Lentera Keluarga – Tanggungjawab Penatua


Kamis, 22 Februari 2018. Tahta S. Petrus, Rasul.
Bacaan: 1Ptr 5:1-4; Mzm 23:1-3.4.5.6; Mat 16:13-19


Renungan


PETRUS mengingatkan para penatua  (presbiter) dalam suratnya tiga keprihatian dengan tiga nasihat praktis:  “terpaksa vs pemberian diri, cari untung vs pengabdian dan memerintah vs memberikan teladan.


Nasihat yang sama juga berlaku bagi kita para gembala dan pemimpin jemaat.


Pada awalnya, kita menjadi gembala dan pemimpin jemaat disertai dengan idealisme tinggi: kerelaan untuk melayani, pengabdian dan keteladanan hidup. Namun dengan rendah hati, kita perlu juga menyadari bahwa kitapun kadang jatuh dan jauh dari idealisme ini. Kita kadang “terpaksa” melayani karena tidak sesuai dengan keinginan kita, kadang juga bersungut-sungut, menolak dengan berdalih dan kita  merasa “lelah” sehingga perlu istirahat. Kita lupa bahwa umat juga lebih lelah dari kita.  Kita berkomitmen untuk melayani semua orang, tetapi juga kita memberikan prioritas kepada sesuatu yang menghasilkan (tidak hanya soal uang tetapi juga relasi), walaupun itu dimaksudkan juga untuk kehidupan komunitas. Tetapi nampaknya kita juga mencari keuntungan untuk diri kita sendiri. Sebagai public figur, umat menuntut dari kita sebuah keteladanan hidup dan keterlibatan dalam pelayanan; namun kadang kita memerintah, menuntut dan mengharapkan bahwa semuanya sudah beres.


Para masa prapaska ini, Surat Petrus menjadi pengingat bagi kita bahwa kita, para gembala,lah yang pertama-tama perlu membangun sikap pertobatan.  Kita perlu mendengarkan umat bagaimana kesan dan sekaligus harapan yang mereka letakkan dalam hidup dan pelayanan kita. Mereka berhak mendapatkan “pastor bonus” gembala yang baik. Marilah kita para gembala dan penatua jemaat membaharui hidup dan pelayanan kita. Kita adalah pelayan-pelayanan sebagai Tuhan teladankan dalam hidupNya. Kita memegang tanggungjawab besar yaitu kunci kerajaan surga.


Kontemplasi


Gambarkan tantangan yang dihadapi para penatua yang digambarkan oleh Petrus dan bagaimana Petrus mengingatkan dan meneguhkan kembali peran dan tanggungjawab para penatua.


Refleksi


Bagaimana hidup dan pelayananku sebagai gembala dan pemimpin jemaat? Apakah harapan umat padaku? Apa yang perlu kubenahi dalam hidup dan pelayananku?


Doa


Ya Bapa, semoga kami kembali lagi membangun diri dan tanggungjawab besar kami sebagai gembala dan pemimpin jemaat. Amin.


Perutusan


Doakanlah para imam di paroki dan pemimpin umat anda dan berjalanlah bersama mereka untuk saling bertumbuh dalam pelayanan (Morist MSF)


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: