Lepas Dari Dosa

Ayat bacaan: Wahyu 9:21
====================
“Dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian”

putus dari dosa

Bagi anda yang sudah pernah merasakan tentu tahu bagaimana sakitnya putus cinta. Ada orang yang bahkan sampai harus mengakhiri hidupnya karena tidak tahan merasakan perihnya putus dari orang yang dicintai. Ada yang memerlukan waktu bulanan bahkan tahunan untuk sembuh. Ada seorang teman ibu saya yang membutuhkan puluhan tahun baru bisa menikah dan melanjutkan hidupnya dengan baik. Terputus dari dosa bisa berarti sama bagi banyak orang. Mereka merasa enggan atau berat berpisah dari dosa-dosa yang selama ini membelenggu mereka. Mengapa? Karena seringkali dosa-dosa ini memberi kenikmatan atau kesenangan. Seringkali dosa-dosa seolah memberi kegembiraan atau kemudahan. Kita tahu semua itu semu, tapi banyak orang yang tidak peduli dengan itu. Kalaupun fana memangnya kenapa? Toh saya setidaknya bisa merasakan kenikmatan itu meski semu. Ada banyak orang yang berpikir seperti itu dan akibatnya sulit melepaskan diri dari jerat dosa. Mereka terus berkubang dalam lumpur, tidak mengindahkan nasihat atau lainnya yang mengingatkan mereka agar cepat berbalik sebelum semuanya menjadi terlambat. Sudah terang-terangan kena konsekuensinya pun mereka masih saja terus melanjutkan tindakan mereka yang salah. Bukankah kita bertemu dengan tipikal orang-orang seperti ini? Jika sekarang ada banyak orang yang terlena dalam dosa dan sulit untuk putus dari dosa, itu sudah terjadi sejak dahulu. Begitu berbahayanya hal ini sehingga dalam kitab terakhir yaitu Wahyu yang berisi nubuatan tentang akhir zaman pun hal ini masih terlihat.

Bacalah apa yang terjadi dalam kitab Wahyu pasal 9. Disana kita bisa melihat bahwa bahkan setelah sangkakala ke enam ditiup dan penghukuman berlanjut, masih saja ada manusia yang belum kapok dan tidak kunjung berhenti dari melakukan dosa-dosanya. Disana tertulis: ” Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.” (Wahyu 9:20-21). Lihatlah hingga di saat-saat terakhir nanti pun tetap saja ada orang yang tidak jera dan tidak bisa sadar lewat malapetaka yang hadir tepat di depan mereka. Fakta berbicara, dalam hidup kita hari ini ada begitu banyak orang yang mengambil keputusan sama seperti mereka. Di saat sulit seperti ketika ada bencana alam menimpa pun mereka masih tega mengambil apa yang bukan menjadi miliknya. Korupsi, mencuri dan sebagainya, masih mereka lakukan tanpa peduli orang lain menderita atau melarat. Betapa keras hati mereka sehingga apapun tidak lagi bisa membuat mereka bertobat. Mereka tidak lagi mendengar hati nurani mereka, mungkin hati nuraninya pun sudah berhenti berbicara. Bisa dibayangkan apa jadinya orang-orang seperti ini kelak. Di dunia mereka bisa berkelit, tetapi di tahta penghakiman Allah tidak satupun yang luput dari setiap kejahatan atau penyimpangan yang dilakukannya.

Bentuk ketidakpedulian yang tega berbuat jahat demi keuntungan diri sendiri ini sudah diingatkan sejak dahulu dalam Alkitab. “sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:13) Orang yang terbiasa berbuat jahat akan membuat orang semakin dingin dan tidak lagi bisa mendengar teguran Tuhan. Tuhan Yesus sejak jauh hari sudah mengingatkan akan hal ini. “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12).

Sangatlah besar resikonya apabila kita terus membiarkan dosa terus menumpuk hingga membuat kita tidak lagi peka atau menjadi tuli terhadap teguran Tuhan. Jika kita terus melakukan dosa, pada suatu saat hati kita bisa menjadi dingin, mengeras membatu dan ketika itulah kita tidak lagi memiliki kontrol atas diri kita. Kita tidak lagi bisa membedakan yang salah dan benar, baik dan buruk, dan jika demikian dosa pun memiliki kuasa penuh atas hidup kita. Betapa seriusnya jika ini terjadi. Hati tidak lagi peka, bahkan berbagai kesaksian yang jelas-jelas menyatakan kuasa Kristus pun tidak lagi bisa membuka mata orang-orang seperti ini. “Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.” (Yohanes 30:36). Berhati-hatilah, karena firman Tuhan dengan tegas berkata “Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.” (Amsal 29:1).

Apabila hari ini kita masih punya kepekaan untuk menyadari jalan-jalan yang salah, jangan terus keraskan hati. Jangan terus menunda, ambillah keputusan sekarang juga untuk bertobat, mumpung kita masih punya kesempatan. Firman Tuhan berkata: “..Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu..” (Ibrani 3:7-8). Ambil keputusan untuk putus dari dosa dan jangan beri toleransi lagi sekecil apapun. Lewat perantaraan nabiNya Tuhan juga bersabda: “Kata mereka: Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat; maka kamu akan tetap diam di tanah yang diberikan TUHAN kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.” (Yeremia 25:5). Bagi yang bertobat akan diberikan hak sebagai ahli waris Tuhan, namun yang terus menolak akan dibuang selamanya dari tanah yang diberikan Tuhan. Sesungguhnya ini merupakan hal serius karena apa yang dikatakan Tuhan bukan hanya sekedar berbicara mengenai hilangnya berkat akibat dosa, tapi juga berbicara mengenai hilangnya keselamatan dan kasih karunia Tuhan bagi kita.

Kedatangan Yesus ke dunia adalah karena ada dosa kita. Tuhan merasa perlu untuk menganugerahkan apa yang sesungguhnya tidak layak kita terima, yaitu keselamatan.Tuhan Yesus yang kelahiranNya di bumi ini untuk kita orang yang berdosa, sudah membereskan itu semua. Bersyukurlah untuk itu, jangan sampai penebusan Kristus menjadi sia-sia karena kita terus menerus membiarkan dosa berkuasa dalam hidup kita. Kita tidak akan pernah bisa berjalan bersama Kristus dan menerima janji-janjinya jika sementara pada saat yang sama masih terus hidup di dalam dosa. Menjelang hari Natal yang akan tiba sebentar lagi, ambil keputusan hari ini juga untuk putus dari dosa, karena jika tidak kita akan menghadapi masalah besar yang pada suatu ketika tidak lagi bisa diperbaiki.

No matter how tempting the offer is, say no to anything sin said

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyhrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: