Lentera Keluarga – Tidak Meninggalkan

Sabtu, 9 Desember 2017
Bacaan: Yes 30:19-21.23-26; Mzm 147:1-6: Mat 9:35-10:1.6-8

Renungan

DENGAN indah Yesaya menggambarkan kesetiaan dan kebaikan Allah : ” Kalian akan terus melihat Dia dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri..sabdaNya ini akan kalian dengar dari belakangmu…”  allah-allah yang lain akan meninggalkan bila umatnya menyimpang dan akan memberkati jika umatnya setia. Akan tetapi kebaikan dan kesetiaan Allah Israel  mengatasi segala ketidaksetiaan umatNya. Ia tetap setia, sabar, tekun dan proaktif dalam mendampingi dan menyadarkan umatNya terutama ketika jalan umatNya itu menyimpang.

Dalam hidup keluarga, dengan mudah kita meninggalkan pasangan atau anggota keluarga kita yang menyimpang dari kebenaran. Kita pertama-tama memang berperab menjadi pengingat bagi mereka, tetapi semakin lama kita semakin menjauh dan meninggalkannya karena hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Kita tidak tahan untuk mendampinginya karena kita tidak didengarkan. Namun dengan sikap menjauh, justru kita membiarkan mereka semakin terpuruk dan semakin masuk dalam dosa. Kalau mereka menjauh dari Tuhan dan gereja, maka ketidakmampuan kita dalam mendampinginya akan membuat mereka semakin lebih menjauh dari Tuhan; kalau mereka tidaksetia, maka sikap kita yang mengasingkan akan membuat mereka juga semakin terpuruk dalam ketidaksetiaan;

Tuhan mengundang kita untuk mengenakan sikap Tuhan: tetap menjadi pendamping dalam situasi apapun juga. Menjadi pendamping membutuhkan kesetiaan meskipun sering ditolak; membutuhkan kesabaran meskipun sering  menjadi sasaran emosi; membutuhkan ketahanan mental meskipun sering kali niat dan emosi kita diuji. Ketekunan, kesetiaan dan ketahanan mental ini akan dapat membawa pasangan atau anggota keluarga kita yang menyimpang ke kanan dan ke kiri untuk tetap mengenal jalan kebenaran dan tahu jalan untuk kembali. Ada moto pemadam kebakaran yang cocok juga untuk semangat ini: “Don’t leave your partner behind” . Jangan tinggalkan pasangan dan anggota keluarga anda; mereka membutuhkan anda.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana kesetiaan Allah digambarkan oleh Yesaya dalam kutipan di atas.

Refleksi

Bagaimana sikapku terhadap pasangan atau anggota keluargaku yang menyimpang dari jalan Tuhan dan kebenaran hidup? Bagaimana aku dapat bertumbuh dalam kesetiaan, ketekunan, kesabaran dan ketahanan mental dalam mendampinginya?

Doa

Ya Bapa, semoga aku menjadi pendamping yang setia menunjukkan kebenaran di saat baik maupun di saat yang tidak baik. Amin.

Perutusan

Aku tidak meninggalkan pasangan -anggota keluarga yang menjauh dari jalan Tuhan dan kebenaran

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: