saya mendapatkan banyak pengetahuan. Ternyata bohong atau tidak bisa terlihat lewat pandangan kasat mata jika kita mendalami itu secermat Cal dan anggotanya. Tapi sehebat-hebatnya mereka, sebagai manusia ada kalanya mereka pun bisa salah dalam menilai. Penilaian mereka bisa keliru jika mereka mengenal atau terlibat dalam soal perasaan terhadap orang yang diselidiki. Dalam dunia investigasi di Amerika sana memang ada orang-orang yang ahli dalam melakukan hal ini. Tapi sama seperti Cal, mereka pun sebagai manusia bisa keliru, apalagi jika yang dicurigai pintar dalam berbohong. Alat pendeteksi kebohongan pun tidak bisa 100% benar, karena jika terdakwanya gugup, sedang dalam keadaan tidak sehat atau dibawah pengaruh obat, maka alat itu tidak bisa memberikan jawaban yang akurat. Karena itulah kita bisa melihat tetap saja ada orang yang berhasil dalam menutupi kebohongannya. Mereka memang bisa berkelit dan luput jika pintar, tetapi mereka lupa bahwa serapi-rapinya atau sepintar-pintarnya mereka, Tuhan akan selalu bisa mengetahui apakah kita bohong atau tidak.

Berbohong itu jelas dosa. Dan Tuhan tidak akan pernah mentolerir kebohongan atas alasan apapun. Masalahnya, kita sering melegalisir kebohongan itu dengan berbagai dalil. Bohong sedikit itu tidak mengapa, bohong demi kebaikan atau white lies itu boleh, dan sebagainya. Padahal kebohongan apapun bentuknya tetaplah sebuah kebohongan, yang tidak akan pernah dibenarkan Tuhan. Lebih dari itu, sepintar-pintarnya kita berbohong, kita tidak akan pernah bisa menipu Tuhan. Amsal Salomo secara panjang lebar menuliskan hal ini. “Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari, yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran. Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.” (Amsal 6:12-15). Lihatlah betapa seriusnya penipuan di mata Tuhan. Diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi, dalam bahasa Inggrisnya disebut Broken without remedy. Itu hukuman  berat yang menurut firman Tuhan akan diberikan kepada pembohong. Dalam rangkaian ayat selanjutnya kita juga bisa melihat bagaimana lidah dusta, hati yang membuat rencana jahat, saksi dusta yang menyemburkan kebohongan termasuk dalam tujuh perkara yang dibenci Tuhan dan dianggap sebagai kekejian bagi hati Tuhan. “Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya…seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan…” (ay 16-19).

Persekongkolan juga termasuk salah satu bentuk tipu muslihat. Lebih lanjut kita bisa melihat dalam Amsal dikatakan “Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan, siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.” (Amsal 10:10). Jadi jelaslah bahwa apapun bentuknya, kebohongan atau tipu muslihat merupakan sebuah kejahatan di mata Tuhan. Secara lebih tegas kita bisa melihat dalam surat Korintus yang mengatakan: “..Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:9b-10). Lihatlah bahwa pembohong digolongkan sama dengan bentuk-bentuk dosa lainnya yang mungkin kita anggap lebih serius seperti cabul, penyembah berhala, zinah, mencuri dan sebagainya. Semuanya sama, tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah bahkan dikatakan akan diremukkan tanpa bisa dipulihkan lagi alias broken without remedy.

Sebuah bentuk penipuan biasanya datang dari hati yang jahat. Kita harus waspada menjaga hati kita karena meski kita bisa menyimpan rapi segala bentuk penipuan, sekiranya pun kita bisa menutup rapat isi hati kita, namun ingatlah bahwa tidak ada satu hal pun yang tersembunyi di hadapan Allah, “..sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita.” (1 Tawarikh 28:9a). Jika tidak waspada, maka hati kita akan terus bertambah jahat sehingga berbagai bentuk penipuan akan menjadi biasa saja bagi kita untuk dilakukan. Lama kelamaan kita tidak lagi merasa bersalah dalam berbohong dan intensitas kebohongan pun bisa menjadi semakin besar. Mungkin kita memulainya dengan kebohongan kecil yang kita anggap tidak apa-apa, tetapi jika tidak hati-hati kebohongan demi kebohongan dengan eskalasi meningkat bisa terjadi, dan pada suatu ketika kita akan menjadi seorang pembohong ulung yang tidak lagi merasa berdosa dalam melakukannya. Alangkah berbahayanya jika hal ini terjadi, karena Tuhan jelas menganggap hal itu sebagai suatu kekejian di mataNya.

Apapun alasannya, hindarilah menipu atau berbohong. Biasakan diri kita untuk bicara dan berlaku jujur sebelum kita terjebak dalam sikap hati yang jahat. Cal Lightman dan para pakar dalam mendeteksi kebohongan mungkin bisa kita kelabui, tetapi Tuhan tidak akan pernah bisa kita bohongi. Pastikan hati kita tetap dipenuhi oleh firman Tuhan agar kita bisa tetap awas terhadap berbagai jebakan yang mengarahkan kita kepada tipu muslihat dan kebohongan ini.

Kebohongan merupakan hal yang dibenci Tuhan dan merupakan kekejian di mataNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here