Let’s Rejoice for Jesus Christ is Born

 Ayat bacaan: Yesaya 9:5
====================
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

natal, go tell it on the mountain, mary had a baby, rejoice

Salah satu lagu Natal yang sangat saya sukai dan selalu menjadi lagu wajib putar menjelang Natal seperti saat ini adalah sebuah lagu yang diambil dari koleksi “The Christmas Album” nya David Foster yang dirilis tahun 1995. Lagu itu berjudul “Go Tell It on the Mountain/Mary Had a Baby”, sebuah medley gabungan dua lagu yang dibawakan dengan sangat baik oleh Vanessa Williams. Sebuah pilihan pintar oleh David Foster mengaransemen kedua lagu ini menjadi satu. Mengapa? Ada beberapa hal yang menjadi alasan. Kedua lagu ini sama-sama berasal dari tahun 1800 an yang merupakan lagu klasik milik penduduk kulit hitam yang saat itu tengah mengalami masa-masa perbudakan. Kedua, lagu itu sama-sama menyerukan berita mengenai proses kelahiran Kristus ke dunia. Karena itulah saya menganggap keputusan menggabungkan kedua lagu ini merupakan pilihan yang pintar. Saya yakin kedua lagu ini merupakan lagu yang menjadi pengharapan dan sukacita bagi para budak kulit hitam di masa itu. Betapa tidak. Perbudakan sudah mereka alami secara turun temurun. Mereka seakan-akan tidak punya hak untuk memutuskan apapun, tidak memiliki hak sebagai manusia merdeka. Tapi kelahiran Kristus kedunia bermakna sebuah kebebasan, dan mereka pun tahu bahwa meski di dunia mereka tertindas, namun kelahiran Kristus adalah bukti nyata betapa mereka sangat dikasihi dan berharga di mata Tuhan. Hal seperti itu sanggup membuat mereka bersukacita. Tidak heran kedua lagu ini memiliki corak yang aslinya penuh dengan semangat dan bercorak nada ceria.

Manusia sejatinya pun merupakan hamba dosa. Betapa mudahnya dosa berkuasa atas hidup kita, sampai-sampai banyak manusia yang tidak mampu keluar dari jerat dosa itu sama sekali. Tapi kelahiran Kristus bermakna besar. Lewat kehadiran dan karya penebusanNya kita semua dimerdekakan, dari hamba dosa berubah menjadi hamba kebenaran. Mari kita lihat sejenak apa yang difirmankan Tuhan lewat Paulus. “Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:17-18). Lebih lanjut Paulus menjabarkannya demikian: “Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran…Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (ay 20,22-23). Semua itu merupakan anugerah yang kita peroleh dari Tuhan atas kasihNya yang begitu besar, dan hanya diberikan lewat AnakNya yang tunggal, Yesus Kristus. Lewat karya Kristus kita dibebaskan dan dimerdekakan dari dosa. Kita memperoleh buah yang akan membawa kita menuju sebuah hidup penuh sukacita yang kekal sifatnya.

Nubuatan mengenai kelahiran Kristus dinyatakan melalui Yesaya. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5). Ini sebuah berita besar bagi dunia. Di awal pasal 9 ini disebutkan bahwa “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” (ay 1). Kedatangan Kristus mengubahkan keadaan dunia yang gelap gulita dan menggantikannya dengan sebuah harapan dan kehidupan baru yang terang benderang. Oleh karenanya sorak sorai dan sukacita besar pun hadir bagi setiap orang percaya. (ay 2). Sebab apa? Sebab semua kuk dan gandar, semua beban dosa, kutuk atau belenggu-belenggu lain yang mengikat kita sudah Dia patahkan lewat kehadiranNya. (ay 3). Selain memberikan terang baru yang penuh harapan, Yesus Sang Raja Damai pun membawa kedamaian, mengubahkan hati kita menjadi sebentuk hati yang penuh kasih. Atas semua ini, tidakkah kita pantas bersukacita?

Dalam beberapa hari ke depan kita akan merayakan kelahiran Tuhan Yesus, turun ke dunia bukan untuk bersenang-senang tapi demi menuntaskan misi yang diberikan Bapa kepadaNya, yakni menyelamatkan semua manusia, meluputkan kita dari kebinasaan dan membawa kita beroleh kehidupan kekal. Kita bisa belajar dari para budak kulit hitam memaknai kelahiran Tuhan Yesus. Mereka pada saat itu tertindas, tidak merasakan hak-hak pribadi mereka sebagai manusia, hidup dalam perbudakan, tapi mereka mampu bersukacita ketika mengingat bahwa Yesus telah turun ke dunia untuk memerdekakan segala manusia, mematahkan segala belenggu yang mengikat kita. Mereka tahu bahwa keselamatan menuju kehidupan kekal sudah dianugerahkan bagi mereka. Meski di dunia mereka tertindas, namun mereka adalah orang-orang yang merdeka secara spiritual, dan telah mendapatkan hak waris Allah dalam kerajaanNya. Karena itulah mereka bersukacita. Mary had a Baby, go tell it on the mountain that Jesus Christ is born!

Adakah di antara kita yang saat ini masih menderita, sulit lepas dari belenggu dosa atau permasalahan hidup? Adakah dari kita yang hari ini masih merasa terkurung dalam kegelapan dan sulit melihat datangnya cahaya terang? Adakah yang masih berbeban berat, terikat dengan masa lalu yang membuat sulit untuk melangkah maju? Listen to what the suffering African American more than a century ago had said. They were all over the mountain, shouting down to the earth the good news, that Jesus Christ is born! Dengar mereka meneriakkan kabar gembira dari atas gunung kepada kita semua bahwa Yesus telah lahir. Semua pengikat dan belenggu telah Dia patahkan, dan kepada kita dianugerahkan keselamatan kekal. Memasuki Natal tahun ini, mari kita semua menghayati benar bahwa dalam Kristus ada pemulihan, pengharapan dan kemenangan. Jangan takut, jangan bersedih, bergembiralah. Seperti kepada mereka, kepada kita pun telah dianugerahkan hal yang sama. For that we definately should rejoice.


Let’s rejoice, for Jesus Christ is born

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: