Lewat Perumpamaan

Ayat bacaan: Matius 13:34
==================
“Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka”

lewat perumpamaan

Apa yang menjadi kendala terbesar orang untuk tidak menyukai fisika? Penyebab yang terbesar adalah karena kurangnya contoh yang menunjukkan bagaimana aplikasi dari ilmu itu dalam kehidupan nyata sehari-hari. Fisika biasanya hanya berhenti pada penghafalan rumus-rumus dan jarang disertai aplikasi nyatanya. Ambil contoh teori Sangkar Faraday. Secara rumus mungkin kita bisa menghafalnya, teorinya mungkin kita tahu. Tetapi apa contoh aplikasinya di dunia nyata? Banyak. Dari sana kita tahu bahwa kita akan aman berada dalam mobil jika di luar sedang hujan disertai petir. Jika mobil tersambar petir sekalipun kita tidak akan celaka di dalamnya. Demikian pula ketika kita berada dalam pesawat. Dari sangkar Faraday ini kita juga bisa tahu bahwa handphone sering tidak berfungsi karena tidak menerima sinyal saat berada di dalam lift atau ruangan tertutup sejenisnya yang terbuat dari plester berbilah logam dan beton. Dengan demikian jika guru tidak mau muridnya menyontek melalui sms lewat handphone, mereka pun sebenarnya bisa melapisi ruang ujian dengan sangkar Faraday. Maka ujian masuk perguruan tinggi dan sebagainya bisa berlangsung dengan lebih tertib dan jujur. Jika kita mengetahui aplikasi-aplikasi dalam kehidupan nyata seperti ini, bukankah belajar fisika bisa jauh menjadi lebih menarik?

Teori itu penting. Tetapi aplikasi nyatanya dalam kehidupan itu pun tidak kalah pentingnya. Harus ada bentuk-bentuk pengajaran yang mudah dimengerti dengan disertai contoh-contoh, seperti lewat perumpamaan misalnya. Yesus pun tahu itu. Itulah sebabnya Yesus tidak sekedar menyampaikan isi hati Tuhan kepada kita secara “teoritis” saja, tetapi Dia juga menyertakan berbagai perumpamaan yang jauh lebih aplikatif dan mengena, lebih mudah dimengerti ketimbang hanya menyampaikan pesan, teguran dan larangan saja. Lihat betapa banyaknya perumpamaan yang diberikan Yesus ketika hendak menyampaikan suara Tuhan bagi manusia. Dalam Injil Matius kita bisa mendapatkan sebuah ayat yang jelas berbicara mengenai hal ini, mengacu kepada metode pengajaran Kristus kepada orang banyak. “Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka” (Matius 13:34). Yesus bertindak sebagai Guru yang Agung, Guru terbesar, dengan metode pengajaran penuh dengan contoh langsung yang sangat mudah dicerna. Tidaklah heran jika Nikodemus, orang Farisi pemimpin agama saat itu menggambarkan Yesus sebagai Rabi, guru yang diutus Allah. (Yohanes 3:2). Tidak secara teoritis, Yesus mengambil cara mengajar dengan bercerita dalam beragam perumpamaan. Rather than just theoritically speaking, He choose to speak with the style of a story teller. Itu akan sangat memudahkan kita untuk mencerna apa isi hati Tuhan, perintahNya, kehendakNya, teguranNya dan laranganNya. Kita bisa menerapkannya dengan lebih baik karena kita mengerti, dan semua arahan itu akan membawa kita kepada akhir yang baik, tepat seperti yang diinginkan Tuhan bagi kita semua, dan sudah Dia sediakan sejak awal kepada ciptaanNya yang mulia, yang begitu Dia kasihi, anda dan saya, manusia.

Betapa banyaknya perumpamaan-perumpamaan Yesus yang hingga hari ini masih kita ingat dengan jelas. Lewat cerita tentang seorang ibu dan hakim yang lalim dalam Lukas 18:1-8 kita diajarkan untuk terus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kisah orang Farisi dan pemungut cukai (Lukas 18:9-14) mengajarkan kita untuk tidak merasa diri paling benar dan memandang rendah orang lain, juga mengajarkan bagaimana bentuk pengampunan dari Tuhan atas dosa-dosa dan masa lalu kita yang buruk. Dalam keseluruhan pasal 15 Injil Lukas kita bisa menemukan seperti apa besarnya kerinduan dan kasih Tuhan kepada orang-orang terhilang. Perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang, ketiganya dengan jelas merefleksikan sikap hati Tuhan kepada orang-orang yang hilang untuk kembali kepada jalanNya. Pengampunan tak terbatas diberikan sebagai anugerah atas dasar kasihNya yang begitu besar kepada kita. Dan ketiga perumpamaan di atas jelas sangat membantu kita untuk memahami sikap hati Bapa terhadap anak-anakNya. Ada banyak lagi tentunya perumpamaan-perumpamaan yang semuanya sangat bermanfaat dan membantu kita, seperti perumpamaan orang Samaria yang murah hati (Lukas 10:25-37), perumpamaan orang kaya yang bodoh (12:13-21), perumpamaan tentang hamba yang menantikan tuannya pulang (12:35-48), gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh (Matius 25:1-13), perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30) dan sebagainya. Isi hati Tuhan semuanya tergambar jelas lewat perumpamaan-perumpamaan ini dengan cara yang begitu mudah untuk kita mengerti.

Tidak hanya berhenti pada perumpamaan, tetapi Yesus pun memberikan keteladanan secara langsung atas semua yang Dia sampaikan lewat perumpamaan-perumpamaan itu dengan sikap dan tindakanNya secara langsung. Seperti itu pula seharusnya kita dalam memenuhi panggilan sebagai saksi-saksi Kristus, baik di lingkungan tempat tinggal kita, kota, bangsa, bahkan seluruh dunia. (Kisah Para Rasul 1:8). Our life is also like a big-opened story book. Orang akan bisa melihat langsung bagaimana bedanya berjalan bersama Tuhan lewat cara kita hidup, sikap, tingkah laku dan perbuatan. Yesus memberikan begitu banyak perumpamaan, tetapi Dia juga memberi keteladanan. He is even the greatest story ever told. Seluruh isi hati Tuhan sudah disampaikan Yesus dengan sangat baik melalui cerita-cerita aplikatif dan mengena, dan semua itu akan sangat membantu kita untuk menerapkannya dalam kehidupan kita. Hidup kita pun dengan demikian akan menjadi sebuah “perumpamaan” sendiri yang akan mampu memberkati orang-orang di sekitar kita. Tidak saja teoritis, tetapi secara praktek pun harus kita tunjukkan. Lewat begitu banyak perumpamaan Yesus mengajarkan kita mengenai Tuhan dan isi hatiNya, dan bentuk-bentuk kehidupan yang Dia sediakan bagi kita, yang Dia rindukan untuk kita jalani, the kind of life that He wants us to lead.

Aplikasi nyata Firman Tuhan sangat berguna bukan saja untuk kehidupan kekal tetapi juga membawa kita menuai janji-janji Tuhan di dunia ini

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply